Ngopi Neng Warung

Rahasia sufi tidak marah

 INILAH RAHASIA SUFI TIDAK MARAH WALAU DIBULI DAN DICACI


Tasawuf itu revolusi spiritual yang radikal. Orang sufi kalau ngomong tidak peduli mau ditanggapi positif atau negatif, bahasa kasarnya ndablek, bahasa halusnya lillahi ta'ala. Ketika gagal tidak putus asa atau minder, ketika mendapat pujian tidak sombong, itu orang tasawuf. Gusdur itu ndablek haha. Sekarang kalau ada orang ngejek saya, membuli saya, mas Ulil, Mas Muqsith atau Gusdur, semua yang diucapkan manusia ini adalah kalimat Allah sebenarnya, ya biarkan saja wong kalimat Allah kok. Kalimat Allah, kalamulllah melalui mulut orang itu. Ada orang menjelekkan saya ya itu kritikan dari Allah. Kalau ada orang muji-muji saya, ya itu amal kita diterima oleh Allah. Nggak usah sombong. Dan nggak usah minder kalau dicaci-maki, wong itu kalamullah kok. Paham atau nggak?!.


Tasawuf bukan urusan ibadah, orang rajin ibadah belum tentu tasawuf. Tasawuf bukan Akhlakul Karimah, orang terlihat berakhlak baik belum tentu hatinya betul-betul baik. Belum tentu sikapnya itu menjadikan maqom dalam hatinya. Bukan pula ilmu hikmah. Definisi awal Tasawuf adalah mencari kebenaran dan berpaling dari kepalsuan, karena kita ini hidup di alam penuh kepalsuan. Ada kepalsuan gelar, kepalsuan gamis, kepalsuan jenggot, kepalsuan dasi, kepalsuan jas, ada kepalsuan jabatan dll. 


Usahakan anda ini kalau melihat sesuatu, hakikatnya, kebenarannya, jangan kamuflase lahirnya. Usahakan. Lihat perempuan cantik pelan-pelan, lihat lagi benar-benar cantik apa nggak?. Melihat orang tinggi besar pakai sorban lantas wow, halah orang yang kluyar-kluyur di Jawa Timur itu hanya guru ibtidaiyah di (arab) sana, orang penting tidak mungkin kluyar-kluyur ke jawa timur, dia sibuk. Dia punya pekerjaan berat di sana, tidak mungkin seenaknya berminggu-minggu berbulan-bulan kluyar-kluyur di Madura dan di Tapal Kuda. 


Orang Madura dan tapal kuda itu kalau ada orang pakai gamis, wodooow, pada rebutan cium tangan sama ngasih uang ada yang 100 ribu, dua puluh ribu, kalau hanya bersarung dan berbaju batik seperti saya ini dianggap tidak begitu islam, ini namanya masih terjebak dengan penampilan dan pakaian, masih belum mendapatkan hakikatnya.


Sekali lagi mari kita belajar bagaimana melihat atau menilai seseorang itu hakikatnya, jangan sampai tertipu oleh kepalsuan. 


Kemudian definisi tasawuf berkembang lagi. Dzun Nun Almishri mengatakan tasawuf itu selalu mendahulukan Allah mengalahkan segalanya, maka Allah akan mendahulukan kita mengalahkan lainnya. Dzun Nun Al-Mishri ini terkenal punya banyak cara mendekatkan diri kepada Allah diantaranya melalui suara yang indah, musik yang indah. Beliau punya pandangan musik itu suara kebenaran bukan kebohongan, yang bohong itu mulut manusia. Musik adalah suara universal, suara haq yang bisa menggugah hati mencapai hakikat. Maka kita tidak heran ketika melihat thariqat maulawiyah selalu mengiringi dzikirnya dengan seruling. Barangsiapa mendengarkan musik dengan tulus ikhlas akan menemukan hakikat, barangsiapa mendengarkan musik dengan hawa nafsu maka akan menjadi zindiq. Jadi teori Dzun Nun al-Mishri agar kita bisa segera mencapai hakikat maka diantar dengan musik. Lepas dari Fiqh semua ini. 


(KH Said Aqil Siradj, diposting oleh Channel Youtube Kajian Al-Qur'an Pesantren Al Kap tahun 2020)

Jerat kapitalisme

Jerat mematikan sekulerisme-kapitalisme sudah nyata. Hanya saja ideologi satu ini memang licin. Racunnya tidak terasa tapi merusak syaraf otak sehingga umat tidak bisa berpikir jernih, dan badan tidak terasa meriang.

Kapitalisme bisa mengkamuflase kebatilan terasa nikmat bak sepotong tiramisu dingin.
Kalau sosialisme-komunisme secara frontal menyerang agama, bahkan menculik dan membunuhi tokoh agama, ideologi sekulerisme-kapitalisme justru membelai dan memanjakan agama dan tokoh-tokoh agama. Itu tidak lepas dari sekulerisme sebagai akidah jalan tengah, kompromi antara agama dan dunia. Agama boleh tetap ada, tapi jangan terlalu campur tangan urusan dunia apalagi politik dan kekuasaan.
Ratusan bahkan ribuan mesjid boleh dibuka, bahkan difasilitasi, ceramah keagamaan boleh masuk tivi bahkan ke ruang istana, tapi jangan menuntut kekuasaan berbasis agama. Cukuplah kekuasaan agama diwakili anggota parlemen tapi jangan mengusik konstitusi apalagi punya pikiran untuk mengganti ideologi ini.

Kapitalisme menawarkan setengah ‘surga’ untuk kaum agamawan. Bank-bank syariah bisa eksis begitupula sistem riba khas kaum kapitalis. Jilbab dan cadar silakan bertebaran, tanpa perlu mengusik hot pants. Pernikahan tetap ada sebagai opsi selain gaya hidup cinta satu malam.

Kalau di antara ajaran sosialisme-komunisme ada yang berprinsip semua dikuasai negara, dalam kapitalisme semua bisa jadi bahan bancakan para pengusaha. Para wakil rakyat dengan suara demokratis bisa mensahkan perundang-undangan, agar para penjarah bisa menguasai sumber daya alam. Namun umat seperti tak melihat penjarahan nyata yang lewat di depan mata dan telinga mereka. Sehingga penjarahan demi penjarahan terus berkelanjutan nyaris tanpa perlawanan.

Kaum ideologis kapitalisme ini juga bisa lihai memainkan isu untuk menjatuhkan lawan-lawan. Terhadap rival mereka, komunisme, dihembuskan angin ancaman agar kaum agamawan memberikan perlawanan. Waktu yang bersamaan mereka juga tiupkan ancaman radikalisme dan kekhilafahan, semata agar ideologi sekulerisme-kapitalisme ini tetap eksis menjulang.

Itulah sebabnya sekulerisme-kapitalisme panjang umur ketimbang rival mereka sosialisme-komunisme. Kapitalisme pandai bersiasat dengan kaum agamawan, bermain karet tarik ulur. Mereka tahu kapan kapan mengendorkan ideologi dan kapan mengetatkannya. Sikap politik kapitalisme bertemu dengan prinsip pragmatisme sebagian muslim; ‘daripada nggak?’, ‘daripada dikuasai nonmuslim’, dan prinsip daripada demi daripada itu yang akhirnya melanggengkan kekuasaan ideologi Kapitalisme.

Intinya, kapitalisme bisa mengakomodir sebagian kemauan kaum agamawan. Ini yang membuat sebagian muslim masih tetap merasa aman dan nyaman bernaung di bawah ideologi yang sama rusaknya dengan sosialisme-komunisme

Belajar Fb Ads

Izin Sharing Ilmu Sedikit Ya Para Suhu..
Hal-hal yg wajib dipunya sebelum beriklan:
1. Akun Facebook (sudah pasti dong)
2. Buat BM / Business Manager
Biasanya klo akun FB yang udah bertahun-tahun bisa buat 3-5 BM
Masing-masing BM hanya bisa buat 1 ad-account / akun iklan aja di awal, tp klo akun iklan nya udah spent sekitar 50k-100k per BM bisa nambah 4 akun iklan jadi per BM maksimal bisa sampai 5 akun iklan.
3. Buat Fan Page
saya pribadi punya puluhan fan page di 1 akun fb saya, kenapa banyak??
Karena saya ngiklan 1 produk untuk 1 fan page, kok begitu?
Karena saya tipe pemain yg hard selling alias gk peduli merk atau brand yg dijual apa.
Ini adalah trik yg saya pakai untuk menghidari RATING SCORE fan page saya agar tidak jelek. Karena klo rating score fan page kita jelek maka performa iklan kita pasti juga jelek.
Cara cek rating score fp kita : https://business.facebook.com/ads/customer_feedback
4. Punya Housting atau Website
Kenapa harus pakai website??
Karna saya mau terlihat profesional di mata calon customer saya. ini juga bisa naikkin trust si calon customer ke saya (penjual) klo barang yg saya jual itu beneran asli alias bukan kw kw.
Website juga berguna banget buat setting pixel, custom audience, lookalike audience, dll.
Jadi jangan pelit buat keluar modal beli website, klo mau bisnis nya makin OKE ya wajib punya website.
5. Konten
- Video
- Thumnail
- Ads copy
- Coppy writing
- Landing page
Di tahap ini mengharuskan kita untuk menggunakan adobe photoshop dan premiere pro. Tapi ada trik nya loh biar kita gk perlu repot buka kedua Adobe itu, mau tauu?? Hehe
6. Akun Shopee
ini berkaitan sama sistem COD, tp bisa di urus belakangan kok. Intinya harus punya 1 akun penjual dan banyak akun sebagai pembeli.
ini baru step awal aja, klo udh punya semua ini baru kita masuk ke dashboard atau ads manager nya.
semoga bermanfaat

Ustads Radikal vs Ustads NU

KENAPA USTAD RADIKAL LEBIH TERKENAL DARI USTAD NU ??

"Kenapa ustad radikal itu lebih laku daripada ustad NU ?"

Ini pertanyaan besar dari seorang teman melihat tidak adanya jejak ustad NU muda yang terkenal dan digandrungi banyak orang sekarang ini. Yang ada malah banyak dari HTI.

Dan kita coba jawab pertanyaan ini dengan sebuah penggambaran..

Gerak perkotaan yang tumbuh semakin cepat, menciptakan masyarakat yang juga bergerak dengan cepat. Masyarakat urban ini dibentuk oleh situasi dan kondisi kota besar, sehingga mereka punya gaya hidup yang selalu berubah mengikuti trendnya. Semua menjadi serba instan dan mudah didapat.

Perubahan paling jelas terlihat dari perubahan gaya makanan.

Masyarakat kota besar - terutama generasi baby boomer dan milenial - sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk makan dengan makanan nuansa kampung dengan sajian komplit diatas piring.

Mereka sudah terbiasa instan dengan adanya mie dan makanan fastfood seperti burger dan pizza. Pokoknya kalau bisa gak bangkit dari tempat duduknya, itu lebih baik..

Dan situasi ini diperkuat dengan semakin murah dan mudahnya mengakses internet...

Ketika manusia urban ini memasuki fase rohani, hukum yang berlaku bagi mereka juga sama. Mereka cukup buka internet dan melihat siapa ustad yang terkenal disana.

Mereka juga lebih sering googling untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan dalam benak mereka dan mengamini ketika itu datang dari seorang yang dipercaya sebagai "ustad" oleh banyak orang.

"Banyak" menjadi ukuran kebenaran. Yang dilihat kuantitas jamaah, bukan kualitas ceramah..

Tidak ada lagi diskusi bermalam-malam tentang nilai-nilai. Masyarakat urban hanya butuh fatwa halal dan haram sebagai hukum mereka. Tidak perlu bertanya - apalagi menggunakan logika - kenapa ini haram dan kenapa itu halal.

Semua tersedia dalam bentuk kemasan, tinggal buka bungkusnya, panaskan air dan tuangkan, lalu silahkan makan. Persis mie instant..

Dan ustad2 radikal sangat mengerti ini. Dengan kuatnya jaringan dan sumber daya mereka - termasuk keuangan - mereka membangun konten2 ringkas berisi hukum dan fatwa yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaahnya.

Mereka juga berani membeli slot-slot acara di televisi yang mahal, supaya bisa menciptakan "penceramah2" muda dan bisa menguasai teknik berbicara.

Dan acara televisi yang sebenarnya untuk konsumsi kota besar, dikonsumsi pula oleh warga daerah yang sebenarnya "tidak siap makan fastfood", tapi apa daya daripada dibilang ketinggalan jaman..

Bumbu pedasnya ada di "kontroversial".

Ketika kontroversial, maka ia akan semakin dipandang dan dicari. Gak penting ilmu yang dalam, cukup seadanya dan hapal beberapa ayat, lalu berjubah, jadilah ia seorang ustad. Makanya banyak mualaf yang tiba2 menjadi ustad, karena memang diciptakan. Padahal namanya mualaf ia seharusnya harus lebih banyak belajar daripada mengajar..

Inilah yang menciptakan supply dan demand yang besar. Ada penawaran dan ada permintaan. Semua dibentuk oleh pasar. Siapa yang menguasai pasar, dialah yang menguasai pembeli..

Sedangkan NU lebih rumit bagi mereka...

Ibarat makanan, NU ini adalah makanan kampung yang penuh dengan penyajian dan tidak cepat saji. Kalau ditanya "haram" dan "halal", ustad2 NU lebih banyak memberikan opsi supaya orang bisa berfikir dan menentukan pilihannya sendiri.

NU juga - sebagai kelemahan - gagap terhadap teknologi. Ketika ustad2 instan itu sudah menerapkan sistem franchise, orang NU tetap berprinsip "tidak buka cabang". Orang NU lebih senang hadir di acara2 pengajian dan duduk mendengarkan ceramah.

Perbedaan model inilah yang menjadi jurang pemisah yang lebar. Ustad NU kurang mendapat perhatian karena sorot lampu tidak tersedia kepadanya, sedangkan ustad instant lebih hidup ketika ada lampu kamera..


Glek. Mendingan bikin kopi dulu aja..

Konspirasi sains dan bisnis dalam pandemi Covid 19


Bedakan Konspirasi Sains Dan Konspirasi Bisnis Terkait Wabah Dan Vaksin
Bedakan antara konspirasi sains dan konspirasi bisnis terkait wabah dan vaksin. Dua hal ini berbeda, tetapi penganut teori konspirasi mencampur-aduknya dan memukul rata bahwa semua yang terkait wabah dan vaksin itu konspirasi semuanya.

Konspirasi sains yang dituduhkan oleh sebagian orang itu tentu TIDAK benar. Beberapa contoh:
1. Wabah Covid-19 ini buatan.
2. Vaksin itu tidak bermanfaat bahkan berbahaya.
3. Wabah Covid-19 ini tidak berbahaya, jadi tidak perlu social distancing dan physical distancing.
4. Wabah Covid-19 tidak berbahaya, orang kesehatan hanya menakut-nakuti saja.
5. Tenaga medis hanya korban saja, semua ini setingan dan bohongan. Covid-19 benar ada, tapi sebenarnya ringan sepeti flu biasa dan mudah menular.
6. Wabah Covid-19 ini dibawa oleh jin, konspirasi elit global dan terkait dengan kemunculan dajjal. Masjid sengaja dikosongkan, apabila masjid kosong semua nanti dajjal akan muncul.
Semua tuduhan di atas TIDAK BENAR.
Dampak dari tuduhan konsiprasi ini adalah:
1. Masyarakat jadi meremehkan anjuran social distancing dan physical distancing yang dapat mengurangi atau memutus rantai penularan Covid-19.
2. Tidak sedikit yang meremehkan tenaga medis, bahkan memberikan tuduhan bahwa tenaga medis ikut berperan dalam konspirasi ini.
3. Konspirasi membawa-bawa nama Islam, dengan beberapa fakta yang tidak benar, akan menjadi bumerang bagi agama Islam.
Wabah yang disebabkan oleh virus, “hukum asalnya” terjadi secara alami (natural) karena mutasi genetik, rekombinasi, atau proses genetik yang lainnya. Vaksin itu bermanfaat dan sudah terbukti secara mendunia. Wabah Covid-19 jelas berbahaya dan memakan cukup banyak korban di RS dan kita sangat perlu menerapkan social distancing dan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini semua terbukti dengan sains dan fakta di lapangan di rumah sakit dan pasien yang kami lihat langsung.
Kalau konspirasi bisnis yang MEMANFAATKAN wabah pandemik ini BISA JADI ADA. Konspirasi bisnis ini ada di semua bagian dan sendi kehidupan. Misalnya konspirasi bisnis beras, konspirasi rokok, konspirasi bisnis usaha ini dan itu yang memang dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Tuduhan konspirasi terkait wabah Covid-19 kembali muncul oleh orang-orang tertentu. Mereka mendapatkan angin segar dengan adanya wawancara terbaru dengan mantan Menkes Siti Fadilah (saya tetap menghormati keilmuan beliau sebagai akademisi, karena beliau memiliki banyak jasa dalam ilmu pendidikan kedokteran). Tetapi perlu diketahui bahwa mantan Menkes Siti Fadilah lebih menekankan kepada “dugaan konspirasi bisnis” yang MEMANFAATKAN pandemi wabah. BUKAN konspirasi bahaya vaksin dan konspirasi elit global sampai membawa-bawa nama Dajjal.
Mari kita kembali melihat sejarah lama dahulu agar tidak terulang kembali. Ketika beliau menulis buku berjudul, “Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan Dibalik Virus Flu Burung”, buku tersebut dijadikan alasan menolak vaksin dan ada yang menjadikan bukti sebagai konspirasi. Ternyata beliau malah mendukung vaksinasi dan tujuan buku bukan untuk itu (menolak vaksinasi)
Menanggapi hal itu, beliau mengatakan:
Semua anak di Indonesia HARUS diimunisasi. “Ada imunisasi yang wajib, yakni BCG, DPT, campak dan polio. Itu adalah imunisasi wajib yang sebetulnya semua harus diimunisasi dan capaiannya kalau bisa 100 persen anak Indonesia,” kata dia di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu.
Bahkan beliau heran sekali:
“Buku saya tidak membicarakan soal imunisasi. Tetapi MENGAPA sampai berdasarkan buku saya, mereka tidak imunisasi,” katanya.
Buku beliau digunakan sebagai “hujjah” oleh oknum anti-vaksin untuk menyebarkan bahaya dan konspriasi vaksin, mulai dari vaksin bahaya, vaksin tidak dianjurkan, vaksin membuat autis, dan vaksin itu program Dajjal. Ketika tulisan ini kami sebarkan dan kami berikan kepada mereka, mereka tetap tidak terima dan tetap mengkampanyekan anti-vaksin secara total, padahal penulis bukunya sudah menganjurkan program vaksin untuk anak Indonesia.
Dalam buku ini, beliau hanya ingin virus flu burung H5N1 diteliti di Indonesia sehingga Indonesia mandiri. Tetapi pendapat beliau ini tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Kami nukilkan pendapat sahabat kami seorang ahli virus, yaitu dr. M. Saifudin Hakim, M.Sc, Ph.D:
“Sebagian orang berdalih dengan buku “Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan Dibalik Virus Flu Burung” karya Dr. Siti Fadhilah Supari, SpJP(K) sebagai dalih menolak vaksinasi.
Saya yakin, orang2 tersebut tidak pernah membaca buku tersebut sampai tuntas. Tahun 2009-2010, saya mendapatkan buku tsb melalui perpustakaan kantor dan saya baca sampai akhir. Tidak ada satu pun ajakan menolak vaksinasi dalam buku tsb.
Yg beliau soroti hanyalah, beliau ingin agar2 virus isolat Indonesia, dalam hal ini virus flu burung H5N1, bisa diteliti di Indonesia, tidak perlu sampai dibawa ke luar negeri. Beliau ingin kita mandiri dalam hal riset virus. Beliau menyoroti, mengapa setiap kali terjadi wabah, virus penyebab wabah itu dikirim ke luar negeri? Seolah-olah Indonesia tidak mendapatkan apa2.
Di sinilah yg saya kurang setuju. Ada beberapa alasan:
Pertama, wabah itu kerja bersama antar-negara2 di dunia. Virus dari Indonesia, bisa menyebar ke luar negeri. Sehingga harus bisa diantisipasi oleh negara lain. Jika Indonesia menjadi negara tertutup, lalu bgmn negara lain bisa mengetahui situasi di Indonesia? Virus apa yg muncul di Indonesia, bagaimana karakter virus tsb? Potensi perluasan wabah (pandemik), dst.
Ke dua, kapasitas lab virus di Indonesia harus kita akui masih kalah dibandingkan negara lain. Virus H5N1 masuk level BSL3 karena sangat berbahaya mengancam jiwa (saya belum tau ada berapa lab BSL3 di Indoensia). Demikian jg sequencing kita masih terbatas, dan seterusnya.
Ke tiga, harus dibedakan antara kepentingan sains dan komersial. Untuk kepentingan sains, para ilmuwan itu biasa saling bertukar virus yg dimiliki. Karena mmg tidak mungkin kita sendiri meneliti semua aspek virus tsb.
Selama saya di sini, beberapa kali kita minta virus dari Amerika, Jepang, dsb, itu dikasih gratissssss. Mengapa? Karena sains itu for humanity. Kita meneliti untuk kemaslahatan umat manusia, bukan melulu tujuan komersial.” [Selesai nukilan, sumber: postingan FB M. Saifuddin Hakim]
Wajar pendapat beliau tidak sesuai karena beliau adalah ahli di bidang jantung dan pembuluh darah. Sedangkan pendapat terkait wabah dan vaksin, kita lebih menerima pendapat ahli virus dan ahli vaksin.
Sebenarnya kita juga sangat ingin vaksin H5N1 diproduksi di Indonesia. Akan tetapi, apabila sarana dan prasarana tidak mendukung tentu tidak bisa, apalagi yang namanya wabah perlu segera ditemukan vaksinnya. Demikian juga dengan vaksin Covid-19 ini, kita sangat berharap bisa diteliti di Indonesia tentu dengan dukungan program, sarana dan prasarana dari pemerintah. Perlu diketahui bahwa program vaksin indonesia yang sekarang berjalan ini, vaksinnya diproduksi di dalam negeri oleh PT. BIOFARMA di Bandung, bahkan vaksinnya diekspor ke luar negeri mulai dari negara Asia sampai Arab Timur-Tengah (produksi dan meneliti ini berbeda). Jadi jangan sampai mengatakan program vaksin anak Indonesia itu konspirasi bisnis ya, karena BIOFARMA itu BUMN milik negara yang keuntungannya kembali untuk negara.
Kembali kepada Covid-19 ini, seakan sejarah kembali berulang. Ibu Siti Fadilah diwawancara dalam sebuah acara podcast di youtube baru-baru ini dan hasil wawancara beliau kembali “dimanfaatkan” oleh berbagai oknum untuk mendukung menyebarkan tuduhan konspirasi sains terkait wabah dan vaksin. Misalnya, wabah Covid-19 hanya settingan saja, seperti flu biasa dan tidak berbahaya dan lain-lainnya sebagaimana yang kami sampaikan di atas. Kami sempat mendengarkan wawancara terebut, dan yang kami tangkap adalah:
1. Beliau menekankan KONSPIRASI BISNIS dengan memanfaatkan pandemi wabah.
2. Ketika ditanya apakah wabah covid19 ini adalah buatan (rekayasa), beliau memberi jawaban mengambang yaitu “bisa jadi” dan tidak “mengiyakan”
Kami respon setiap poinnya:
1. Terkait dengan vaksin Covid-19 yang akan jadi wabah dan sudah diperkirakan oleh Bill Gate.
Jawabnya: sampai sekrang vaksinnya belum ditemukan, padahal seluruh dunia sangat butuh. Apabila memang wabah Covid-19 direkayasa lalu dijual vaksinnya, tentu sekarang saat yang tepat mengeluarkan vaksinnya dan dijual mahal. Tapi sampai sekarang belum ada vaksin yang bisa dipakai seluruh dunia (hanya klaim-klaim sepihak dan misinformasi dari portal berita). Mengenai prediksi Bill Gate, bukan hanya dia yang memprediksi, tetapi para ilmuan sebelumnya sudah memprediksi hal ini beradasarkan ilmu dan fakta sains.
2. Selanjutnya, apakah wabah Covid-19 ini virus buatan?
Dalam ilmu epidemiologi, wabah itu umumnya terjadi secara alami akibat mutasi genetik atau mekanisme molekuler yang lainnya. Jadi “hukum asalnya”, wabah itu adalah alami. Apabila ingin mengatakan buatan, dia harus membuktikannya dengan bukti ilmiah berupa jurnal ilmiah resmi yang diakui oleh ilmuan.
Wabah Covid-19 ini bukan buatan (rekayasa). Kami nukilkan tulisan seorang peneliti lengkap dengan jurnal ilmiahnya, yaitu Mila Anasanti:
“Jurnal penelitian tentang genom virus SARS2 secara kuat mengakhiri isu virus ini hasil rekayasa lab:
https://www.nature.com/articles/s41591-020-0820-9
Alasan terkuatnya adanya mutasi pada 2 bagian:
1. Domain pengikat reseptor dari spike protein virus corona SARS2 berevolusi untuk menargetkan ACE2  begitu efektif sehingga hanya bisa terjadi dari hasil seleksi mutasi di alam dan bukan rekayasa genetika.
Spike protein (ibarat kunci) pada SARS2 bahkan 10x lebih kuat mengikat ACE2 sehingga jauh lebih efektif menginvasi sel dibandingkan virus SARS-2003.
https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(20)30129-8/fulltext
Makanya transmisi penularan dari orang ke orang jauh lebih cepat dari SARS-2003.
http://virological.org/t/the-proximal-origin-of-sars-cov-2/398
Ibaratnya kalau virus SARS-2003 adalah maling yang buka gembok ACE2 butuh 10 jam, SARS2 butuh 1 jam saja.
2. Backbone (bagian struktur inti genom) SARS2 sangat berbeda dari coronavirus lainnya (punya kemiripan kurang dari 86% dibanding SARS 2003):
https://www.thelancet.com/journals/laninf/article/PIIS1473-3099(20)30129-8/fulltext
Malah paling mirip dengan virus kelelawar dan trenggiling (tingkat kemiripan genomnya 96%).
Karakter virus RNA sebagaimana virus corona mudah bermutasi di alam, berevolusi terus menerus untuk beradaptasi terhadap sel inangnya agar mampu berpindah menginfeksi organisme berbeda (misal dari hewan ke manusia).
Virus juga bisa ‘mutasi’ secara rekayasa di lab. Tapi jika ilmuwan yang merekayasa, sangat sulit untuk merekayasa genom (rantai RNA) dari virus corona kelelawar agar punya kemampuan mengikat ACE2, karena selama ini virus corona dari kelelawar gak pernah ditemukan bisa menginfeksi manusia dan gak bisa mentarget receptor ACE2.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3372174/
Ibarat anda perlu memodifikasi kunci untuk membuka gembok rumah, tapi anda punyanya kunci sepeda, jelas backbone ‘kunci’nya jauh berbeda.” [Selesai nukilan, sumber: Postingan FB Mila Anasanti]
Bagi kita yang beragama Islam, sejarah wabah yang terjadi pertama kali di muka bumi adalah sebagai hukuman dan azab bagi Bani Israil yang membangkang. Wabah terjadi selanjutnya terus-menerus ke berbagai generasi setelahnya, sampai di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Tentu ini terjadi secara alami sebagaimana proses kejadian alam, dengan izin dan kehendak Allah Yang Maha Kuasa.
Sebagai tambahan sedikit menjawab tentang tuduhan konspirasi bahwa “Tenaga medis hanya korban saja, semua ini settingan dan bohongan, covid benar ada tapi sebenarnya ringan sepeti flu biasa dan mudah menular”.
Jawabnya: wabah covid19 ini bahaya, sudah banyak korban yang berjatuhan dan meninggal, silahkan main-main ke Rumah sakit atau terjun langsung ke lapangan. Memang manifestasi klinik orang yang terinfeksi Covid-19 ini berbeda-beda tergantung imunitas dan komorbid. Ada yang gejalanya tidak terlalu nampak dan hanya ringan saja, tetapi korban sudah banyak di seluruh dunia. Ini membuktikan wabah Covid-19 ini memang berbahaya dan tidak bisa dianggap remeh.
Demikian semoga bermanfaat
@ Lombok, Pulau Seribu Masjid
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK (Petugas lab Covid19)
Tulisan ini telah direview oleh: dr. M Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D. (Doktor ahli virus lulusan Erasmus University Medical Center Rotterdam)
Sebagai tambahan kami sampaikan tulisan kami beberapa bagian sebelumnya:
# WABAH KORONA ADALAH KONSPIRASI? (Part-1)
Beberapa kali kami di lab pemeriksaan covid pakai APD level 3 lengkap, shalat dzuhur lolos, jamak takhir dengan shalat ashar, karena sampel sedang banyak.
Teman-teman tenaga medis yang berada bekerja di ruang isolasi lebih keras lagi kerjanya dengan berbagai unek-unek yang ditumpahkan di sosial media (wajar apabila sudah sampai puncaknya), sebagian besarnya sabar dan hanya mengadu kepada Allah.
Yuk, jangan turunkan semangat mereka dengan tuduhan:
1. Wabah korona ini konspirasi & buatan elit global (kalau sudah pernah belajar RNA, DNA, RT-PCR paham ini bukan virus buatan).
2. Wabah ini tidak bahaya, hanya permainan saja, jadi gak perlu social distancing dan physical distancing.
3. Tenaga medis sengaja menaikkan jumlah pasien agar fee makin naik (faktanya, malah banyak yang gak dibayar karena jadi relawan).
4. Kambing sama pepaya diswab juga hasilnya positif, jadi ini hanya permainan saja.
5. Dll
Untuk tahu fakta yang benar, dapatkan informasi valid dari mereka yang terjun langsung di lapangan dan sumber valid berupa jurnal ilmiah dan penelitian, BUKAN dari mereka yang tidak pernah terjun ke lapangan, tidak pernah pegang pasien, tidak pernah ekstraksi RNA virus di lab dan sumber utama infonya adalah portal berita dan channel youtube saja
Tidak akan bisa nyambung diskusi, antara yang terjun dilapangan VS yang tidak terjun, serta yang sumbernya jurnal ilmiah VS sumber infonya channel youtube saja dan portal berita. Diskusi tidak akan ketemu karena memang beda kelas ilmiahnya.  Jadi lebih baik tidak perlu dilayani, kita fokus edukasi ke masyarakat saja
Terlebih umat Islam,  kita diajarkan agar tabayyun, cara tabayyun paling baik adalah sesekali datang dan terjun ke lapangan dan dalam ilmu hadits, “Shahibul Qishah” (pelaku langsung kisah tersebut) lebih valid haditsnya daripada yang bukan dan hanya menukil.
Demikian catatan ringkas sore ini.
# WABAH CORONA ADALAH KONSPIRASI (Part-2)?
dr. Zakir Naik, walaupun seorang dokter, beliau pun menyerahkannya pada ahlinya, yaitu ahli virologi dan orang di lapangan yang memeriksa virusnya dan merawat pasiennya. Sangat jelas ahli virologi menekankan bahwa wabah covid ini berbahaya, bukan permainan atau konspirasi, jadi tolong jangan disepelekan atau dianggap permainan saja. Beliau jelaskan panjang lebar tentang lockdown secara medis dan secara Islam, sehingga perlu itu sosial distancing dan physical distancing. Ini bukan menakuti-nakuti, tapi fakta di lapangan, di RS dan di lab Covid.
Simak penjelasan panjang lebar dr. Zakir Naik di sini: https://youtu.be/Gl_R3LuDHFY
Nantikan tulisan kami selanjutnya (insyaallah) yaitu: perlu dibedakan  antara konspirasi sains dan konspriasi bisnis. Wabah covid19 ini murni terjadi karena alami dan jadi musibah seluruh dunia (Cina saja kewalahan dan ekonominya terpuruk karena wabah). Konspirasi bisnis yang memanfaatkan wabah itu ada, mulai dari penimbunan masker dll. Sama seperti beras, konspirasi monopoli beras jelas ada.
Tapi kalau konspirasi sains bahwa wabah ini hanya bohongan, virusnya gak ada, penyakitnya gak bahaya, gak perlu social distancing dll, sampai dengan konspirasi wabah dibawa oleh jin, sengaja mengosongkan masjidil haram dan akan muncul dajjal saat masjid kosong, tentu ini TIDAK BENAR.
Dalam ilmu hadits, ada istilahnya hadits “Syadz” yaitu hadits yang diriwayatkan oleh tsiqah (perawi terpercaya), tapi perawi ini MENYELISIHI/BERTENTANGAN dengan perawi yang lebih tsiqah atau satu perawi tsiqah menyelisihi banyak perawi tsiqah lainnya dalam jumlah banyak. Nah, demikian juga dalam kasus tertentu, anggap saja “Dokter umum” itu tsiqah (terpercaya), lalu pernyataanya MENYELISIHI/BERTENTANGAN dengan “Dokter ahli virus”, tentu pendapat “dokter umum” tidak diterima dan pendapat “Dokter ahli virus” yang dipercaya. Demikian catatan ringkas sore ini.

Islam NUsantara

ISLAMA NUSANTARA

Oleh: Bukhari Muslim S.Th.I M.Th.I
Ketua Umum Mahasiswa PIN Pusat

Dalam sebuah forum diskusi di arena muktamar NU di Jombang, 2015 yang lalu. Kiai Afifuddin Muhajir menjelaskan bahwa “Islam Nusantara” itu tarkib idhafi. Karena itu, Islam Nusantara memiliki tiga, kemungkinan makna; Pertama Islam Nusantara bermaka Islam yang dipahami dan dipraktekkan kemudian mengintemalisasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Inilah pengertian Islam Nusantara dengan memperkirakan adanya huruf jar "fi" pada frase Islam Nusantara (Islam fi Nusantara). Kedua dengan memperkirakan huruf jar "ba" di antara kata Islam dan Nusantara, “Islam bi Nusantara” dengan ini, maka Islam Nusantara menunjuk pada konteks geografis, yaitu Islam yang berada di kawasan Nusantara. Ketiga pengertian Islam Nusantara dengan memperkirakan huruf jar "lam" yang mengantarai kata "Islam" dan "Nusantara". Dengan ini, "Islam" tampak sebagai subjek, sementara "Nusantara" adalah objek. Dengan demikian, Islam Nusantara adalah pengejawantahan ajaran Islam kepada masyarakat Nusantara. Dahulu misalnya, para Wali Songo mendakwahkan ajaran Islam yang ramah dan santun kepada masyarakat Jawa. Nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan yang bercorak  sufistik itulah yang membentuk corak keislaman yang berkembang di tanah air.

Menurut Gus Mus istilah Islam Nusantara bagi mereka yang tidak pernah ngaji akan geger dan kaget tetapi bagi yang pernah ngaji pasti tahu idhafah (penyandaran) mempunyai beberapa makna, dalam arti mengetahui kata Islam yang disandarkan dengan kata Nusantara. Beliau mencontohkan “air gelas” apakah maknanya airnya gelas, apa air yang di gelas, apakah air dari gelas, apa gelas dari air. Bagi santri di pesantren sudah diajari untuk memahami yang seperti itu. Menurutnya Islam Nusantara adalah Islam yang ada di Indonesia dari dulu hingga sekarang yang diajarkan Wali Songo, Islam yang damai, rukun, tidak mentang-mentang dan rahmatan lil alamin. Dan menurut Gus Mus, Wali Songo memiliki ajaran-ajaran Islam yang mereka pahami secara betul dari ajaran kanjeng Nabi Muhammad. Wali Songo tidak hanya mengajak bil lisan, tetapi juga bil hal (keteladanan), tidak mementingkan formalitas tetapi inti dari ajaran Islam.

Nusantara kita pernah mengenal sejumlah peradaban yang mencengangkan dunia: Sriwijaya, Malaka, Aceh, Makassar dan Majapahit. Kekuatan maritim dan ekonomi Nusantara begitu dahsyat di masa-masa awal kehadiran Wali Songo. Bahkan ada yang mengatakan, sepertiga perdagangan dunia dikuasai oleh Nusantara.

Pencangkokkan antara Islam dan peradaban Nusantara akan menghasilkan ketahanan dan energi aqwa (terkuat) yang tidak akan diruntuhkan oleh siapapun bahkan negara manapun. Inilah yang dilakukan oleh para Wali Songo dan ulama pendiri NU, khususnya Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari, yang melahirkan  prinsip berbangsa dan bernegara “Hubbul Wathan Minal Iman: Nasionalisme bagian dari Iman”, kemudian melahirkan lagu perjuangan “Syubbanul Wathan” karya KH. Wahab Hasbullah serta melahirkan PANCASILA oleh Sukarno.

Ulama Aceh Minta Jokowi Bersabar

🇲🇨Ulama Aceh Minta Jokowi Tetap Sabar Menghadapi Fitnah Yang Keji


Para ulama Aceh meminta Presiden Jokowi untuk tetap bersabar dalam menghadapi fitnah keji yang dialamatkan kepadanya di tahun Politik ini.

“Diam dan bersabar terhadap orang yang jahil adalah jawaban yang tepat,” kata Waled Nuruzzahri Samalanga pada pertemuan Presiden Jokowi dengan Ulama Aceh, Jumat (1412/2018) di Banda Aceh.

Keunikan Muslim NUsantara

*Keunikan Muslim NUsantara*

Modeling merupakan sebuah istilah khusus yg sepertinya hanya di miliki oleh komunitas pesantren atau Muslim di Nusantara ini. Modeling sendiri merupakan bagian penting dalam pembentukan tradisi intelektual kaum Sunni. Modeling dalam ajaran Islam bisa di identikan sebagai uswatun hasanah, yakni contoh ideal yg selayaknya di jadikan panutan oleh sebuah komunitas tertentu.
Modeling dalam dunia pesantren sendiri agaknya lebih di kenal dg sebutan "tasyabuh",  sebuah ajaran penting yg populer sbb :
 وتشبهوا ان لم تكونوا مثلهم، ان
 التشبه بالرجال فلاح
 "serupakan dirimu jika kamu tidak bisa seperti mereka, sesungguhnya proses identifikasi penyerupaan dg para tokoh adalah sebuah kemenangan".

Modeling sendiri dalam dunia pesantren hanya di fokuskan pada person2 tertentu, yakni Nabi dan Walisongo . Tak di ragukan lagi bhwa keduanya merupakan contoh ideal dan keduanya merupakan kiblat muslim Nusantara.

Bagi kaum pesantren/muslim Nusantara, minimal ada dua model yg harus di jadikan panutan, yakni Muhammad Saw yg di anggap sebagai model universal yg harus di ikuti oleh muslim seluruh dunia termasuk muslim Nusantara itu sendiri, dan juga Walisongo yg dianggap sebagai model domestik.

Dengan kekayaan dua model ini, kaum pesantren atau Ummat Islam Nusantara membedakan dirinya dg muslim modernis indonesia, sekaligus menampilkan partikularitas serta unikum tersendiri di banding Ummat Islam di belahan dunia lainnya.
Dan itulah hebat dan uniknya Islam NUsantara yg tidak akan pernah di miliki oleh ummat Islam lainnya.

A'wan PRINU KSB

Proyek Strategis Nasional Yang Selesai dibangun

Berikut rincian 68 PSN yang rampung dan beroperasi di 2019 dengan nilai Rp 260,46 triliun.

Selesai di 2016:
1. Jalan Tol Gempol-Pandaan, Jatim 14km (Rp 1,47 triliun)
2. Bandara Sentani, Jayapura, Papua (Rp 1,47 triliun)
3. Bandara Juwata, Tarakan, Kaltara (Rp 1,39 triliun)
4. Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (Rp 1,67 triliun)
5. Bandara Mutiara, Palu (Rp 1,39 triliun)
6. Bandara Matahora, Wakatobi, Sultra (Rp 662 miliar)
7. Bandara Labuan Bajo, Pulau Komodo, NTT (Rp 662 miliar)
8. Pengembangan Bandara Soekarno Hatta (Termasuk Terminal 3), Banten
(Rp 4,7 triliun)
9. Pelabuhan Kalibaru, DKI Jakarta (Rp 12,0 triliun)
10. Pipa Gas Belawan-Sei Mengkei kapasitas 75 mmscfd, Sumut (Rp 1,21 triliun)
11. PLBN & SP Entikong, Kab. Sanggau, Kalbar (Rp 152 miliar)
12. PLBN & SP Mota'ain, Kab. Belu, NTT (Rp 82 miliar)
13. PLBN & SP Motamassin, Kab. Malaka, NTT (Rp 128 miliar)
14. PLBN & SP Skouw, Kota Jayapura, Papua (Rp 166 miliar)
15. Bendungan Paya Seunara, Kota Sabang, NAD (Rp 57 miliar)
16. Bendungan Rajui, Kab. Pidie, NAD (Rp 138 miliar)
17. Bendungan Jatigede, Kota Sumedang, Jabar (Rp 4,82 triliun)
18. Bendungan Bajulmati, Banyuwangi, Jatim (Rp 454 miliar)
19. Bendungan Nipah, Madura, Jatim (Rp 213 miliar)
20. Bendungan Titab, Kab. Buleleng, Bali (Rp 496 miliar)



Selesai di 2017:
1. Jalan Tol Soreang-Pasirkoja, Jabar 11km (Rp 1,51 triliun)
2. Jalan Tol Mojokerto-Surabaya, Jatim 36,3km (Rp 4,98 triliun)
3. Jalan Akses Tanjung Priok, DKI Jakarta 16,7km (Rp 6,27 triliun)
4. Bandara Raden Inten II, Lampung (Rp 1,47 triliun)
5. Pengembangan Lapangan Jangkrik dan Jangkrik
North East Wilayah Kerja Muara Bakau, Kaltim (Rp 45,5 triliun)
6. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Nanga Badau, Kab Kapuas Hulu, Kalbar (Rp 154 miliar)
7. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Aruk, Kab Sambas, Kalbar (Rp 131 miliar)
8. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Wini, Kab Timor Tengah Utara, NTT
(Rp 130 miliar)
9. Bendungan Teritip, Kaltim (Rp 262 miliar)
10. Pembangunan Saluran Suplesi Daerah Irigasi Umpu Sistem (Way Besai), Lampung (Rp 1,078 triliun)

Selesai 2018
1. Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (21,04km) Rp 7,20 triliun
2. Jalan Tol Bogor Ring Road (11km) Rp 983 miliar
3. Kereta Api Prabumulih-Kertapati (bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) Rp 1,13 triliun
4. Kereta Api Tebing Tinggi-Kuala Tanjung (mendukung KEK Sei Mangkei, bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) Rp 750 miliar
5. Bandara Sultan Babullah, Ternate Rp 1,35 triliun
6. Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya Rp 323 miliar
7. Pengembangan Pelabuhan Kupang Rp 223 miliar
8. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Jambo Aye Kanan Rp 240 miliar
9. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Leuwigoong Kabupaten Garut Rp 300 miliar
10. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Gumbasa Rp 159 miliar
11. Pembangunan Smelter Morowali Rp 34,00 triliun
12. Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Talaud Rp 106 miliar
13. Palapa Ring Broadband di 457 Kab/ Kota melalui Pola Non KPBU (Rp -)

Selesai di 2019:
1. Palapa Ring Broadband di 57 Kab/Kota melalui Pola Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (KPBU) Rp 5,84 triliun
2. Pembangunan Smelter Bantaeng Rp 2,22 triliun
3. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Lematang Rp 279 miliar
4. Jalan Tol Manado-Bitung (39km) Rp 5,12 triliun
5.Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (99km) Rp 9,97 triliun
6. Jalan Tol Medan-Binjai (16km)-bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Rp 1,604 triliun
7. Jalan Tol Palembang-Simpang Indralaya (22km)-bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Rp 3,30 triliun
8. Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (140,9km)-bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Rp 16,79 triliun
9. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Lubuk Pakam-Tebing Tinggi (62km) Rp 4,07 triliun
10. Jalan Tol Pejagan-Pemalang (57,5km) Rp 6,84 triliun
11. Jalan Tol Pemalang-Batang (39,2km) Rp 4,08 triliun
12. Jalan Tol Batang-Semarang (75km) Rp 11,05 triliun
13. Jalan Tol Semarang-Solo (72,6km) Rp 7,44 triliun
14. Jalan Tol Solo-Ngawi (90,1km) Rp 11,34 triliun
15. Jalan Tol Ngawi-Kertosono (87km) Rp 3,83 triliun
16. Jalan Tol Kertosono-Mojokerto (40,5km) Rp 5,50 triliun
17. Jalan Tol Gempol-Pasuruan (34,2km) Rp 2,76 triliun
18. Jalan Tol Kunciran-Serpong (11,2km) Rp 3,48 triliun
19. Pembangunan Fly Over Dari dan Menuju Terminal Teluk Lamong (2,4km) Rp 900 miliar
20. Kereta Api Akses Bandara Adi Soemarmo Rp 925 miliar
21. Bandara Syamsuddin Noor Rp 2,31 triliun
22. Bandara Kertajati Rp 4,91 triliun
23. Pengembangan Bandara Ahmad Yani, Semarang Rp 2,18 triliun
24. Pelabuhan KEK Maloy Rp 204 miliar
25. Makassar New Port Rp 1,89 triliun 

Meluruskan Pernyataan “Nabi Marah Jika Agama Allah Dihina”

Meluruskan Pernyataan “Nabi Marah Jika Agama Allah Dihina”

Beredar di media sosial (medsos) potongan gambar yang berisi keterangan sebagai berikut:

‎كان صلى الله عليه وسلم لا يغضب لنفسه فإذا ا تنتهكت حرمات الله لم يقم لغضبه شيء

Diberi penjelasan bahwa ini ucapan Sayyid Thantawi, yang disarikan dari Hadits riwayat Hindun bin Abi Halah, yang dikeluarkan oleh Imam al-Thabarani dan Imam al-Tirmidzi. Lantas teks Arabnya diberi terjemahan sebagai berikut:

“Nabi SAW tidak marah untuk kepentingan (pribadinya). Namun jika agama Allah dihina (ajaranNya dilanggar), maka tidak ada sesuatu apapun yang bisa tegak di hadapan kemarahan beliau.”

Pernyataan lewat gambar dan video diviralkan untuk melegitimasi bahwa wajar orang Islam marah kalau ajaran agamanya dihina. Benarkah keterangan di atas? Mari kita ngaji bersama.

Pertama, terjemahan teks di atas cukup tendensius. Kalimat yang benar justru yang di dalam kurung “jika ajaranNya dilanggar”, bukan “jika agama Allah dihina”. Pengembangan makna (untuk tidak mengatakan terjemahan ini sudah dipelintir) ini yang bermasalah. Jadi terjemahan yang tepat adalah:

“Nabi SAW tidak marah untuk kepentingan (pribadinya). Namun jika ajaranNya dilanggar, maka tidak ada sesuatu apapun yang bisa tegak di hadapan kemarahan beliau.”

Apa maksudnya? Kita akan jelaskan di bawah ini setelah membahas soal sumber kutipan teks di atas.

Kedua, teks ini diriwayatkan dari Hindun bin Abi Halah. Siapa beliau? Abi Halah adalah suami Siti Khadijah sebelum menikah dengan Rasulullah SAW. Jadi Hindun itu adalah anak tiri Nabi Muhammad. Sewaktu Siti Khadijah menikah dengan Nabiyullah, Hindun ini berusia remaja dan tinggal bersama Nabi Muhammad dan ibunda Siti Khadijah.

Itulah sebabnya Hindun tahu persis seluk-beluk perilaku keseharian Nabi. Dalam riwayat panjang yang dikutip Sayyid Thantawi, seperti yang saya akan jelaskan di bawah, Sayyidina Hasan bertanya kepada pamannya, yaitu Hindun bin Abi Halah mengenai sosok sang Datuk.

Ketiga, entah mengapa yang diedarkan di atas adalah teks ucapan Sayyid Thantawi, mantan Grand Syekh al-Azhar dan Mufti Mesir, kok bukan teks Haditsnya langsung? Apa karena khawatir ada pertanyaan mengenai kesahihan status hadits dari Imam al-Thabarani dan Imam al-Tirmidzi? Maklum ada kecenderungan untuk menganggap seolah hanya Hadits dari Bukhari-Muslim saja yang sahih. Tentu tidak demikian.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi dengan lengkap dalam kitab asy-Syama’il. Saya tidak menemukannya dalam kitab Sunan al-Tirmidzi. Kitab Syama’il ini berkisah tentang sosok Rasulullah SAW. Ini dalam konteks pembahasan mengenai adab atau etika, bukan berkenaan dengan hukum agama. Kita bisa bandingkan kitab Syama’il ini dengan kitab Adab al-Mufrad yang ditulis oleh Imam Bukhari, selain beliau menulis kitab Sahih Bukhari yang terkenal itu.

Riwayat lengkap penuturan mengenai akhlak Nabi ini juga dicantumkan oleh Ibn Katsir dalam kitab al Bidayah wan Nihayah (6/33). Sanad hadits ini disebutkan oleh al-Hakim dalam kitab al Mustadrak (3/640). Hadits itu juga dikeluarkan oleh Imam Thabarani dan Ibnu Asakir seperti yang terdapat dalam kitab Kanzul Ummal (4/32) dan oleh Baghawi dalam kitab al-Ishabah (3/611).

Saya kutipkan teks terkait untuk memahami konteks pernyataan Hindun bin Abi Halah:

‎‫لا يتكلم في غير حاجة، طويل السكوت، يفتتح الكلام ويختمه بأشداقه، يتكلم بجوامع الكلم، فصل لا فضول ولا تقصير، دمث ليس بالجافي ولا المهين، يعظم النعمة وإن دقت لا يذم منها شيئا ولا يمدحه، ولا يقوم لغضبه إذا تعرض للحق شيء حتى ينتصر له.‬

“Rasulullah SAW tidak berkata-kata kecuali seperlunya, beliau lebih sering diam. Beliau memulai dan menyudahi pembicaraan dengan sepenuhnya, dan tidak bicara dengan bibir saja. Perkataannya singkat tetapi mempunyai makna dan hikmah yang dalam. Tidak mencela dan tidak pula memuji dengan berlebihan. Tidak ada seorangpun yang bisa melawan kemarahannya jika kebenaran didustakan sehingga beliau memenangkan kebenaran itu.”

‎‫وفي رواية: لا تغضبه الدنيا وما كان لها، فإذا تعرض للحق لم يعرفه أحد، ولم يقيم لغضبه شيء حتى ينتصر له، لا يغضب لنفسه ولا ينتصر لها، إذا أشار أشار بكفه كلها، وإذا تعجب قلبها، ‬

Dalam riwayat lain dikatakan, “Rasulullah SAW tidak marah disebabkan urusan duniawi, tetapi apabila kebenaran didustakan, beliau SAW akan marah tanpa ada seorangpun yang bisa tegak dihadapan kemarahan beliau, sehingga beliau memenangkan kebenaran itu baginya.

Beliau tidak marah berkaitan dengan kepentingannya sendiri, dan tidak pernah memberikan hukuman karena dirinya sendiri. Apabila beliau menunjuk atau memberi isyarat ke arah sesuatu, beliau akan menunjuknya dengan seluruh telapak tangannya. Apabila beliau merasa takjub, beliau akan membalikan telapak tangannya.”

Maka jelas konteks marahnya Rasul itu bukan karena soal dihina, tapi karena soal kebenaran yang dilanggar atau didustakan. Sebenarnya teks senada juga tercantum dalam kitab Sahih Bukhari (hadits no 6288), Sahih Muslim (4294) dan Sunan Abi Dawud (4153).

Saya cantumkan teks dari Sahih Bukhari:

‎٦٢٨٨ – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ مَا خُيِّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَأْثَمْ فَإِذَا كَانَ الْإِثْمُ كَانَ أَبْعَدَهُمَا مِنْهُ وَاللَّهِ مَا انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ فِي شَيْءٍ يُؤْتَى إِلَيْهِ قَطُّ حَتَّى تُنْتَهَكَ حُرُمَاتُ اللَّهِ فَيَنْتَقِمُ لِلَّهِ

“Rasul memilih perkara yg ringan jika ada dua pilihan selama tidak mengandung dosa. Jika mengandung dosa, Rasul akan menjauhinya. Demi Allah, beliau tidak pernah marah karena urusan pribadi, tapi jika ajaran Allah dilanggar maka beliau menjadi marah karena Allah (lillah).”

Jadi sekali lagi jelas bahwa ini konteksnya Rasulullah bukan marah karena agama Allah dihina. Tapi marah kalau kebenaran/ajaran Allah dinodai dengan cara melanggar atau mendustai ajaran Islam itu sendiri. Jadi marahnya Rasul itu semata karena Allah, bukan karena dendam pribadi apalagi karena urusan politik pilpres dan pilkada di TPS (tempat pemungutan suara).

Yang banyak terjadi sekarang ini lain lagi. Kita marah, terus kita –mengutip Gus Mus — sok penting seakan-akan Allah juga ikutan marah. Emang siapa kita sih?!

Terus kita marah-marah dengan kutip sana-pelintir sini, biar disangka Allah ikutan marah juga. Kok teganya Nabi yang diutus untuk menyempurnakan akhlak dan Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu dianggap sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit terhina.

Bersabda Rasulullah SAW:

لَمَّا قَضَى اللهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ اْلعَرْشِ : إِنَّ رَحْمَتِيْ غَلَبَتْ غَضَبِيْ

Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)

Luar biasa kan, kasih sayang Allah itu melebihi murkaNya! Kalau kita terbalik: marahnya kita sampai ke ubun-ubun hingga lepas kontrol mengeluarkan kosa kata yang tidak pantas, dan marahnya terus berkepanjangan dari 2014 sampai 2019 –boro-boro kita mau belajar menahan amarah agar bisa menyayangi dan menebar rahmat untuk semesta. Duh, Gusti….

Oleh Gus Nadirsyah Hosen
Penulis adalah Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand.

8 JENIS MANUSIA YANG DIBENCI ALLAH

8 JENIS MANUSIA YANG DIBENCI ALLAH
1. Orang yang tergolong miskin namun sombong
Jika diibaratkan sebagai suatu perusahaan, orang miskin yang sombong itu adalah perusahaan yang bangkrut.Sombong di sini bukan hanya perkara perilaku, ucapannya yang ‘besar’, namun juga termasuk malas beribadah pada Allah, atau tidak berupaya memperbagus amalan dan lebih tekun beribadah.
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri(Lukman : 18).
2. Orang yang berpunya tapi pelit
Seharusnya orang yang diberi kelebihan rezeki, maka ia lebih banyak berbagi pada orang lain. Namun jika ia bersikap kikir, maka hal tersebut termasuk yang dibenci Allah. Apalagi sangat takut hartanya akan berkurang jika harus bersedekah atau berbagi pada yang membutuhkan.
Rasulullah mengancam orang yang semacam ini bukan bagian dari orang-orang yang beriman.
Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka. (HR. Hakim).
3. Para Ulama yang Komersial
Sebenarnya fenomena sekarang sudah terlihat ditelivisi-telivisi. Banyak para ulama yang memiliki jam terbang yang sangat tinggi hingga sukar ditemui umat,
Meskipun diperbolehkan untuk dakwah dengan mengutip biaya untuk sekedar biaya operasional, akomodasi dan profesionalitas, namun bukan berlebih-lebihan dan bahkan sarana untuk memperkaya diri sendiri
Celakalah bagi ummatku dari ulama buruk yang menjadikan agama ini sebagai komoditas, yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Allah pasti tidak akan menjadikan bisnis mereka memperoleh keuntungan. (HR. Hakim).
4. Wanita yang minim rasa malu
Terlihat pada zaman sekarang ini, rasa malu wanita sudah mulai luntur. Meski ada hal yang menggembirakan karena semakin banyak yang memakai baju muslim, hanya saja banyak pula yang tidak penuhi kaidah-kaidah dalam berpakaian.
Bukan hal dalam berpakaian, cara berjalan, bertutur kata dan berperilaku, wanita sekarang sudah mulai menepiskan rasa malunya. Hingga fitnah dan maksiat semakin bertambah.
5. Orangtua yang malas beribadah, suka dunia.
Semakin tua, sebenarnya Allah sudah beri peringatan untuk semakin mendekatkan diri padaNya. Rambut memutih, tidak bugar lagi, dihinggapi berbagai macam penyakit dan banyak hal lainnya, sebenarnya pertanda semakin dekat dengan kematian. Namun yang terjadi masih banyak orangtua yang menghamba pada keduniawian dan malas untuk beribadah.
6. Pemuda yang yang tak berkarya
Sangat disayangkan jika menjumpai pemuda hanya berkutat dengan kesenangan semata.
Seharian berkutat dengan gadgetnya, atau interaksi dengan dunia maya, tanpa bergerak untuk belajar lebih giat, berkarya untuk lebih maju dan membanggakan atau bekerja lebih giat dan keras, inovatif dan kreatif. Jika hanya pandai menghabiskan waktu untuk keduniawian semata, foya-foya bahkan kemaksiatan. Hal ini sangat dibenci Allah.
7. Pemimpin negara / wilayah yang keji
Pemimpin seharusnya mengayomi rakyat, adil dan jauh dari kejam. Ia selaiknya menyejahterakan rakyatnya dengan baik, namun jika ia malah sebaliknya berbuat semena-mena maka nerakalah tempat pemimpin yang dzalim.
Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang dzalim (Ali Imran : 151).
8. Ahli ibadah yang riya’
Hal seperti ini amat sangat harus dihindari oleh para ahli ibadah. Karena perbuatan riya mereka memang tidak disadari sepenuhnya, seperti meremehkan orang lain yang ibadahnya tidak benar, ataupun mengira bahwa ibadahnya diterima, sedang yang lain tidak, maka ia menjadi pribadi yang sombong.
Semoga kita bisa berusaha untuk menjadi pribadi yg lebih baik..
Semoga bermanfaat!

Ditawari Jadi Presiden, Kyai Hasyim Asy’ari Justru Menyerahkan ke Soekarno

Ditawari Jadi Presiden, Kyai Hasyim Asy’ari Justru Menyerahkan ke Soekarno



Setelah berhasil menduduki bumi Indonesia, Jepang mengambil alih kekuasaan dan segera mendekati para tokoh pribumi. Ihwal ini dibahas oleh Zainul Milal Bizawie, dalam kesempatan diskusi di Islam Nusantara Center (INC), Sabtu (5/8).

Penulis buku “Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad” ini mengatakan “Ketika Belanda kalah, Jepang sudah mengetahui siapa di antara tokoh di Indonesia ini yang paling memiliki pengaruh”.

“Jepang tahu yang paling berpengaruh adalah Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari”, tandas Gus Milal.

Melalui utusannya, Jepang bertandang menemui Hadratus Syaikh. Karena beliau satu-satunya yang bisa memiliki pengaruh sampai akar rumput.

Jepang memilih mendekati kelompok di luar keraton, daripada mendekati  yang lain terutama pihak keraton atau ningrat yang dianggapnya selama ini diberikan fasilitas oleh kolonial Belanda.

“Di sinilah Pesantren dan kiainya dirangkul dan didekati”, ujar Milal yang juga penulis buku “Masterpiece Islam Nusantara” ini.

Beberapa tahun sebelum mengusir kolonial Belanda, jelas Milal, Jepang telah mengirim informannya sehingga tahu kelompok-kelompok mana yang harus didekati.

Namun, sewaktu pemerintahan Jepang, Mbah Hasyim Asy’ari juga pernah dipenjara karena dianggap melawan kebijakan Jepang. Meskipun demikian, ketika dalam Perang Dunia II  Jepang mengetahui hampir kalah, Jepang sempat bertanya, “siapa yang pantas jadi Presiden memimpin Indonesia? Dari berbagai masukan, disimpulkan yang paling pantas dan mendapat dukungan  luas menjadi Presiden memimpin Indonesia ini adalah KH. Hasyim Asy’ari”, terang Milal.

Kemudian Jepang mengirim seorang tokoh pergerakan bernama Maruto, seorang tokoh Murba, untuk menemui Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Menurut putranya, Maruto menyampaikan pesan dari seorang Jenderal bahwa Jepang menginginkan Mbah Hasyim Asy’ari untuk menjadi Presiden. Tapi mbah Hasyim menolak. Dan setelah beberapa kali utusan tersebut datang, mbah Hasyim mengatakan “yang pantas memimpin Indonesia ini, bukan saya tapi Soekarno”. Apalagi, Mbah Hasyim meyakini bahwa kemerdekaan RI bukan pemberian Jepang, melainkan perjuangan sendiri.

“Karena itu, dengan dukungan Mbah Hasyim Asy’ari, Soekarno memperoleh pengaruh kuat dalam lingkungan pesantren dan kelompok Islam.” pungkas milal. Itulah kenegarawanan dan keikhlasan Mbah Hasyim dan dunia pesantren, mempercayakan NKRI ini dipimpin oleh Soekarno. Inilah sejarah bangsa yang jangan sampai dilupakan.

Kenyataan ini menunjukkan bagaimana jaringan dan pengaruh kuat Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ar serta peran beliau dalam menegakkan Republik ini. (Aditia).
Www.jagatngopi.com

NU DAN MD, Mbah Hasyim yang WASKITO

🇮🇩NU Dan MD adalah seperti kakak dan adik di ormas islam indonesia. Dalam pergerakan awalnya MD mengambil arah moderat yg mana di sektor ini belum tergarap oleh ulama' 2 NU secara maksimal karena NU lebih konsen pada pilar tradisional yg memiliki akar budaya kuat melekat bagi rakyat indonesia. NU secara histori memang berdiri sejak tahun 1926 namun secara hakekatnya NU ada sejak awal da'wah islam yg dibawak oleh para sunan wali songo. Beliaunya Hadrotis Syeh Mbah Hasyim berupaya mengorganisir kekuatan islam tradisional yang ada lewat sebuah ormas yang bernama NU tujuan utamanya agar dakwah Islam yang indah warisan leluhur Bangsa Indonesia  seperti  wali songo dan habaib serta ulama' punden tidak tergerus oleh pola dakwah ekstrem ala wahabi yang dikenal sangat masiv dalam memberangus nilai2 budaya dan warisan sejarah.
 Terbukti begitu rezim saud berkuasa seluruh situs sejarah rasul baik di makkah dan di madinah diberangus.

 Beliau mbah hasyim memang sosok yang waskito (KASYAF).  Dan ternyata benar apa yang jadi prediksi beliau munculnya faham2 radikal dan ekstrem ini bersumber dari Dinasty Assaud.

 Alhamdulilillah Indonesia ada NU dan Muhammadiyah sehingga mampu menjawab tuduhan bahwa Islam agama yang tegak dengan pedang dan darah pada dunia dengan dakwah islam rahmatan lil alamin bernuansa nusantara.
Ini wajib kita syukuri.
semoga NU dan MD selalu jalan seiring seperti seiringnya mbah hasyim dan mbah dahlan.ilahi amin

Habib Mustafa  Alhasani

Daftar 50 orang Indonesia, bukan karena maen WA

*Daftar 50 orang Indonesia*
*terkaya setelah Tax-Amnesty*
Melansir Globe Asia 20/3/17

*50● Osbert Lyman*
Lyman Group: Property, plantations
US$ 898 juta
*49● Jusuf Kalla dan keluarga*
Kalla Group
899 juta
*48● Boenjamin Setiawan & keluarga*
Kalbe Farma
US$ 899,3 juta
*47● Sandiaga Uno*
Saratoga, Recapital : Private equity, investment
US$ 900 juta
*46● Alexander Tedja & Melinda Tedja*
Pakuwon Group
US$ 902 juta
*45● Benny Subianto*
Persada Capital Group
US$ 905 juta
*44● Hashim Djojohadikusumo*
Arsari Group
US$ 1,030 miliar
*43● Tomy Winata*
Artha Graha Group
US$ 1,1 miliar
*42● Luntungan Honoris*
Modern Group
US$ 1,15 miliar
*41● Johan Lensa*
J Resources
US$ 1,26 miliar
*40● Gunawan Jusuf*
Sugar Group Companies
US$ 1,3 miliar
*39● Handojo Santoso*
Japfa Comfeed Group
US$ 1,52 miliar
*38● Sugianto Kusuma (Aguan)*
Agung Sedayu, Bank Artha Graha
US$ 1,53 miliar
*37● Martias & Tjiliandra Fangiono*
First Resources
US$ 1,55 miliar
*36● Mu’min Ali Gunawan*
Panin Group
US$ 1,57  miliar
*35● Husein Djojonegoro*
ABC, Orang Tua Group
US$ 1,61 miliar
*34● Teddy Thohir dan Garibaldi Thohir*
TNT Group
US $1,642 miliar
*33● Rusdi Kirana*
Lion Air Group
US$ 1,65 miliar
*32● Dato Low Tuck Kwong*
Bayan Resources
US$ 1,68  miliar
*31● Hartadi Angkosubroto dan Husodo Angkosubroto*
Gunung Sewu Group
US$ 1,75 miliar
*30. Murdaya Poo dan Siti Hartati Murdaya*
Central Cipta Murdaya
US$ 1,78 miliar
*29● Kartini Muljadi dan Handojo S Muljadi*
Tempo Scan Group
US$ 1,85 miliar
*28● Suryadi Darmadi*
Duta Palma Nusantara Group
US$ 1,88 miliar
*27● Benjamin Jiaravanon dan Jialipto Jiaravanon*
Charoen Pokphand Indonesia
US$ 1,92 miliar
*26● Lim Hariyanto Wijaya Sarwono*
Harita Group
US$ 1,93 miliar
*25● The Nin King*
Argo Manunggal Group
US$ 1.95  miliar
*24● Djoko Susanto*
Sumber Alfaria Trijaya
US$ 1,985 miliar
*23●  Aksa Mahmud*
Bosowa Corporation
US$ 2,1 miliar
*22● Ciputra*
Ciputra Group
US$ 2,2 miliar
*21● Jakob Oetama dan Lilik Oetama*
Kompas Gramedia Group
US$ 2,3 miliar
*20● Haryanto Adikoesoemo AKR Corporindo*
US$ 2,48 miliar
*19● Hary Tanoesoedibjo*
MNC Group
US$ 2,56 miliar
*18● Eddy Sariaatmadja dan Fofo Sariaatmadja*
Elang Mahkota Teknologi
US$ 2,72 miliar
*17● Edwin Soeryadjaya*
Saratoga, Recapital, Plantation BB
US$ 3,6miliar
*16● Martua Sitorus*
Wilmar International
US$ 3,8 miliar
*15● Tahir*
Mayapada Group
US$ 3,85 miliar
*14● Peter Sondakh*
Rajawali Group
US$ 3,87 miliar
*13● Sjamsul Nursalim*
Gajah Tunggal Group
US$ 3,88 miliar
*12● Theodore P Rachmat* Triputra Group, Adaro
US$ 3,9 miliar
*11● Mochtar Riady*
Lippo Group
US$ 4,2 miliar
*10● Sukanto Tanoto*
Royal Golden Eagle
US$ 4,8 miliar
*9● Eddy William Katuari*
Wings Group
US$ 4,85 miliar
*8● Aburizal Bakrie*
Bakrie Group
US$ 4,86 miliar
*7● Putera Sampoerna*
Sampoerna Strategic
US$ 4,865 miliar
*6● Sri Prakash Lohia* Indorama Group
US$ 4,87 miliar
*5● Chairul Tanjung*
CT Corp
US$ 5,7 miliar
*4● Susilo Wonowidjojo*
Gudang Garam
US$ 7,3miliar
*3● Eka Tjipta Widjaja*
Sinar Mas Group
US$8,6 miliar
*2● Anthoni Salim*
Salim Group, First Pacific
US$ 10,2 miliar
*1● Robert Hartono & Michael Hartono*
Djarum Group BCA
US$ 10,5 miliar
___________________
*Mohon maaf apabila  nama Anda belum terdaftar. Bisa jadi Anda belum maksimal dalam berusaha. Atau, bisa jadi juga Anda terlalu banyak WA-an.*
🙏😁

Mbah Siddiq, Kyai Pedagang yang Mengislamkan Jember

Mbah Siddiq, Kyai Pedagang yang Mengislamkan Jember
Di Jember yang gelap, banyak hutan dan menyeramkan ini, Kyai Shiddiq diperintah gurunya (Kyai Cholil Bangkalan) untuk berdakwah. Penduduk Jember pada saat itu masih sedikit, selain telah ada agama Hindu dan Budha, Islam ketika itu sangat sedikit. Selain itu, penduduk Jember banyak yang melakukan perjudian, perampok, berzina, dan lain-lain.
Selain berdakwah, Kyai Shiddiq juga berprofesi sebagai pedagang kain, sarung, alat-alat pertanian, kitab, dan lair-lain. Seringkali la berdagang keliling di Jember, Rambipuji, Kencong, Balung dan Ambulu. Barang dagangan Kyai Shiddiq cukup laris, karena beliau terkenal jujur dan berperilaku simpatik. Sebagai Da'i, Beliau ajarkan agama pada murid-muridnya di pasar. Ketika ada pembeli, aktivitas mengajar dihentikan sejenak untuk melayani pembeli. Setelah selesai, ia teruskan kembali aktivitas mengajamya. Akhimya, banyak orang menghadap Kyai Shiddiq untuk belajar agama, karena orang tertarik pada pribadinya yang jujur, sopan, baik dan simpatik Keteladanan pribadi beliau mencontoh keteladanan Rasulullah Saw.
Syahadatain. Fatihah, Tahiyyati, Fasholatan dan Al Qur'an. Dengan sabar ia ajarkan satu-persatu, dan secara praktis ia ajarkan pula akhlaq dan aqidah. Cara Kyai Shiddiq mengajar agidah dan akhlaq adalah bercerita. Tentu saja metode bercerita ini, mudah ditangkap bagi muri d-muridnya. Ketika muridnya tidak datang, dihabiskan waktunya dengan membaca Al Quran dan dalailul khairat. Bila sudah terasa banyak ngaji Qur'an, lalu la pindah ngaji dalail. Dan hampir setiap malamnya, waktu Kyai Shiddiq sering digunakan untuk beruzlah (menyepi) di makam hibah Cholifah. Makam Waliyullah Mbah Cholifah yang terletak di Tempean. Menurut riwayat, Mbah Cholifah adalah ulama dan tentara pasukan Pangeran Diponegoro yang melarikan diri ke Jember.
Setiap hari habis berdagang dan pulang ke Gebang, Kyai Shiddiq selalu mengendarai dokar. Banyak orang Jember yang faham dokar kesukaan beliau, yakni dokar yang tertutup rapat di samping dan belakangnya. Mengapa?, karena di dalamnya Nyai Shiddiq ikut. Kyai Shiddiq sendiri, lebih suka duduk sendirian di depan bersama kusir dokar, bahkan seringkali harus menambah ongkos dokarnya setengah rupiah, hanya agar bisa duduk sendiri.
Ternyata, beliau lakukan itu semata-mata agar bisa tenang membaca dan menghafal Al-Qur'an. Tentu saja, kusir dan orang lain yang menumpang menjadi segan mengajaknya ngobrol Walhasil, dengan membaca dan menghafalkan setiap harinya tercapailah cita-cita Kyai Shiddiq. Beliau hafal Al-Qur'an dalam tempo ± 4 tahun dari atas dokar.
Ternyata, berdakwah yang dilakukan di tengah-tengah keramaian pasar dan juga berkeliling ke daerah-daerah di sekitar Jember adalah strategis. Dengan berdakwah di tengah-tengah keramaian, justru banyak orang yang mengetahui dan tertarik untuk mengikutinya. Dan Kyai Shiddiq, tidak hanya dikenal di Jember saja. Di daerah Ambulu. Rambipuji, Kencong, Balung dan lain-lain banyak mengenalnya sebagai "Kyai Pedagang".
Setelah dirasa tidak memungkinkan bagi beliau untuk berdakwah sambil berdagang, karena dianggap kurang efektif. maka Kyai Shiddiq merencanakan membangun musholla di sebelah rumahnya di Gebang. la ingin mewujudkan cita-citanya sejak mondok, yaitu mendirikan pondok pesantren. Tujuan Kyai Shiddiq mendirikan pondok pesantren yang masih berupa lang-gar ini adalah:
1. Menyiarkan dan mewariskan ilmu.
2. Tempat pendidikan anak dalam rangka mengangkat derajat ummat islam
3. Usaha untuk menyiapkan ulama atau muslim yang bertaqwa.
Masyarakat banyak berdatangan ke langgar Kyai Shiddiq untuk mengaji. Mereka umumnya adalah santri yang pemah diajar beliau di berbagai tempat.
Syarat-syarat menjadi santrinya Kyai Shiddiq antara lain:
1. Berjanji "menata niat mengaji" hanyalah semata-mata untuk beribadah. Seandainya niatnya untuk mencari ilmu saja, maka ditolak.
2. Tidak boleh ngaji lain sebelum bagus bacaan Qiro'atus Syahadati, Usholliyani, Fatihahi, Tahiyyati, Adzan dan Igomah serta Qiro'atul Qur'annya.
3. Wajib patuh pada peraturan pondok, karena beliau menginginkan mencetak kader-kader Islam yang tangguh.
Dalam mendidik santri, Kyai Shiddiq lebih menfokuskan pada kader (santri) yang berorientasi pada amal (kelakuan) dari pada tingginya ilmu semata yang didapatkan. Ini sangat logis, sebab masyarakat saat itu dalam taraf kebodohan dan kejahatan moral. Mereka akan mudah menerima ajakan/da'wah dari orang-orang yang bisa di contoh kelakuannya yang baik (uswatun hasanah). Mereka masih belum sampai pada taraf/ukuran konflik pendapat dalam hujjah agama. Masyarakat mudah di bimbing dengan praktek yang sederhana dan contoh nyata.
Praktek-praktek ibadah yang dilakukan secara istigomah di terapkan langsung oleh beliau. Beliau bimbing dan diawasi ketat praktek sholat berjama' ahnya, ketepatan waktu adzan, dziqir, dan lain-lain. Bila sudah jadi -artinya santri yang siap diterjunkan ke masyarakat- santri ditempatkan di daerah-daerah yang strategis.
Daerah-daerah strategis dalam berdakwah adalah
1. Masjid-masjid yang banyak dirintis oleh beliau.
2. Kampung-kampung yang ramai penduduk.
3. Daerah-daerah hitam (sarang kejahatan)
Santri yang mula-mula ngaji di langgar Gebang antara lain Dahlan dari Kaliwungu Jawa Tengah - kemudian menjadi Kyai di Jenggawah, dan Ali dari Angsana Mumbulsari. Kemudian disusul oleh santri-santri dari daerah lain, sehingga langgar itu penuh santri ngaji. Keinginan Kyai Shiddiq adalah membuat pondokan santri yang mengelilingi langgar. Tetapi keinginan itu sulit terealisir karena posisi langgar berhimpitan dengan rumah-rumah penduduk di Gebang.
Kyai Shiddiq berikhtiar mencari tanah yang lebih luas untuk mewujudkan cita-citanya itu, membangun pesantren dengan pondok-pondok santri yang mengelilinginya Berdasarkan hasil istikharah, Kyai Shiddiq temukan tanah idamannya itu di daerah Talangsari (di tanah wagaf Kyai Shiddiq sekarang). Tanah yang luasnya ± ½ hekktar itu masih berupa tanah sawah. Kemudian pada tahun 1915, Kyai Shiddiq pindah rumah ke Talangsari. Dan tentu saja semua santrinya ikut pindah. Rumah di Gebang kemudian ditempati oleh KH Mahmud (putranya) yang sekaligus Kyai Mahmud melanjutkan pengajaran agama di Musholla Gebang itu.
Musholla dan rumah baru di Talangsari dibangun, beliau dibantu oleh H. Alwi dan Bang Abd. Rachman, H. Alwi banyak sekali menyumbangkan dana untuk kepentingan pembangunan rumah kyai dan musholla di tanah waqaf Jadilah tanah idaman itu sebagai pesantren yang dicita-citakan sejak du1u. Pesantren itu tidak ada namanya. Hanya orang Jember mengenalnya sebagai Pesantren KH. Shiddiq. Dan ndalem Kyai di Talangsari ada 2, yaitu: (1) Ndalem utara musholla (sekarang rumah Drs KH Nazir Muhammad MA) adalah ndalem Nyai Maryam dan (2) Ndalem selatan Musholla (sekarang rumah Gus Eri ) adalah ndalem Nyai Mardliyah.
Santri yang sudah dianggap cukup menimba ilmu pada Kyai tihiddiq dan merencanakan pamit, Kya’i Shiddiq selalu menasehati sebagai berikut:
1. Dirikanlah musholla, walaupun sederhana dan kecil. Dengan mendirikan musholla, maka tidak mungkin santri lupa pada sholat berjamaah. Disamping itu, menuntut santri tersebut mengamalkan ilmu di masyarakat. Mengamalkan ilmu agama khususnya tentang sholatwudlu, terutama pada anak-anak. Dengan mengajarkan anak-anak ilmu agama maka sedini mungkin sudah menyiapkan generasi masyarakat yang iman dan taqwa.
2. Santri hendaknya merintis berdirinya masjid. Untuk daerah yang belum terlaksana sholat Jum'at. Atau santri hendak ikut mengisi kegiatan masjid, seperti khotbah, pengajian lain-lain.
3. Pada hari raya `Idul Fitri dan `Idul `Adha, para santri hendaklah mengajak masyarakat untuk meramaikannya dengan cara bertakbir, membersihkan dan memperindah lingkungan. Pagar rumah dan dinding dikapur dan ruangan rumah ditata terkesan istimewa (lain dari biasanya).
Ketiga pesan yang sederhana itu, dilakukan dengan istigomah (sungguh-sungguh). Kyai Shiddiq sendiri sering mengunjungi para santrinya di tengah-tengah kesibukan berdagangnya. Beliau selalu mengingatkan tentang "musholla, mengajar dan sholat jum'at dengan mencek: Apakah si santri sudah mendirikan musholla/langgar?, Apakah si santri mengamalkan ilmunya (mengajar dan Apakah di daerahnya (kampung si santri) sudah melaksanan sholat Jum' at?
Hasilnya ternyata sangat nampak, banyak musholla yang didirikan di desa-desa. Dan para santri diwajibkan untuk mengajar masyarakat, khususnya anak-anak Begitu pula daerah-daerah yang belum ada masjidnya, maka beliau memprakarsainya sebagaimana pondirian musholla-musholla, seperti: Di Baratan, Pak Bardak (tokoh masyarakat Baratan dan santri Talangsari) ketika berinisiatif mendirikan masjid, tetapi la tidak memiliki dana. "Kyai, nopo njenengan ngersahaken teng mriki ? "(Kyai, apakah Kyai menghendaki tanah di sini?
Maksudnya adalah menanwarkan tanah untuk kegiatan da'wah) ", tanya Pak Bardak "lyo, tapi, gawehen masjid. Aku Insya Allah khotbah ning masjid kene..." (Iya, Tapi buatlah masjid. Dan aku insya Allah khotbah (di masjid sini) ", jawab Kyai Shiddiq.
Kemudian beliau kumpulkan masyarakat Baratan untuk niusyawarah. Dan diputuskan untuk bergotong-royong membangun masjid di atas tanah jariyah Pak Bardak tersebut. Ada yang menyumbang dana, , dan ada yang menyediakan material dan ada pula yang menyediakan tenaganya.
Masjid-masjid yang didirikan beliau atau diprakarsai berdiri oleh beliau antara lain
1. Masjid Jamik Jember (Masjid Al-Baitul Amin)
2. Masjid Talangsari (Masjid Sunan Nur)
3. Masjid Kebonsari (Masjid Rachmat)
4. Masjid Angsana Mumbulsari.
5. Masjid Sukosari Sukowono.
6. Masjid Subojatian, Pakusari.
7. Masjid Bangsalsari.
8. Masjid Sumber Pinang - Kalisat.
9. Masjid Baratan Patrang.
10. Masjid Bintaro Patrang.
11. Masjid Klompangan, Jenggawah.
12. Masjid Pace, Silo.
13. Masjid Bunder, Sukowono.
Kyai Shiddiq mengisi khotbah Jum'at di masjid-masjid tersebut secara bergiliran. Dalam khotbahnya menggunakan bahasa Arab (tidak diterjemahkan). Ternyata dalam strategi mendirikan masjid, musholla dan mengajarkan ilmu tersebut adalah da'wah yang berhasil. Fungsi masjid dan musholla sebagai tempat beribadah sholat dan tabligh (menyampai agama) telah menyebarkan Islam secara merata di daerah Jember.
Putera-putranya yang sejak usia muda telah menjadi Kyai antara lain: KH. Mansur, KH. Achmad Qusyairi, KH Machmudz, KH. Mahfudz Shiddiq, KH. Abdul Halim Shiddiq, KH. Abdullah dan KH. Achmad Shiddiq. Para menantu antara lain: KH. Abdullah bin KH. Umar, KH. Muhammad, KH. Hasyim dan KH. Dhofir Salam. Keberhasilan tersebut tentu dipengaruhi pula oleh pola kehidupan sehari-hari dimasa hayatnya. Mungkin kita bertanya, bagaimana pola kehidupan Kya’i Shiddiq sehingga Allah memberinya taqdir dengan dikaruniainya keturunan yang selanjutnya menjadi ibarat mutiara-mutiara.
Ternyata, Kya’i Shiddiq adalah sosok yang sangat "istiqamah", yaitu: tekun, telaten, ajeg, terus-menerus dengan tidak bosan-bosan dan mengamalkan apa saja yang dapat diamalkan. Hampir setiap hari Kyai Shiddiq selalu bangun pada jam 3 malam untuk sholat sunnat tahajjud, riyadhah maupun sholat-¬sholat sunnah lainnya. Menjelang subuh kyai keliling pondok mcmbangunkan santri. Beliau keliling sambil membawa tongkat penjalin, damar ublik (obor) dan teko berisi air. Dengan tongkatnya beliau ketok pintu-pintu pondok para santri.
Terkadang kyai membangunkan santri dengan cara menabuh blek gembreng, sehingga bersuara gaduh dan memekakkan telinga. Bahkan setiap santri yang terlelap tidurnya, pasti aka menjadi sasaran guyuran air ceret yang selalu dibawanya. Sesudah adzan (santri bernama Ilyas yang ditugaskan sebagagai Mu'adzin), kyai sendiri selalu memimpin pujian (dzikir sebelum sholat subuh, setelah sebelumnya kyai melaksanakan sholat Qobliyah terlebih dahulu. Setelah berzikir/pujian kemudian melakukan sholat jamaah Subuh.
Pada umumnya, wiridan baru akan selesai sampai surya muncul agak tinggi. baru kemudian kyai masuk ke "kamar khusus" di sebelah utara tempat imam di musholla. Di kamar khusus" itulah tempat Kyai Shiddiq menyepi, beribadah sholat sunnat dan lain-lain. Santri tak seorangpun yang berani masuk kamar tersebut. Karena dalam "kamar khusus" itu Kyai Shidang melakukan sholat Dluha dan sholat-sholat sunnah lainnya Selesai sholat Kya’i biasanya melanjutkan dengan mengaji Al-Qur'an dan membaca dalailul khairot. Selain sebagai seorang hafidz, Kyai Shiddiq sangat istiqamah menghatamkan Alquran ; setiap minggu.
Secara runtut, batas-batas bacaan Al-Qur' an dalam seminggu sebagai berikut:
1. Hari Jum'at membaca Al Fatihah s.d Al -Maa'idah
2. Hari Sabtu membaca Al-An'am s.d At-Taubah
3. Hari Ahad membaca Yunus s. d Maryam
4. Hari Senin membaca Thaha s. d Al-Qashash
5. Hari Selasa membaca Al-Ankabut s.d Shaad
6. Hari Rabu membaca Az-Zumar s.d Ar-Rakhman
7. Hari Kamis membaca Waqi' ah s. d An-Naas
Sekitar pukul 08.00 sampai jam 09.00 pagi. Kyai mengajar Fasholatan dan Al-Qur'an. Kitab Fasholatan yang diajarkan adalah hasil karangan beliau sendiri. Biasanya ketika mengajar Fasholatan dan Al-Qur'an banyak menggunakan cara-cara sorogan. Usai sorogan Fasholatan dan AI-Qur' an, barulab Kyai masuk ke ndalem untuk sarapan pagi. Setelah itu, Kyai masih meneruskan kembali sholat-sholat sunnah, mengaji Al-Qur'an dan membaca Dalail.
Baru pada sekitar jam 10.00 sampai jam 12.00 siang Kyai Shiddiq mengajar ngaji kitab kuning. Dalam pengajian kitab kuning ini, Kyai Shiddiq banyak menggunakan cara weton/bandongan. Cara Weton adalah cara pengajian kitab yang berasal dari istilah jawa, karena pada umumnya waktu pengajian disesuaikan dengan waktu-waktu tertentu seperti usai waktu sholat, dan sebagainya/ Secara teknis dalam pengajian cara weton ini Kyai membaca dan menerangkan kitab yang diperuntukkan secara massal. para santrinya memperhatikan kitabnya sendiri sambil membuat catatan-catatan (tentang arti maupun keterangan dari kyai).
Selesainya pengajian, Kyai Shiddiq makan siang bersama-sama keluarga dan khaddamnya. Kemudian mengerjakan sholat Dzuhur secara berjama'ah. Sebelum sholat dzuhur, bersama - sama melakukan dzikir/pujian dan sholat sunnah Qobliyah.
Selesai sholat, lalu wiridan yang bacaannya lebih pendek dari dzikir ba'da subuh. Disambung dengan sholat sunnah Ba'dliyah dzuhur dan mengajar ngaji Al-Qur'an dan Fasholatan. Santri yang dibolehkan ngaji Al-qur'an adalah yang sudah lulus (fasih/tartil bacaan) Syahadati, Fatihati, Tahiyyati Sholati, adzan dan igamah. Bila bacaan masih belum tartil tetap masih harus mengaji Fasholatan saja. Selesai mengajar, barulah Kyai Shiddiq istirahat (tidur) sebentar. Begitu bangun, Kyai Shiddiq melakukan sholat sunnah berkali-kali, mengaji Al¬qur'an dan membaca dalail. Amalan sholat sunnah yang istiqamah dilakukannya 100 rakaat dalam sehari-semalam serta mengkhatam dalail sehari sekali.
Waktu ashar tiba, beliau sholat sunnah berkali-kali dan para santri membaca syi'ir "Aqidatul 'Awam". Lalu sholat jama'ah Ashar dan Dzikir. Dzikir ba'da sholat Ashar sama dengan dzikir ba'da sholat subuh. Kemudian dilanjutkan dengan pengajian kitab Ihya 'Ulu¬widdin dan Shohih Buchori ". Selesai mengajar, Kyai masuk dalem melanjutkan mengaji Al-Qur'an dan dalail sampai masuk waktu Maghrib. Sebelum sholat jama'ah Maghrib.
Dzikir ba'da sholat Maghrib sama dengan dzikir ba'da subuh. Selesai berdzikir dilanjutkan sholat sunnah Ba'diyah dan ngaji. Pengajian ba'da sholat Maghrib adalah Al-Qur'an dan F'asholatan yang teknisnya diatur sebagai berikut:
1. Santri dewasa dan tartil bacaannya harus membaca Qur' an 1 juz, sehingga dalam sebulan sudah harus hatam. Tempat mereka di dalam musholla.
2. Santri bocah harus ngaji Al-Qur'an dan Fasholatan di luar langgar. Mereka diajar Badal Kyai yaitu Haji Baidlowi (lurah pondok asal Madura) dan Abdul Azis.
Selesai ngaji (tanpa turun dari langgar) lalu bersama-sama pujian gobliyah sholat Isya' dan sholat sunnah rawatib. Kemudian melaksanakan sholat Isya' berjama'ah dan dilanjutkan dengan wiridan dan sholat sunnat rowatib. Wiri¬dannya sama dengan wirid ba'da sholat `Ashar. Di ndalem Kyai Shiddiq melakukan sholat sunnat berkali-kali, ngaji Qur'an dan dalail sampai "sare" (tidur). Khusus pada malam Jum'at ba'dal maghrib, kyai Shiddiq memimpin bacaan Barzanji. Dan pada malam Senin ba'da Maghrib, membaca Diba'. Semula pemba¬caan Diba' dilakukan malam Jum'at dan Barzanji pada malam Senin.
Suatu saat ketika sedang memimpin pembacaan (pada malam Senin) itu, tiba-tiba Kyai Shiddiq melihat kehadiran Rasulullah Saw hadir dan berdiri di pintu. Spontan, Kyai Shiddiq merobah bacaannya dengan Diba'. Maka sejak peristiwa inilah, pembacaan Diba' dilakukan setiap malam Senin dan malam Jum'at untuk Barzanji. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Rotibul Haddad (Rotib Sayyid Abdullah Alawi Al-Haddad).
Aktivitas mengajar Kya’i Shiddiq yang sangat padat itu dilakukan tatkala telah banyak santri yang ngaji pada beliau. Sebelumnya, Kyai Shiddiq membagi waktunya dengan berda¬gang sebagai ma'isahnya (mata pencahariannya hidupnya). Kegiatan mengajar yang full tersebut membuat Kyai Shiddiq harus mengalihkan perhatian dari aktivitas berdagang pada santrinya dan putra-putranya.
Nampaknya, Kyai Shiddiq terus dijaga oleh Allah Swt. dari makanan hasil perbuatan haram karena sifat wiro'i beliau. Wiro'i adalah sikap yang selalu menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela, seperti makruh dan subhat (tidak jelas, apakah dibolehkan oleh agama atau tidak), terlebih lagi haram yang jelas dilarang. Mbah Siddiq tidak berkenan mengajar kitab menggunakan papan tulis, sebab ayat-ayat Al Quran yang ditulis papan yang kemudian dihapus, berjatuhan. ini kan sama dengan menelantarkan lembaran Mushaf yang robek.
Mbah Sidiq dan NU
Setelah NU berdiri, KH. Hasyim Asy'ari mengutus KH. Abdul Wahab Hasbullah dan KH. Masykur untuk sowan kepada Mbah Sidiq. Tujuannya adalah meminta dukungan kepada beliau dan memintanya agar sudi masuk dalam struktur pengurus. Dalam pertemuan itu beliau tidak langsung menjawab. Beliau meminta waktu barang semalam untuk meminta petunjuk. Pada keesokan harinya beliau baru memberikan jawaban. Isi dari jawabanya adalah beliau sangat respek dengan lahirnya NU.
Akan tetapi, beliau keberatan apabila ikut masuk dalam jajaran
pengurus. Alasannya adalah beliau ingin berkonsentrasi mengurus para santri. Dalam kesempatan itu beliau mengatakan bahwa anak cucunyalah yang akan ikut mengurus NU.
Sesuai dengan jawabannya pada waktu itu, di kemudian hari anak cucunya mendarmabaktikan hidupnya untuk kebesaran NU.
Banyak dari mereka duduk dalam pengurus teras NU. Tercatat KH. Mahfudz Sidiq sebagai Ketua Umum PBNU, KH. Abdullah Sidiq sebagai Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Achmad Sidiq sebagai Rais Am PBNU. Mereka adalah putra-putra Mbah Sidiq. Dari golongan cucu tercatat KH. Abdul Hamid Pasuruan, sang Waliyullah, KH. Ali Mansur, pencipta Salawat Badar, H.
A Hamid Wijaya sebagai Ketua PP GP Ansor yang pertama dan Katib Am PBNU, dan Hizbullah Huda sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim.
Mbah Sidiq wafat pada hari Ahad Paing, 9 Desember 1934 M dalam usia 80 tahun. Beliau meninggalkan beberapa karya tulis, di antaranya adalah nadzam kitab Safinah dan meninggalkan keturunan yang mayoritas hafal Al-Qur’an dan menjadi pengasuh pesantren. Keturunan yang berkah ini termasuk dari buah yang didapat dari lakon riyadhah beliau.
Beliau selalu menyempatkan waktu disela-sela berdagang untuk menghafal Al-Qur’an. Begitu juga ketika perjalanan pergi-pulang ke pasar. Sehingga dalam waktu empat tahun beliau dinyatakan sebagai hafidz Al-Qur’an. Beliau dimakamkan di pemakaman keluarga di Turbah Condro, Jember, Jawa Timur.
Salah satu keturunan beliau juga mempunyai karya yang mendapat apresiasi dari ulama internasional. beliau adalah KH. Ahmad Sidiq. Karya beliau juga berupa nadzam atas kitab Safinah. Dari nadzam tersebut ada seorang ulama bermadzhab Maliki yang tertarik untuk memberi syarah. Judul karyanya tersebut bernama Inârat ad-Duja bi Tanwîr al-Hija bi Nadzmi Safînah an-Naja.
Lahumul Fatihah...
Like Fanpage ULAMA & KIAI Nusantara