Ngopi Neng Warung

50 Makanan Terenak di Dunia

Juara 1 dan 2 makanan ter *"enak"* di dunia diraih Indonesia.
Nasi Sambal Tumpang Kediri (1), Nasi Goreng (2) dan Sate (nomor 14).

Berikut Daftar 50 makanan terenak sedunia versi CNN tahun 2017.

*1. Nasi Sambal Tumpang, Kediri Indonesia*
*2. Nasi Goreng, Indonesia*
3. Sushi, Jepang
4. Tom Yam Goong, Thailand
5. Pad Thai, Thailand
6. Som Tam, Thailand
7. Dim Sum, Hongkong
8. Ramen, Jepang
9. Bebek Peking, China
10. Massaman Curry, Thailand
11. Lasagna, Italia
12. Kimchi, Korea
13. Chicken Rice, Singapura  
*14. Sate, Indonesia*  
15. Es Krim, Amerika Serikat
16. Kebab, Turki
17. Gelato, Italia
18. Croissant, Perancis
19. Green Curry, Thailand
20. Pho, Vietnam
21. Fish n Chips, Inggris
22. Egg Tart, Hongkong
23. Bulgogi, Korea
24. Fried Rice, Thailand
25. Cokelat, Meksiko
26. Penang Assam Laksa, Malaysia
27. Tacos, Meksiko
28. Barbecue Pork, Hongkong
29. Chili Crab, Singapura
30. Cheeseburger, AS
31. Fried Chicken, AS
32. Lobster (global)
33. Seafood Paella, Spanyol
34. Shrimp Dumpling, Hongkong
35. Neapolitan Pizza, Italia
36. Moo Nam Tok, Thailand
37. Potato Chips, AS
38. Warm Brownie and Vanilla Ice Cream (global)
39. Masala Dosa, India
40. Bibimbap, Korea
41. Galbi, Korea
42. Hamburger, Jerman
43. Fajita, Meksiko
44. Laksa, Singapura
45. Roti Prata, Singapura
46. Maple Syrup, Kanada
47. Fettucini Alfredo, Italia
48. Parma Ham, Italia
49. Lechon, Filipina
50. Goi Cuon, Vietnam

Sumber :
https://amp.cnn.com/cnn/travel/article/world-best-foods-readers-choice/index.html        

*Bangga jadi Bangsa Indonesia
*Merdeka .......!!!*
*AKU❤NKRI*
🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩

MARS PPNI

*"MARS PPNI"*

Persatuan Perawat Nasional Indonesia wujud
ikatan profesi perawatan. Tempat membina dan
mengembangkan kemampuan diri dalam
membuktikan keberadaannya.
Menapaklah dengan
keyakinan lebih pasti, sejajar dalam abdikan diri,
Bangkit berdiri Dan langkahkan kakimu itu
menatap hari esok penuh asa.

Wahai perawat
Indonesia bangkitlah dan majulah untuk menolong skalian
yang menderita, Kuatkanlah pribadimu
tingkatkan pengetahuan 'tuk memb'rikan
asuhan keperawatan, Kita melangkah untuk mengisi
pembangunan, bangsa Negara Indonesia Untuk
menghantarkan bangsa mnuju sehat semua,
dengan semangat jiwa Pancasila

Tercapai derajat
kesehatan setingi- tinginya bagi warga Negara
Indonesia. Sebagai bukti kiprahnya mahkota putih
sucinya dalam mendukung pembangunan
kesehatan bangsa, Kami berhimpun dalam PPNI
yang utuh, padu bersatu serta selaras, Perawat
Indonesia akan mampu angkat citranya di mata
dan hati insan dunia.

Evaluasi Diri

" Evaluasi Diri "

Jika Imam Syafi’i rahimahullah merasa mendapat bencana saat melihat betis seorang gadis yang tak sengaja tersingkap. Aku malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.

Jika Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat Ashar. Aku malah biasa saja, berulang kali tertinggal meski azan terdengar berkumandang.

Jika Urwah bin Zubair Radhiyallahu 'anhu tak terganggu salatnya saat pisau mengamputasi kaki. Aku bahkan terganggu, hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.

Jika Nabi Ibrahim AS sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali. Aku malah santai saja, meski jumlah dustaku sudah tak terhitung lagi.

Jika ‘Aisyah Radhiyallahu 'anha menyesal mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan. Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi legam dan pekat kehitaman.

Jika Umar bin Abdul Azis Radhiyallahu 'anhu bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara. Aku malah keasyikkan menggunakan fasilitas negara dan atau perusahaan, seakan milikku saja.

Jika serpihan pagar kayu rumah orang yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “Sang Kyai” tertahan untuk masuk surga. Aku malah enak saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.

Sudah begitu … pede pula meminta masuk surga. Astaghfirullah!

Memang hari ini dunialah yang nyata, dan akhirat hanya cerita. Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita.

Ada pesan nabi SAW, "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)

Ya Allah, ampunilah hamba..

آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ

Laki Laki Beristri dengan Wanita Bersuami itu pemikirannya beda .

Laki Laki Beristri dengan Wanita Bersuami itu pemikirannya beda
.
Kalau Istri...
Saat ada acara dengan temannya, akan melibatkan suaminya untuk ikut serta.
Karena bagi istri kebahagiaannya tak akan lengkap tanpa suami di sisinya.
.
Tapi suami... ??
Sebagian besar biasanya pergi seenaknya bersama temannya tapi tidak mau melibatkan istri.
Kalian hidup hanya untuk kesenangan diri kalian saja...
Lihat keadaannya... ??
Apakah masih pantas... ??
Kurasa hanya suami Egois lah yg seperti itu..
.
Banyak sekali hubungan kandas karena persoalan teman...
Ini bukan hal sepele.
Tapi ini hal yg serius.
Karena saat sekali saja tidak bisa saling mengerti hati pasangan, Maka seterusnya akan menjadi petaka..
Sebelum dan sesudah menikah itu kehidupannya berbeda.
Belajarlah menjadi suami yg bisa dewasa menempatkan diri.
Antara teman dan keluarga ada batasan waktunya.
Jangan jadikan kesenanganmu bersama temanmu menjadikan perpisahan di keluargamu...
Boleh saja pergi berkumpul.
Tapi paskan waktu dan kondisimu..
.
Karna istri saja sudah korbankan waktu dan segalanya untuk suami.
Tapi suami kenapa sebaliknya... ??
Tidakkah suami melihat seperti apa seorang istri pun ingin kalian utamakan??
Disini banyak sekali kekeliruan pemahaman..
Kasihan sekali jika ada suami yg lebih mengutamakan kesenangannya bersama temannya dibanding menjaga hati istrinya..
.
Istri yg baik memang tidak akan mengekang suaminya.
Tapi suami yg baik adalah ia yg dapat membedakan mana yg lebih utama antara istri dan keluarganya.
Atau temannya yg hanya taunya soal itu itu saja.
Kalau ingin seorang istri tidak melarang kamu melakukan kesenanganmu.
Berikanlah sikap yg bijak.
Karna kedamaian seorang istri terletak pada kepercayaannya pada suami.
Jika sekali saja telah ternodai...
Maka jgn harap istri menyuntik kedamaian pada hati suami
Semoga keluarga kita dijauhkan dr hal tsb...Aamiin... 😇🤗

Kawruh Boso Jowo

Weruh Wasis Waskitho Waspodo Wicaksono.

WERUH.
Weruh Itu Tataran Dasar Dalam Mempelajari Suatu Hal. Maksutnya: Pada Tataran Ini Seseorang Mempelajari Sesuatu Masih Bersipat Pengetahuan Secara Ansich.

WASIS.
Wasis Adalah; Pendalaman Lebih Lanjut Dari Weruh. Pada Tataran Ini, Orang Itu Sudah Dapat Memilah Milah KAWERUH Yang Dia Dapat Atau Punyai Dan Menyisihkan Yang Tidak Selaras Serta Menggenggam Yang Selaras Dengan Diri Pribadi Dan Lingkungan Kehidupan Bermasyarakat.

WASKITHO.
Waskitho Ini Merupakan Ketajaman Diri Setelah Mempraktekan Apa Apa Yang Telah Diweruhi.

WASPODO
Waspodo Ini Merupakan Sikap Diri Seseorang Dalam Melihat, Menerima Dan Menghadapi Setiap Sesuatu Dalam Kehidupan Bermasyarakat. Berdasarkan Apa Apa Yang Telah Dia Dapat Pada Tataran Waskitho.

WICAKSONO.
Wicaksono Ini Merupakan Aplikasi Diri Dalam Bersikap, Berpikir Dan Bertindak Dalam Kehidupan Bermasyarakat.
Memahami EMPAN PAPAN.
Memahami SITUASI DAN                  KONDISI...🚬☕🚬☕🚬🇮🇩💚🇮🇩🇮🇩🤟🏻🤟🏻🤟🏻

Tutorial Bermain Admob Aplikasi Android

SER TUTORIYAL CARA MAEN ADMOB
Pertama-tama minimal niat dulu,
kalo udah,
Skill dasar harus bisa desain gambar dulu buat icon appmu, bisa pake korel, potosop, atu pain. ->
Belajar dulu bikin app bisa tanya2 di Github atau Stackoverflow , Disana banyak master2 yang siap dibawelin 24 jam dan gratis, Bahkan ada yang nyediain library asset opensource jadi gratis tinggal comot gak perlu buat dari nol, tinggal rangkai saja dan harus masukin credits biasanya udah ada credits dan licensenya. Tapi kalo tanya harus pake bahasa inggris ya. Gak bisa bahasa inggris? Bisa belajar dulu.. Malas belajar? Tenang ada google translate.
Nb : di stackoverflow kamu harus cari dulu thread yang sama dengan yang mau kamu tanyakan, kalo ternyata yang kamu tanya udah pernah dibahas, kamu bakalan kena flag.
Lanjut
Kalo udah bisa,
Cari Inspirasi dan Referensi -> Bikin konsep -> Tentukan nama aplikasi(penting biar gampang keindex), tentukan package name dan keystore(penting buat upgrade versi appmu nanti) ->Build aplikasi (bisa pake android studio, eclipse, atau kalo lebih gampang pake unity engine biar sedikit koding (tp tetep harus bisa dikit2 , unity pake bahasa C#/Csharp beda sama android studio yang pake java, bisa belajar dari forum diatas, ada dibahas semua) kelebihan unity bisa di build di multi platform, bisa di iOS juga -> Bikin akun admob -> deploy ad unit kedalam appmu (kalo gaktau caranya bisa tanya di forum atas) -> Test -> Bikin Akun google play console bayar $25 harus pake CC, kalo gakpunya bisa beli VCC di kaskus/tokped banyak kisaran 350-400rb , dulu bisa pake VCN BNI tapi kabarnya dah gak bisa (atau kalo gakmau modal bisa ke getjar, aptoide dll ,pokoknya dipublish, tapi pasar terbesar tetap google play store ya) -> upload and publish -> done -> sabar dan tunggu bom waktu
-> kalo memungkinkan , rajin update biar menjaga rating appmu
Kalo appmu yoi pasti banyak yang review atau di upload market lain kayak apk4fun, apkpure dll, jadi otomatis nambah kemungkinan di download diluar google play. Tapi kalo km upload di google play nggak boleh di upload di market lain, karena ada policynya. Tapi kalo orang lain yang upload saya kurang tau, tapi yang penting jangan upload sendiri, kecuali share direct link langsung ke google play. Sejauh ini saya aman-aman saja. Dan setau saya kalo akun google play console max 3x banned lalu akunmu di banned permanent. Kalo mau bikin lagi harus bikin baru bayar $25 lagi dan dengan email berbeda.Google play console sama dengan adsense, nggak boleh multiple akun dalam 1 device.
Nggak cuma android, iOS juga bisa di tempelin admob. Kalo untuk build di aplikasi iOS bisa pake unity tapi kamu harus punya lisensi developer dulu, kaya google play console, tapi untuk apple developer. Jadi sebelum build harus udah punya akun developer dulu karena pas kamu mau build pasti di minta i license key. Murah, Bayar sekitar $100 pertahun.
Tambahan, kalo bisa bikin app, revenue nggak cuman dari admob doang, bisa bikin donasi, aplikasi berbayar dan in app purchase. Jangan dikira nggak laku karena pengguna2 bule siap ngrogoh kantong, kalo applu emang yoi.
Intinya butuh semangat belajar dan perjuangan, niat lan ora keno sambat
Itu stepnya buat yang siap terjun di dunia admob dan bingung caranya maen admob. InsyaAllah barokah.
Sekian wasalam.

Jadilah NU Murni Jangan Jadi NU Nano-nano

Jadilah NU Murni Jangan Jadi NU Nano-nano

Jadilah NU kaffah.
Jangan NU setengah, Setengah wahabi, separuh HTI, separuh FPI, lebih-lebih setengah gila....

Jadilah NU Murni Jangan Jadi NU Nano-nano. Menjadi Nahdhiyyin Murni atau Nahdliyyin Kaffah, menurut istilah Ahmad Tsauri, maksudnya yaitu menjadi Nahdhiyyin yang bukan rasa nano-nano, ada rasa Wahabi, FPI, apalagi rasa HTI.

Kali ini kami sajikan tulisan menarik yang ditulis di DutaIslam.dot.com yg mengulas tulisan Ahmad Tsauri, alumni Lirboyo dan murid Maulana Habib Lutfi bin Yahya.
Dia menulis seperti di bawah ini:
" Kita pun akan amat sulit mengerjakan gerakan riil apabilai generasi muda NU sendiri tidak begitu faham pemikiran, ajaran, kearifan, filosofi dan NU secara epistemologis. NU tidak lebih dari sebatas label. Jadi tidak usah heran bila ada NU rasa Wahabi, NU rasa HTI, NU rasa FPI, NU rasa Arab, dll… Jika NU merupakan proses pelembagaan kebijaksanaan Islam Indonesia yang mengakomodir otentisitas sekaligus lokalitas maka NU sekian banyak rasa itu tidak lagi NU. Melestarikan paham NU sama dengan mengawal keutuhan NKRI…..”

Dan Duta Islam mengulasnya sebagai berikut:
" Sepakat dengan Tsauri, menjadi _nahdliyin_ tersebut tidak mudah. Jangan kira kalau kamu tahlilan, maulid, manaqiban, kamu sudah menjadi NU. Maka itu, semua ulama NU menambahkan kata ✨an-nahdliyah✨ sesudah #ahlussunah_wal_jama’ah. Ini untuk memisahkan Aswaja NU dengan Aswaja banyak rasa yang disebutkan Tsauri di atas.

Pengertian #Aswaja_An_Nahdliyah tidak cuma mencakup aspek amaliah, yaitu mengikuti salah satu dari mazhab 4 dalam fiqh, Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam akidah, dan Al-Junaid dan Al Ghazali dalam tasawuf, tapi pun meliputi sikap hidup (ideologi) yang terangkum dalam: #tawasuth_(moderat), #tasamuh_ (toleran), #tawazun_ (seimbang, proporsional).

Tiga prinsip ini menjadi landasan NU dalam menyikapi sekian banyak persoalan: kebangsaan, politik, sosial, ekonomi, budaya. Dalam politik, garis politik NU ialah politik kebangsaan. Hadrotussyekh Hasyim Asy’ari menegaskan, nasionalisme dan agama tak dapat dipisahkan, dua-duanya saling menguatkan.

“Agama saja tanpa nasionalisme tak bisa menyatukan bangsa, adapun nasionalisme tanpa agama akan kering nilai-nilai” demikian yang sering dikatakan oleh KH. Said Aqil Siradj, ketum PBNU.

Inilah sikap #tawazun_ (seimbang) NU dalam politik. Jadi NU Murni dan Kaffah akan difitnah sampai panas telinga. Sikap ini bukan tanpa resiko. Resikonya NU difitnah dengan sekian banyak macam dakwaan yang memanaskan telinga.

Ingat, tahun 1965 saat NU menyimpulkan untuk bergabung dengan koalisi NASAKOM, tujuannya ialah untuk mengimbangi kekuatan PKI di pemerintahan, KH. Wahab Hasbullah dinyinyiri oleh Masyumi. Beliau difitnah sebagai antek PKI, tergila-gila jabatan, gila uang, dan tuduhan-tuduhan keji lainnya.

Bahkan seorang figur Masyumi dengan sarat kebencian berkata, “jika kepala Kiai Wahab dibelah, maka isinya ialah palu arit….” Apa reaksi Kiai Wahab? Cuek. Mungkin Mbah Wahab dalam kesendiriannya berkata, “Biarlah sejarah yang bakal membuktikan….” Dan sejarah memang sudah membuktikannya, bahwa perbuatan Mbah Wahab benar. Kebalikannya, Masyumi yang dibubarkan oleh Sukarno.

Kondisi sekarang ini agak-agak serupa dengan tahun 65-an. Tokoh-tokoh NU difitnah, dibully dimedsos, dan terang-terangan dicela, dimaki. Boleh jadi sejarah pun bakal berulang, mengenai siapa yang bakal dibubarkan. Politik kebangsaan yang diangkat oleh NU pun menegaskan bahwa NU menampik ideologi khilafah dan turunannya. Semacam NKRI bersyari’ah yang diperjuangkan oleh FPI dan kawan-kawannya. NU menampik dakwah dengan cara-cara radikal (radikal perkataan dan tindakan) dan revolusioner, sebab berpotensi menggangu keutuhan bangsa.

Cara-cara demikian berpotensi memunculkan perpecahan bangsa, sebab pasti bakal mendapat perlawanan dari kumpulan kelompok nasionalis dan non muslim. Kaidah fiqh-nya, “Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada memungut kemaslahatan”.
Alhasil, maka jadilah NU Murni dan kaffah, jadilah nahdhiyyin kaffah. Jangan NU separuh. Separuh wahabi, separuh HTI, setengah FPI, lebih-lebih setengah gila, hehe…
Caranya dengan mengetahui dan mempelajari sejarah NU, Aswaja An-Nahdliyah, Nilai Dasar dan Perjuangan NU, ideologi NU, garis politik dan kebijakan NU, serta profil dan kiprah kiai-kiai dan tokoh-tokoh NU yang sudah memberi warna dalam sejarah perjalanan bangsa ini. (al)

(Artikel ini sudah terbit di sejumlah media, seperti forum detik, arrahmah.co.id, nahdliyin.id, muslimoderat, dan lain-lain. Kami persembahkan lagi di sini, sebab tulisan tetap relevan dengan situasi dan kondisi keindonesiaan sekarang ini.)

#AkuNU
#ASWAJAAnNahdhiyah
#HWMI #NU

*IKUTI 7 SUNNAH NABI SETIAP HARI*

*IKUTI 7 SUNNAH NABI SETIAP HARI*
                           
Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat dan yang sekejap untuk hidup yang panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal
cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
.
.
● *Pertama*,
Shalatlah Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat Tahajjud-nya.
.
● *Kedua*,
Bacalah Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
.
● *Ketiga*,
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
.
● *Keempat*,
Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha
.
● *Kelima*,
Jagalah sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
.
● *Keenam*
Jagalah wudhu karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu.
Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangi dia,ya Allah”.
.
● *Ketujuh*,
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan beristighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.        

*Ada tiga do'a yang janganlah kau lupakan dalam sujudmu*

*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah :*
_*Allahumma inni as'aluka husnal khotimah*_
Artinya : " Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah "

*2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat :*
_*Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut*_
Artinya: " Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "

*3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya :*
_*Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika*_
Artinya: " Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU "

Jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik maka kami doakan menjadikan kemudahan urusan urusanmu di dunia & akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke surga

Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 orang..

*SEKECIL* apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...
Smga kita semua termasuk dlm golongan orang² yang bertaqwa,, aamiin... tolong baca sebentar aja Kita dzikir sebentar ingat اَللّهُ ...

*"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”*

Sebarkanlah... InsyaaAllah kita akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT

 آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Kesamaan Hoax dan Pemalsuan Hadist

Dalam menyebarkan kebohongan-kebohongan, ternyata di sisi lain mereka juga pembela calon-calon / grup / partai tertentu. Inilah yang mungkin disebut Cherian George dalam buku Pelintiran Kebencian sebagai bagian dari ternak politik.
Dahulu, pemalsuan hadis juga tidak lepas dari faktor ini. Muhammad ‘Ajjaj al-Khatib dalam As-Sunnah Qabla At Tadwinnyamenceritakan secara rinci kronologi munculnya Hadis-Hadis palsu pada zaman itu. Bermula pada peristiwa terbunuhnya Usman bin Affan yang berdampak pada mengkristalnya instabilitas politik antara kedua golongan, yakni Ali bin Abi Thalib yang didukung penuh oleh masyarakat Hijaz dan Irak serta Muawiyah yang didukung oleh masyarakat Mesir dan Syam.
Ketegangan antara kedua termanifestasi dalam perang Siffin yang berujung pada peristiwa Arbitrase (tahkim). Kesepakatan dilaksanakannya tahkim sendiri telah menimbulkan perpecahan dalam kelompok-kelompok Islam. Mulai munculnya Khawarij, Syiah (pro Ali) dan golongan Pro Muawiyah.
Dipercaya atau tidak, ketiga golongan ini sebenarnya muncul atas landasan politik. Hal ini terbukti dari asal muasal berdirinya, yakni peristiwa tahkim antara Muawiyah dan Ali yang merupakan proses perebutan hak-hak politik.
Kemunculan tiga golongan inilah yang menjadi asal muasal munculnya Hadis-Hadis palsu yang digunakan untuk membela kepentingan-kepentingan mereka. Muncullah Hadis-Hadis palsu tentang kelebihan dan keutamaan khulafa ar-rasyidin, kelebihan-kelebihan kelompok tertentu, kelebihan-kelebihan ketua-ketua partai, bahkan muncul pula Hadis-Hadis yang secara tegas mendukung aliran-aliran politik dan kelompok-kelompok agama tertentu.
Masa-masa instabilitas politik saat itu sebenarnya disebabkan adanya hoax berupa hadis-hadis palsu yang telah terdistribusikan dengan sangat masif. Baik melalui mulut ke mulut, maupun dari mimbar-mimbar ceramah. Jika bisa dikategorikan, penyebaran hoax berupa hadis-hadis palsu tersebut bisa dilakukan oleh perorangan; kelompok.
Dalam karyanya yang berjudul al-Manhal al-Lathif fi Ushul al-Hadis as-Syarif, Sayyid Alawi al-Maliki menjelaskan beberapa faktor dibuatnya hadis-hadis palsu: pertama, mempertahankan kepentingan pribadi; kedua, mendekatkan diri kepada pejabat tertentu (orang-orang yang berkepentingan); ketiga, mencari rizki; keempat, membela pendapat tertentu walaupun salah; kelima, menarik simpati orang untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, termasuk mengajarkan anak-anak tentang agama.
Di sisi lain, Ajaj al-Khatib menambahkan beberapa tujuan penggunaan Hadis palsu, di antaranya: politik, diskriminasi etnis dan kabilah, serta kepentingan mengunggulkan mazhab fikih maupun kalam.
Faktor dan tujuan sebagaimana disebutkan di atas merupakan hal yang sebenarnya terjadi dan benar-benar ada di antara hal-hal yang melatarbelakangi munculnya hoax.Khususnya yang terjadi sekarang, sebagaimana dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Islam namun penyebar hoax seperti sekarang.

Dari Demokrasi Menuju Khilafah

*Dari Demokrasi Menuju Khilafah*

Anda mungkin gak setuju dg judul tulisan di atas. Khususnya jika Anda penganut paham Adem (anti demokrasi). Sangat mustahil "produk jahiliyah" nyambung ke sistem syari'ah. Sampe kiamat pun dua sistem itu gak mungkin menyatu.

Ok gaes... kita gak usah menanggapi judul di atas secara emosional. Ada baiknya kita menengok sejarah Turki.

Sejak dibubarkannya sistem Khilafah oleh Kenal Atatturk, Maret 1924, Turki menganut paham sekuler. Para penguasa dan pengendali Negara Turki memaklumatkan, bahwa Islam adalah biang kerok penyebab kemunduran Turki.

Karena itu, Islam sbg dasar negara dan konstitusi dihapus. Pasca itu,  sekularisasi mewarnai seluruh kehidupan rakyat Turki. Yang pro maupun kontra thd kebijakan penguasa yg sekuler, tetap  harus patuh menjalankannya.

Mulai dasar konstitusi, undang2 pendidikan, sistem politik, sistem bisnis dan perbankan, sistem sosial, dlsb, seluruhnya sekuler. Islam dan seluruh simbolnya betul2 dienyahkan dari kehidupan rakyat Turki. Hijab sangat terlarang.

Apakah dg sistem sekuler, lantas Turki menjadi maju? Tidak sama sekali...! Bahkan semakin hancur2an. Korupsi dan dekadensi moral merajalela. Ekonomi hancur. Layanan pendidikan dan kesehatan amat tidak manusiawi. Transportasi publik mengenaskan. Lira (mata uang Turki) menjadi mata uang yg nilai kursnya terendah di dunia. Sampai2 Turki sekuler mendapat julukan "the sick man from Europe".

Selama hampir 100 tahun rakyat Turki harus menanggung kemiskinan yg luar biasa. Apakah kalangan yg anti sekuler tidak kena getah kesengsaraan Turki? Tentu saja tidak. Mereka ikut menanggung beban penderitaan itu.

Beberapa aktivis Islam yg istiqomah berupaya ingin mengubah situasi itu. Muncullah nama antara lain; Necmetin Arbakan dan muridnya Racep Tayyep Erdogan. Tapi mereka tetap ikut alur permainan demokrasi sekuler negara itu. Mereka mendirikan Partai Refah, tapi dijegal penguasa. Keduanya bahkan pernah dijebloskan ke dalam penjara.

Erdogan mundur dari partai Refah, bersama Abdullah Gul mendirikan AKP. Partai ini ikut pemilu akhir 2000-an, dan menang. Pada pemilu berikutnya 2005, AKP menang telak (61%). Berdasarkan konstitusi Turki, single mayority, bisa melakukan amandemen undang2.

Celah inilah yg digunakan Erdogan melakukan Islamisasi Turki. Erdogan menginstruksikan rakyatnya kembali pada Allah. Larangan jilbab di tempat umum dicabut. Bahasa Arab diajarkan kembali di sekolah2 negeri. Al Qur'an dan Hadits menjadi mata pelajaran/kuliah wajib. Sholat subuh berjama'ah, menjadi maklumat resmi negara untuk  warga negara yg Muslim.

Bahkan Erdogan menginstruksikan wajib sholat berjama'ah di kalangan militer. Erdogan pernah melepas pawai 10 ribu anak2 usia 7 tahun yg mencanangkan wajib sholat untuk anak2 seusia mereka. Kini pelajar dan para mahasiswa berjilbab akan banyak anda temui di seluruh wilayah Turki.

Apakah ada penentangan thd kebijakan Islamisasi Erdogan? Ada, tapi jumlahnya amat2 minor. Suara minor mrk tertimbun oleh puluhan juta suara2 yg pro Erdogan.

Bagaimana tidak? Erdogan betul2 memanjakan rakyat Turki dg layanan modern cepat dan murah di seluruh bidang layanan negara. Kesehatan, pendidikan, birokrasi perizinan, transportasi publik, taman2 hijau kota yg asri, destinasi wisata internasional, dlsb, semua dapat dinikmati dg nyaman oleh siapapun yg pernah ke Turki saat ini.

Turki masuk peringkat 16 negara termakmur di dunia dua tahun lalu. Utang negara NOL. Industri elektronik, otomotif, bahkan alutsista telah sangat maju. Jika ada 3 jenis alat elektronik terunggul di Eropa, salah satu pasti made in Turki.

Turki telah menaikkan gaji guru setara dg gaji dokter. Pendidikan dan riset terus dibiayai negara. 300 ribu ilmuwan telah disiapkan Turki untuk menyongsong 2024. Waktu ini,  adalah tepat 100 tahun kekhalifahan Turki jatuh.

Taukah Anda? Tahun 2024 adalah tahun pencanangan Erdogan, bahwa Turki harus bangkit kembali, menjadi Khilafah yg memimpin dunia.

Jadi gaes... dari demokrasi, ternyata kita bisa menuju Khilafah.

Wallahu a'lam..!🙏🏼

Manajemen Masjid Modern

*COPAS dari GWA Kegiatan SUBUH BERJAMAAH*....

GERAKAN yg Patut ditiru....


*MANAJEMEN MASJID YG PROFESIONAL DAN KEMAKMURAN MASJID YG OPTIMAL DAN NYATA BUKAN TEORI.*

*Masjid, Menara dan Adzan*

✍ Dipaparkan oleh:
*H. Muhammad Jazir, Asp.*
(Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan / Masjid dengan Saldo Kas 0 Rupiah)

*Masjid*
Sajada yasjudu sajadah; bersujud, tempat sujud. Masjid; tempat sujud orang beriman.
Namun baru sebatas fenomena hamparan sajadah saja secara fisik semata.
Fungsi masjid yg benar adalah mampu mensujudkan pikiran, hati dan perilaku orang yg sujud di tempat shalat dalam praktek kehidupan sehari-harinya.

*Adzan*
Esensi Adzan adalah mendatangkan orang ke masjid.
Tahun 93 diadakan pendataan jama'ah (penduduk kampung Jogokariyan ada 700kk, 1700jiwa. 1839 mukallaf (sdh baligh), 816 blm shalat.

*Gerakan Menshalatkan Orang Hidup*

Di antara kegiatannya adalah:

1. Petugas adzan diambil dari pensiun, dinas agama, tokoh masyarakat dst.

2. Keluarga yg blm shalat dikunjungi ditawarkan waktu kosongnya utk dikirimkan pengajar shalat.
*Program mensholatkan orang hidup anggrannya 250 ribu/orang*. Orang antusias menyumbang karena fadhilahnya besar (disertakan Fadhilah mengajarkan shalat; ideologis).

3. Undangan shalat Subuh dg tampilan seperti undangan pernikahan, dikasih nash Fadhilah shalat Subuh;

4. Spesial kopi susu gratis setiap Sabtu dan Ahad.

5. Setiap kehilangan diganti baru sesuai merk yang hilang.

6. Setiap 40 hari dikasih doorprize (diundi) tiket umroh, kenapa 40 hari, karena ada hadits; "siapa yang shalat berjamaah bertemu takbiratul ihram imam selama 40 hari maka dicatat baginya dua keselamatan; selamat dari penyakit munafik dan selamat dari neraka."

Tahun 2010 masjid Jogokariyan menargetkan jama'ah shalat subuh sebanyak 50% seperti jama'ah Shalat Jum'at.
Dan tahun 2017 sekarang ini, shalat subuh udah seperti shalat Jum'at jumlah jama'ahnya (100%).

Sabtu Ahad wisata Subuh sampai 3rb jama'ah.

Jadi adzan itu menghadirkan orang datang ke masjid. Bukan semata melafalkan Allaahu Akbar dst...
Termasuk mengajak orang yang kita lewati saat ke masjid utk bersama hadir ke masjid, dalil ideologisnya; *"Udh'u ilaa sabiili Rabbika bilhikmati walmau'izhatil hasanah..."*

*Menara*
Sahabat Bilal Adzan di bawah, lalu di atap rumah tetangga, akhirnya dibuatkan menara. Sahabt Bilal Adzan dari atas menara.
Nabi lbh banyak lagi naik turun menara utk memeriksa 40 tetangga sekitarnya (4 penjuru), adakah rumah yang tidak ngepul dapurnya. Rasul langsung membantunya. Mengajak Fatimah putrinya atau Utsman mantunya membawa bantuan utk rumah yang tdk ngepul tadi.
Zaman khalifah Umar, kisah nyata seorang ibu masak batu diketahui dari atas menara.
Apa takmir masjid masih ada yang memeriksa warganya dari menara.

*Dana umat jangan lama mengendap, saldo nol.*
Diadakan pendataan jama'ah yang mustahiq. Ada program *Rasjid Jogokariyan* (beras masjid), 10 ltr utk 15 hari.

Kisah Adzan dan Menara yang difungsikan zaman Nabi.

*Kegiatan Ramadhan*
Ramadhaan permah mengalami saldo minus. Ada dana 800 juta, ini harus dihabiskan semua sblm Ramadhan: 330 KK mendapatkan subsidi Sahur dari masjid, tidak hanya membangunkan utk sahur tapi dibantu utk makan sahur.
Rumah yang ga layak direnovasi.
Menakjubkannya, awal Ramadhan kas Masjid 1,2 M. Akhir Ramadhan 2 M lebih (saldo justeru bertambah terus).

Takmir dan imam masjid apa sdh berfungsi baik. Krn rata-rata mrk sebelumnya panitia pembangunan masjid, sehingga fisik saja yang diperhatikan, belum memperhatikan jama'ahnya, programnya, cara mengisinya dan memakmurkannya.

Masjid memperhatikan masyarakat dan memberikan manfaatnya yang pada akhirnya masyarakat mendukung masjid. Masjid menggalakkan program Dana Bergulir atau Qardhul Hasan, peserta program ini dibimbing, diberi pelatihan sampai mandiri.
Majelis Dhuha para peserta pinjaman Qardhul Hasan, diajak shalat Dhuha di masjid, shalat masing-masing, dibimbing utk minta dan mengeluh pd Allah bukan pd manusia. Di sini mrk malu utk tdk menabung atau mengembalikan cicilan Qardhul Hasan.

*Membangun ideologi di atas sistem, bukan sistem yang membelenggu ideologi.*

Ajukan proposal pd Allah. Meja Allah sedikit proposal padahal dananya unlimited. Sekarang kebalikannya, org rame2 mengajukan proposal ke manusia lupa pd Allah.

Mengajak jama'ah ke masjid tdk sekedar ngasih undangan. Bukan manajemen kantor. Jadi dikunjungi, silaturahim, akhirnya jama'ah merasa dihormati.

*Ideologi Kemandirian*

"Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar." (Al-Hadits) Masyarakat yang berkomunitas di pasar akan melahirkan peradaban pasar... Dst.
Peci yang saya pakai ini bukan simbol aliran tapi pemberdayaan jama'ah masjid yang baru buka usaha konveksi peci ini. Masjid beli 600 peci utk pengurus dan jama'ah. Inilah daulat ekonomi kemandirian!!!

*Kreasi Program*
Seperti Wisata Kurban. Ada 47 wisatawan Kurban di masjid Jogokariyan. Mereka nginap di hotel milik masjid.
Jogja kota wisata, maka masjid bangun hotel. Operasional masjid dibackup dari hotel.

Program shalat malam menjual.
Kecenderungan masyarakat sekarang ini religius, jika ada program yg menguatkan ruhani mrk antusias mengikutinya. Program shalat malam ini berhasil menarik 3000 jama'ah sampai shalat di jalanan. Ketika mereka ditanya kenapa mau shalat di jalanan, mereka menjawab nostalgia sewaktu hajian dst...

2500 porsi makan besar untuk buka puasa selama satu bulan Ramadhan. Waktu buka agak dilamakan (makan besar terlebih dahulu). Targetnya jama'ah berdiam diri di masjid mulai Maghrib sampai Isya' dan Tarawih, ini salah satu upaya utk mendapatkan malam Lailatul Qadar.

*Program pemberdayaan masyarakat lingkungan masjid*

Ada kasus pengusaha kecil yg terjerat rentenir padahal usahanya maju, ternyata ada 12 rentenir yg setiap sore menagihnya, ia hanya bawa 50ribu utk usaha satu hari tsb. Rentenir2 tsb diundang ke masjid dan ditanyakan siapa saja korban kalian, masjid melunasinya. Dan ditegaskan pada mereka jangan masuk ke wilayah dan lingkungan sekitar masjid kami lagi.
Masyarakat terselamatkan dari jeratan rentenir. Mereka ikut serta kegiatan pemberdayaan masjid dg sistem Qardhul Hasan (dana bergulir). Ekonomi mereka maju, maka mereka mampu menyumbang ke masjid lebih besar lagi.

*Pemberdayaan Anak Muda*
Generasi milenial didekatkan dg masjid di antara fasilitasnya adalah WiFi gratis di area masjid. Mereka dibina dan diberikan skill sesuai kebutuhan zamannya. Pemberdayaan mereka di antaranya, mereka diberikan kemandirian mengelola jurnal atau majalah masjid. Ada pembagian prosentase dari iklan utk mereka dst...

Diresume oleh Ulis Tofa dari Kegiatan Pelatihan

Catatan Habib Tentang Cinta Tanah Air vs Saudi

Sebenarnya saya menyesalkan sikap pemerintahan arab saudi yg membatasi ekspresi doa kaum muslimin yg sdg umroh. Bukankah mars hubbul wathon adalah sebuah bentuk perjuangan dan doa. Klo dilihat isi syairnya menanamkan sikap cinta tanah air yg perlu dikobarkan dan diperjuangkan, sedang memiliki daulah( kekuasaan dlm sebuah pemerintahan) adalah harapan yg dipanjatkan pada waktu sebelum kemerdekaan. Klo pemerintah kerajaan saudi merasa keberatan dan menyesalkan sikap ansor dan kaum nahdliyin, Saya sebagai muslimin yg bangsa indonesia serta salah satu ahli waris pemilik makkah dan madina lebih menyesal lagi terhadap sikap pemerintahan saudi yg melarang kaum muslimin utk mengungkapkan kecintaan pada tanah airnya.apa sesuatu yg dilakukan jamaah indonesia tsb membatalkan syarat dan rukun umroh? Klo tdk atas dasar apa melarangnya? Pemerintah saudi harus tahu makkah dan madina milik kaum muslimin sedunia.mereka datang kesana utk haji umroh dan berziarah kemakam rasul saw dan ahlul bait rasul serta para sahabat setianya, sekaligus itu perintah dan tuntunan agama.  Pemerintah saudi g pernah mepromosikan lwt menteri pariwisatanya agar muslimin utk mengunjunginya.  Klo bicara keberatan kami dan mungkin beberapa yg lainnya dari keturunan nabi saw dan para sahabat pendiri kekuasaan makkah dan madina sangat keberatan tanah leluhur kami dieksploitasi sedemikian rupa.atas dasar apa keluarga saud menduduki dan menjadikan makkah dan madina sebagai wilayah kerajaannya? Klo dasar mendirikan kerajaannya sdh g beres ya sdhlah g usah terlalu sok suci, semakin hari kaum muslimin semakin cerdas dan kritis shg kaum muslimin sedunia akan menanyakan dasar kelayakan leluarga assaud menguasai makkah dan madina.dan semakin hari kaum muslimin sedunia akan semakin faham dan mengerti bahwa kerajaan saudi tak beda dg zionis israel yg mengusai palestina dan alquds al aqso karena kedua duanya sama2 tdk memiliki hubungan histori maupun biologis dalam terbentuknya dua wilayah pemerintahan tsb. Lanjutkan kumandang kalian dlm kecintaan tanah air di tanah suci kaum muslimin dan tanah yg telah melahirkan sebagian besar pewaris pendiri tanah suci,kanjeng rasul saw dan ahlul bait serta sahabat setianya telah ikut dan berperan dlm berdirinya NKRI.

Sebuah refleksi sejarah, dari Delegasi Komite Hijaz 1926

Yaa Lal Wathon di Masa'i kemarin adalah sebuah refleksi sejarah, dari Delegasi Komite Hijaz 1926 kala.itu.
Sebuah pesan kepada negara pusat produsen wahabi agar jangan lupa bahwa dulu batang hidung Ibnu saud ditunjuk mbah wahhab agar jangan takabur kepada Ahlusunnah wal jama'ah.

Wajar jika mereka protes kepada dubes RI di saudi. Karena mereka takut dan trauma Ruh Komite Hijaz itu hidup kembali.

Padahal dulu pada saat Gerakan non Blok di bentuk tahun 1961, Iran juga sangat mengapresiasi gerakan Ini. Maka tak heran bila jemaah Haji iran juga meneriakkan Yel Yel "Laa Syarqiyyah Laa Gharbiyyah" (Tidak Timur Tidak Barat) sebagai bentuk partisipasi GNB. Mengapa di Makkah?
Karena Haji adalah tempat berkumpul nya semua Warga Negara. Supaya pesan itu sampai ke semua warga negara.

Dan dikitab fikih pun tak ada larangan soal membaca syair atau Untaian kalimat diluar Doa. Selama ucapan atau kalimat itu bukan kalimat Ghoir Mufid atau kalimah fasad.

www.nu.or.id/post/read/77439/risalah-komite-hijaz-kepada-raja-saud

Ya Lal Wathan di Tempat Sa'i: Kronologi dan Kesaksian

Ya Lal Wathan di Tempat Sa'i: Kronologi dan Kesaksian

Sebagai orang yg ikut dan terlibat umroh bersama 999 Banser, saya ingin memberikan kesaksian, terkait Ya Lal Wathan di tempat sa'i.

Mohon maaf baru bisa menulis panjang, setelah berkonsentrasi umroh dan ziarah di Madinah serta saat ini baru keluar dari Tanah Haram.

Kesaksian dan kronologi ini saya tulis sebagai panggilan pribadi di tengah maraknya serangan, kecaman hingga bullyan terhadap Banser dan Ansor, yang dibingkai dalam framing "Banser nyanyi-nyanyi di tempat sa'i" sehingga orang yang tidak paham pun dengan mudah menelan fitnah ini yang memang digerakkan oleh kelompok yang tak bertanggungjawab yg saya lihat untuk mengalihkan isu Penangkapan Gerombolan MCA yang menggunakan istilah Moslem untuk kelompok yang menghalalkan fitnah, hoax, kebencian dan adu domba di medsos.

Saya pun telah meminta kawan-kawan pegiat media sosial di Tanah Air untuk melacak akun-akun yang membully Banser, sembari menunggu laporan dari mereka dan tetap konsentrasi umroh serta ziarah, ternyata  benang merahnya pihak-pihak yg menyerang Banser Ansor, mereka merupakan simpatisan MCA.

Peristiwa Ya Lal Wathan di Tempat Sa'i terjadi saat umroh kedua, Sabtu 24 Februari setelah Shalat a
Ashar. Dalam umroh pertama Rabu 22 Februari dini hari saat baru pertama kali kami sampai di Tanah Suci Mekkah, tidak ada kejadian ini.

Umroh kedua berlangsung setelah kami zairah ke tempat-tempat suci, yg umumnya menjadi tujuan saat berhaji, awalnya dari Jabal Tsur, tempat Nabi mengelabui kejaran musuh bersama Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq, sblum melanjutkan rute hijrah ke Madinah, kemudian ke Padang Arafah tempat wukuf jamaah haji, ke Jabal Rahmah, ke tempat pertemuan Nabi Adam dan Ibunda Hawa', ke Muzdalifah, melihat tempat mabit, terus ke Mina, tempat mabit selanjutnya hingga tugu-tugu jamarat untuk melempar batu jumrah.

Setelah itu kami ke Ji'ronah, untuk mengambil miqot, berniat umroh dan memakai ihrom serta shalat sunnah 2 rakaat.

Selanjutnya kami ke Masjidil Haram, thawaf, berdoa setelah thawaf, kemudian menuju mas'a (tempat sa'i), dan melaksanakan ibadah sa'i.

Dalam ibadah thawaf dan sa'i dipimpin oleh muthawwif, yang merupakan sahabat-sahabat Banser Ansor yang tinggal di Mekkah, Madinah dan Jeddah, secara bergantian, doa-doa seperti yang termaktub dalam buku manasik haji, dilantunkan bersama-sama, doa yang berbeda-beda baik di setiap putaran thawaf hingga setiap perjalanan sa'i dibaca bersama-sama pula.

Di tengah proses Sa'i terdengar adzan Ashar berkumandang, kami pun shalat jamaah Ashar di Mas'a (Tempat Sa'i), setelelah shalat jamaah kami melanjutkan untuk menyempurnakan ibadah sa'i.

Dalam perjalanan terakhir, ketujuh antara Shafa dan Marwa, setelah melantunkan doa perjalanan sa'i ketujuh, kami melantunkan bacaan Istighfar, seperti lantunan di awal Syiir Tanpo Waton yg terkenal itu (tapi syiir Jawa nya tidak dibacakan), kemudian lantunan Allahul Kafi Rabbunal Kafi... Nah sebelum finish di Bukit Marwa, secara spontan ada yg melantunkan Ya Lal Wathan, maka secara spontan pula, jamaah lain yang rata-rata terbiasa melantunkan Ya Lal Wathan mengikuti.

Bahwa Ya Lal Wathan, hubbul wathan minal iman... Indonesia biladi... yg dilantunkan yang versi Arabnya, yang dikarang oleh KH Wahab Hasbullah dari sanad dan diijazah oleh KH Maimoen Zubair. Versi Indonesia Ya Lal Wathan tidak dilantunkan, karena versi ini baru ada belakangan.

Bahwa Ya Lal Wathan bagi Banser dan Ansor serta warga Nahdliyin umumnya bukanlah syair dan lagu sembarangan, syair ini selain doa juga tenaga membangkitkan cinta tanah air (hubbul wathan minal iman) yg tidak memisahkan antara ajaran cinta tanah air dengan ajaran agama. Membela Tanah Air adalah Ibadah.

Ya Lal Wathan di tempat sa'i adalah doa untuk negeri, seperti halnya Nabi Ibrahim yang juga mendoakan negeri Mekkah dan penduduknya yg kemudian diabadikan dalam Quran, Allahummaj'al hadza baladan aminan... “Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman sentosa, berikanlah rezeki dari buah-buahan.. (Al-Baqarah 126).

Hingga kami finish di Buki Marwa, tidak ada teguran baik dari muthawwi' (satgas agama/polisi syariah dari Hai'ah Al-Amr bil Ma'ruf wa Nahi anil Munkar) dan Security Masjidil Haram (Amnul Masjidil Haram) yg bertebaran di setiap sudut masjid. Di Bukit Marwa, banyak sekali Polisi Syariah dan Security Masjidil Haram yg merupakan pintu keluar untuk mengakhiri ibadah umroh dengan tahallul. Kami masih sempat baca doa setelah sa'i, bertahallul dengan memotong rambut bergantian, berdoa, dan berfoto-foto yang disambut pelangi di Bukit Marwa setelah Umroh.

Baik polisi syariah dan security, hanya tersenyum saat kami melantunkan Ya Lal Wathan, mungkin mereka ikut senang dan setuju dengan kalimat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman), mereka sebagai orang Saudi tentu saja mencintai negerinya, Negeri Saudi, seperti halnya kita sebagai orang Indonesia yang mencintai negeri Indonesia.

Pengalaman saya yg pernah 2 kali ke Makkah Madinah untuk beribadah haji (alhamdulillah) dan menjadi guide yang juga ditegaskan oleh sahabat-sahabat Banser, Ansor yang tinggal di Arab Saudi yang menjadi muthawwif, segala tindakan yang dianggap pelanggaran di Masjidil Haram, akan langsung ditindak oleh Polisi Syariah atau Security Masjidil Haram, ditindak langsung di tempat, dari larangan, teguran, hingga penangkapan.

Saya sendiri haqqul yaqin, selama tidak ada teguran apalagi penangkapan pada kami saat sa'i oleh polisi syariah dan security masjid, maka Ya Lal Wathan tidak jadi masalah saat di lokasi acara.

Padalah segala pelanggaran tidak ada ampun dan tidak ada toleransi di Masjidil Haram. Pelanggaran akan dilarang, ditegur di tempat, sampai penangkapan, pemenjaraan hingga dideportasi (tarhil) dari Saudi Arabia.

Polisi Syariah dan Security Masjid tidak pandang bulu menangkap jamaah, tidak pandang posisi dan kedudukannya, mereka akan menangkap dulu, kalau itu termasuk pelanggaran berat, menahannya, setelah itu baru menunggu dari pihak kedutaan.

Ya Lal Wathan menjadi perhatian kemudian polemik setelah diunggah di media sosial, kemudian ada kelompok-kelompok yang memang tidak menyukai Banser Ansor, yg rata2 simpatisan MCA yang menggoreng isu ini.

Saya sendiri mengunggah foto dan video secara kronologis dari sebelum thawaf, saat thawaf, doa setelah thawaf, niat sebelum sa'i, doa-doa saat jalan sa'i, istighfar sampai selesai, tapi yang menjadi sosotan hanyalah penggalan Ya Lal Wathan sblum finish.

Sekali lagi setelah Sa'i tidak ada teguran dari pihak polisi syariah dan Security Masjid.

Setelah peristiwa ini ada juga imbas positif terkait perdebatan kebolehan melantunkan syair saat sa'i dan umroh atau haji secara umum, Gus Asnawi Wakil Sekretaris Bahtsul Masail PBNU juga ikut menulis, hingga ada yg menyebut bahwa Ya Lal Wathan yg tidak bisa disebut lagu biasa, karena sudah dianggap Doa Hizib yang dikarang KH Wahab Hasbullah untuk Indonesia.

Pada intinya, saya ingin menyitir perkataan Ketua GP Ansor dan Panglima Tertinggi Banser Gus Yaqut bahwa Banser tidak alergi kritik, segala perbedaan dan kritik diterima dgn lapang dada, namun apa yang dilakukan Banser saat sa'i memiliki argumentasi sendiri, tapi bagi yg tidak setuju, Banser dan Ansor pun menghormatinya, seraya juga meminta pihak-pihak untuk menghormati pilihan dan argumen Banser Ansor. Bahwa Banser dan Ansor senantiasa menghormati dan menghargai pihak-pihak yang memiliki perbedaan pandangan fiqih dan juga yang secara ikhlas ingin memberikan kritik dan teguran pada Banser dan Ansor.

Tapi apabila peristiwa ini menjad polemik dan kontroversi (yg saya lihat adalah rekayasa kelompok-kelompok yang memang tidak suka Banser dan pengalihan isu dari penangkapan MCA) dalam keterangan pers, Gus Yaqut telah meminta maaf.

Namun bagi saya, segala kontroversi dan polemik terkait peristiwa ini merupakan rekayasa kelompok-kelompok tertentu, karena seperti yg telah saya jelaskan panjang lebar di atas, saat sa'i dan setelah sa'i tidak ada teguran dari pihak keamanan di Masjidil Haram yg setiap kegiatan di setiap sudut masjid tidak pernah lepas dari pantauan CCTV.

Ada pihak-pihak yg menekan seperti Dubes Indonesia di Saudi, ada yg bertanya dan menggoreng isu ini ke Dubes Saudi di Indonesia, yg semuanya berasal dari kelompok-kelompok yg memang pada dasarnya tidak suka pada Banser dan Ansor.

Sebagai penutup, bagi yg memiliki perbedaan fiqih, Banser dan Ansor tetap menghormati, bagi mereka yg memberikan kritik hingga teguran yg argumentatif dan baik, namun bagi pihak-pihak yg ingin menjatuhkan Banser Ansor NU, bahwa Ya Lal Wathan yg tak hanya sekadar lagu tapi merupakan doa hizib akan selalu dilantunkan dgn penuh semangat, tenaga dan cinta oleh Sahabat-Sahabat Banser Ansor.

 - يا للوطن يا للوطن يا للوطن
 حب الوطن من الإيمان
ولا تكن من الحرمان
إنهضوا أهل الوطن

 يا للوطن يا للوطن يا للوطن
 حب الوطن من الإيمان
 ولا تكن من الحرمان
إنهضوا أهل الوطن

إندونيسيا بلادي
 أنت عنوان الفخاما
كل من يأتيك يوما
 طمحا يلقى حماما

Teks ini adalah doa dan ajakan cinta tanah air.

Bila dianalogikan dgn doa Nabi Ibrahim AS yg mendoakan  negeri Makkah dan penduduknya yg diabadikan dalam Quran:

وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِ‍ۧمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنٗا وَٱرۡزُقۡ أَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُم بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman sentosa, berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.”
(QS Al-Baqarah 126)

Wallahu a'lam bis shawab.

Kamis, 1 Maret 2019, di atas Pesawat Perjalanan Pulang dari Jeddah ke Tanah Air.

Mohamad Guntur Romli

https://www.facebook.com/GunRomli/posts/10156419889020955

SAAT INI NU SENDIRIAN MENGHADAPI KELOMPOK RADIKALIS BEBAS

SAAT INI NU SENDIRIAN MENGHADAPI KELOMPOK RADIKALIS BEBAS

Akan Berputar. Anda Akan Saya Ajak Menyusuri Sejarah Yang Tak Terlalu Menjadi Masa lalu. Baru Saja Terjadi, Tapi Sangat Penting. Anda pun akan menemukan betapa segala kerusuhan yang mudah terjadi di banyak negara, yang ditrigger oleh organisasi yang sama atau organisasi bentukannya atau organisi satu visinya, tidak mudah terjadi di Indonesia.

Kenapa begitu? Begini, Islam datang dari Rasulullah SAW diajarkan kepada para sahabat dan keluarganya tidak berbentuk dalil al-Quran dan hadis thok. Ajaran Islam yang sederhana dalam teks al-Quran dan hadis, diterangkan melalu munasabah (kesesuaian) antara teks satu dengan teks-teks lainnya (ingat ya, 1 teks dengan beberapa—bahkan banyak—teks). Ketika masa Rasulullah dan sahabat digantikan oleh masa tabi’in dan atba’ al-tabi’in, maka ajaran ini diterangkan lagi dalam format yang lebih luas (mengingat munasabah tadi) dengan pisau bedah ilmu-ilmu baru, seperti ushul fiqih dan alat-alat penopangnya, seperti nahwu, balaghah, dll.

Di Indonesia, tak ada satu pun organisasi yang sistem pendidikannya mengajarkan kerumitan ilmu alat (sebagai pisau bedah ajaran-ajaran yang tertera dalam teks-teks al-Quran) ini, kecuali NU. Hanya NU yang melestarikan cara berpikir para Salaf al-Salih ini. Sedangkan yang lainnya, mereka bermimpi seolah-olah hidup pada zaman Nabi SAW, dimana para ustadznya bertindak sebagai nabi-nabi, menerangkan al-Quran dan hadis tanpa ilmu-ilmu alat tadi—meskipun dalam kesempatan-kesempatan tertentu mereka memakainya.
Itulah jawaban kenapa harus NU.

Di tengah ketunggalan NU ini, dari segala penjuru dia diserang dengan bayangan Ikhwanul Muslimin—atau semacamnya—dalam bentuk pelemahan cara berpikir Salaf al-Salih tadi. Keadaan dibuat seolah-olah bahwa Nabi SAW masih ada, sehingga tak perlu lagi para ulama. Hadis-hadis palsu ditebarkan, hanya untuk menghabisi ulama NU, misal hadis palsu tentang rokok, mengingat ulama NU kebanyakan adalah perokok.

Orang-orang awam yang mudah tertipu, tentu membenarkan slogan “Pilih Nabi apa kyai”. Mereka tentu akan memilih Nabi SAW, sebagai jawaban atas pertanyaan yang konyol itu. Konyol karena tak ada kyai NU yang menegasikan Nabi SAW. Fakta yang betul adalah bahwa semua kerangka keilmuan para ulama NU itu punya silsilah kuat yang berakhir pada Nabi SAW itu sendiri.

Orang-orang awam tak sadar bahwa saat mereka mengikuti cara berpikir sesat itu, mereka telah menegasikan keberadaan Imam Syafi’i, yang secara serampangan diakui sebagai imam-nya para pemuja Ikhwanul Muslimin—dan organisasi semacamnya seperti HTI—yang sebenarnya bermadzhab Wahabi takfiri itu.

Benarlah Ibnu Rusyd, bahwa jika Anda ingin menguasai orang-orang bodoh, maka bungkuslah aktivitas Anda itu dengan baju agama. Ternyata, slogan “memilih Nabi atau kyai” itu berhasil mengelabuhi banyak orang.
Lalu mana jalan-jalan sejarah yang saya janjikan? Sabar dulu.

Nah, dalam kesendiriannya ini, NU banyak bermanuver—meskipun pembenahannya tak sepenuhnya sesuai dengan visi saya: Mulai dari menjadi king maker, menaikkan level pengetahuan pasukan bansernya, sampai gerakan peningkatan kajian kitab kuning, ilmu-ilmu humaniora, ilmu politik, bahkan ilmu intelejin dan ekonomi. Anda bisa lihat di NU banyak bercokol doktor-doktor lulusan luar negeri yang berkualitas.

Artinya, disamping pelestarian cara berpikir Salaf al-Salih, NU pun menjadikan keilmuan-keilmuan modern sebagai senjata mematikannya dalam menjawab tantangan zaman. Tantangan zaman yang mana? Tantangannya adalah slogan klassik: Kalau mau menguasai Indonesia, kuasai NU; kalau mau memecah-belah Indonesia, pecah-belah NU; kalau mau menghancurkan Indonesia; hancurkan NU. Itu tantangannya.

Artinya, Indonesia memang benar-benar sangat membutuhkan NU dalam menghadapi gerakan-gerakan semacam Ikhwanul Muslimin dan organisasi-organisasi semacamnya—seperti HTI, misalnya.
Mari kita mengitari Ikhwanul Muslimin sejenak.
Eric Draitser dalam Unmasking the Muslim Brotherhood: Syria, Egypt, and Beyond, menggambarkan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah organisasi yang mendorong regime change di Syria, yang disponsori oleh US, UK, Prancis, Saudi Arabia, Qatar and Turki.

Jika kita, orang Islam, selalu mencocokkan tingkah-laku kita dengan al-Quran atau hadis, maka regime change  ini adalah sangat bersesuaian dengan dawuhnya Jendral Wesley Clark, bahwa  kebijakan luar negeri jangka panjang AS adalah “regime change” atau perubahan rezim dan destabilisasi Suriah sebagai negara-bangsa independen, melalui proses “demokratisasi” rahasia atau melalui cara-cara militer.

Ungkapan terkenal regime change Wesley Clarik itu berbunyi begini: [The] Five-year campaign plan [includes]… a total of seven countries, beginning with Iraq, then Syria, Lebanon, Libya, Iran, Somalia and Sudan.
Agen regime change, yaitu Ikhwanul Muslimin (IM), sebenarnya adalah agen false flag. Organisasi ini didirikan oleh Hasan al-Banna tahun 1928 dengan tujuan untuk memurnikan agama Islam. Masalahnya tujuan ini adalah cover yang menutupi tujuan yang sesungguhnya, seperti Anda bisa lihat pada artikel Mother Jones yang berjudul What is the Muslim Brotherhood and Will It Take Over Egypt? (Lihat http://bit.ly/2sNdVkv).

Menurutnya, IM adalah organisasi yang dibentuk untuk menjadi topeng bagi tujuan politis. Dia tidak lebih dari battering ram atau alat pemukul dinding bagi golongan nasionalis dan komunis. Nyatanya, dia selalu making common cause alias kongkalikong dengan imperialis British, yang mengambil fungsi sebagai agen intelijen dan kelompok yang menginfiltrasi komunis dan nasionalis (lihat http://bit.ly/2sNdVkv). Itu di Mesir. Sedangkan di Syria mereka selalu di bawah kendali Barat, dan selalu tergantung pada penawaran dari Barat.

Itulah peran penting IM dalam dunia imperialisme. Di Suriah, peran IM itu telah berhasil merusak kota-kotanya. Hebatnya, mereka pun jago dalam menyelundupkan senjata kepada para pemberontak. Dan tidak hanya itu, mereka pun jago meyakinkan tuannya bahwa krisis Suriah hanya bisa diselesaikan dengan intervensi pihak luar. Pernahkah Anda mendengar hal semacam ini beredar di Indonesia? Oh oh, Anda tidak pernah mendengarnya dalam teks yang sama, tapi Anda pasti Anda pernah mendengar sebuah partai yang meyakini bahwa keributan adalah hal yang niscaya di tahun 2018.
Hebat bukan? IM sejak dahulu kala juga sangat hebat dalam bekerjasama dengan Inggris menggulingkan Imam Yahya, penguasa Yaman Utara.

Anda mungkin ada yang belum mengerti apa hebatnya IM secara detail. Baiklah, saya coba ceritakan detail—maksudnya tidak terlalu detail tetapi cukup merangkum—kehebatan IM di Suriah, yang dengan kehebatannya itu timbul banyak masalah.
Angle-nya adalah upaya penggulingan pemerintahan Partai Baath pada bulan Juni 1979, yaitu ketika Ikhwanul Muslimin membantai 50 taruna Alawiyyin di ruang makan akademi militer di Aleppo.

Pada bulan Juni 1980, IM melemparkan dua granat kepada Hafidz al-Assad. Assad menendang granat itu, sementara pengawalnya, tewas oleh granat yang lain. Militer yang dikendalikan oleh adik Assad, Rifaat, pergi ke penjara dekat Palmyra dan menembak mati setidaknya 250 para pemberontak di sel mereka.

Berikutnya, IM beraksi pada tahun 1982 di Hama. Mereka membunuh pejabat Partai Baath dan menyerukan pemberontakan nasional di mesjid-mesjid.

Tak terima dengan kebrutalan itu, Hafedz mengejar para pemberontak itu. Militer Suriah menyisir setengah kota, menewaskan sedikitnya 1.000 atau 2.000 atau 10.000 warga Ikhwanul Muslimin. Menurut Assad, itu adalah harga yang diperlukan untuk mengakhiri terror Ikhwanul Muslimin.

Menurut media Suriah, pemberontak anti-pemerintah memulai pertempuran. Mereka menyerang  ke rumah-rumah saat penghuninya sedang tertidur dan membunuh siapa saja, bahkan perempuan dan anak-anak, memutilasi tubuh warga di jalan-jalan, diseret seperti anjing gila. Kemudian pasukan keamanan naik untuk menghadapi mereka.

Kota Hama adalah tempat bagi kubu konservatis dan dari Ikhwanul Muslimin. Mereka telah lama menjadi lawan bagi Ba'athist.  Bentrokan pertama yang terjadi antara dua terjadi tak lama setelah kudeta 1963, di mana partai Ba'ath mendapatkan kekuasaan di Suriah. Pada April 1964 kerusuhan pecah di Hama, dimana gerilyawan Ikhwanul Muslim memasang penghalang jalan, menimbun makanan dan senjata, dan mengobrak-abrik toko anggur. Setelah milisi Ismaili Ba'ath tewas, kerusuhan terjadi intensif, para pemberontak menyerang orang-orang partai Ba'ath yang tersisa di Hama. Assad lalu membawa tank untuk menghancurkan pemberontak itu; 70 anggota Ikhwanul Muslimin tewas.

IM adalah duri dalam Suriah. Mereka selalu ada dalam setiap permulaan kerusuhan. Saya sering mengamati tingkah-laku yang sama yang dilakukan oleh fans IM di mana pun. Mereka selalu ingin mentrigger kerusuhan. Sedangkan NU selalu menangkis kerusuhan-kerusuhan yang selalu dicoba untuk ditrigger ini.

Konklusi dari tulisan ini apa? Konklusinya adalah bahwa hanya NU yang menjaga tradisi keilmuan Islam yang dibawa oleh para Salaf al-Salih, nyaris tidak ada organisasi semacam itu di Indonesia. Jika pun ada, mereka tak terlalu terlibat dalam perang pemikiran (ghazwul fikri). Sedangkan NU yang sedang sendiri ini tengah menghadapi serangan gencar organisasi-organisasi yang anti terhadap madzhab salaf al-salih, misalnya organisasi yang membeo terhadap IM, organisasi yang menyerukan mengganti sistem negara dan menggulingkan pemerintah, juga organisasi yang tak henti-hentinya menyebarkan pembicara-pembicara aneh yang hobby mengharamkan segala macam ritual ibadah warga NU. Jika pun mereka memakainya (yaitu tradisi keilmuan islam Salaf), itu hanya ada pada topeng saja. Karena madzhab Salaf al-Salih melarang ekstrimisme (al-tatharruf), terrorisme (irhab), dan takfirisme. Anda lihat sendirilah siapa saja yang senang meneror, siapa yang ekstrim, dan siapa yang takfiri. Wallahua'lam Bish-Shawab

Sekian.

www.hwmi.or.id

Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan

*Kepolisian Republik Indonesia,Memberikan Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan.*_

_Sebarkan ya..._
_*Biar penipunya pada kapok !*

_Seringkali kita mendpt SMS penipuan yg menyatakan :_

_- Anda menjadi pemenang kuis_
_- Segera transfer ke ATM terdekat_
_- Papa/Mama kok blm pulang_
_- SMS yg pura2 nyasar ttg transfer uang_
_- Mama minta pulsa_
_- Anak kecelakaan_
_- Anak sakit_
_- Agen pulsa super murah_
_- dll..._

*_Jgn kita biarkan, saat ini ada cara utk menanggulanginya :*_

_1. TELKOMSELFormat SMS :_ _penipuan#nomor penipu#isi SMS tipuan dan kirim ke 1166_

_*Contoh :*_ _Penipuan#0812123456#selamat anda mendptkan 1 unit mobil Avanza dari Telkomsel poin dst..._
_...lalu kirim ke _*1166*_

_2. XLFormat SMS :_ _Lapor#Nomor yg di gunakan utkmenipu#kasus yg di keluhkan lalu kirim ke _*5883*_

_3. INDOSATFormat SMS :_ _SMS(spasi)Nomor pengirim SMSpenipuan(spasi)isi SMS penipuan, kirim ke _*726*_

_Jika sdh lbh dr 2 org yg melaporkan SMS penipuan, maka nomor tsb segera diblokir secara permanen oleh operator._

_*Layanan ini GRATIS !*_

_*Kemudian*_
_Jika Anda mengalami penipuan dlm _*“TransaksiONLINE”*_ _ckp kirim kronologis & No. Rekening si penipu ke email :_

     _*cybercrime@polri.go.id*_

_POLRI akan lsg bertindak dgn memblokir ATM si penipu & melacak keberadaannya utk di tindak sesuai hukum._

_*Share ke teman2 yg lain utk membantu mencegah maraknya penipuan dgn Modus Online & simpan BC ini setiap minggu kalo sempat kita kirim BC ini ke keluarga, teman2 di contact kita, spy mereka tdk menjadi korban penipuan.*_

_*Semoga bermanfaat...*_

Cara Melaporkan Situs dan Sosmed dengan mudah cepat

*CARA MELAPORKAN SITUS DALAM SOSMED AGAR CEPAT DITINDAKLANJUTI...*

 _Berikut adalah Link formulir pengaduan, email, dan sosial media lengkap untuk melaporkan berbagai tindak_ *kejahatan internet (cyber crime)*, _diantaranya melaporkan alamat situs penipuan online, situs berita hoax, kiriman spam, situs bervirus, situs porno, situs intoleran (provokatif), dan lain-lain._

_Dengan ikut melaporkan konten yang berbahaya atau tidak sehat ini, berarti Anda turut aktif dalam menjadikan internet aman dan sehat bagi semuanya. Sebarkan seluas-luasnya informasi ini demi semuanya_ .

Laporkan segera agar mendapat tindakan baik dari pemerintah, juga unit cyber crime Polri, lembaga terkait, situs pendukung, termasuk tindakan block atau banned dari nawala dan mesin pencari google atau sosial media yang bersangkutan.

LAPORKAN SITUS CYBER CRIME (HOAX, SPAM, VIRUS, DLL) :

1. FORM NAWALA : http://www.nawala.org/form-pengaduan
2. FORM KOMINFO : http://trustpositif.kominfo.go.id
3. FORM POLISI ONLINE :http://www.polisionline.net/p/form-pengaduan.html
4. EMAIL KOMINFO : aduankonten@mail.kominfo.go.id
5. EMAIL PEJABAT POSTEL : gatot_b@postel.go.id
6. EMAIL POLISI ONLINE : polisionline.net@gmail.com
7. EMAIL POLRI CYBER CRIME : cybercrime@polri.go.id
8. Facebook KOMINFO : https://www.facebook.com/Kemkominfo
9. Twitter KOMINFO :
https://twitter.com/kemkominfo
10. Facebook POLRI : https://www.facebook.com/DivHumasPolri
11. Twitter POLRI : https://twitter.com/DivHumasPolri
12. Facebook POLISI ONLINE : https://www.facebook.com/LaporPolisiOnline
13. Telpon hotline KOMINFO : 021-38997800
14. Telpon KOMINFO : (021) 3452841
15. Telpon POLRI : 110
16. Datang ke Kantor KOMINFO di Jl. Medan Merdeka Barat no. 9, Jakarta 10110

LAPORKAN KE GOOGLE UNTUK TINDAKAN BANNED/BLOKIR/HAPUS

1. Melaporkan website spam :https://www.google.com/webmasters/tools/spamreport
2. Melaporkan spam, pelecehan/penyalahgunaan, atau konten yang tidak pantashttps://support.google.com/plus/answer/1253377?hl=id
3. Melaporkan website / blog phising (desain mirip web lain pencuri password) :https://safebrowsing.google.com/safebrowsing/report_phish/?hl=id
4. Melaporkan artikel copashttps://www.google.com/webmasters/tools/dmca-notice
5. Melaporkan website penyebar virus (termasuk bila banyak link download menipu / iklan menipu) :https://safebrowsing.google.com/safebrowsing/report_badware/?hl=id
6. Melaporkan spam ke Google Penguin :https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeg3Raba3DLYulI02dv-8YYPxqFNEGQfSR4pI7wcGW-ov4IEw/viewform
7. Melaporkan blogspot dengan konten yang tidak pantas :https://support.google.com/blogger/answer/76315?hl=id
8. Melaporkan blogspot spam :https://support.google.com/blogger/contact/spam
9. Forum Bantuan Google :https://productforums.google.com/forum/#!forum/forum-bantuan-id
10. Ketik di google.com judul artikel hoax/menipu, klik Send Feedback yang berada di bawah halaman google (bawah angka halaman 1 s/d 10)

LAPORKAN KE WORDPRESS
-> Melaporkan blog wordpress :https://wordpress.com/abuse/

LAPORKAN KIRIMAN DI FACEBOOK
-> Klik pojok kanan atas postingan, klik Laporkan Kiriman / Laporkan Foto, pilih jenis laporan, pilih Kirimkan ke Facebook untuk Ditinjau

LAPORKAN KIRIMAN DI TWITTER
-> Klik simbol tiga titik di bawah kanan kiriman, klik 'report tweet' atau 'laporkan kicauan'.

Demikian, semoga bermanfaat. Semakin banyak metode pelaporan yang Anda lakukan, kemungkinan tertangani akan lebih besar. Sekali lagi, sebarkan seluas-luasnya informasi ini demi semuanya. Bagikan...

☆SEBARKAN DAN DISIMPAN DEMI NKRI☆
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*YUK LAWAN BERITA HOAX*
*LAPORKAN BERITA PENEBAR KEBENCIAN KENALI HUKUM DAN JAUHI HUKUMAN*

#SAVENKRI

Kalau Ditangkap Polisi: Jangan Takut, Pahami ini

Kalau Ditangkap Polisi: Jangan Takut, Pahami ini



Saya menduga, mungkin salah satu hal yang ditakuti masyarakat adalah kalau berurusan dengan pihak berwajib dalam hal ini Polisi. Salah satu kewenangan yang diberikan undang-undang kepada polisi selaku penegak hukum adalah melakukan penangkapan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana.

Perlu diingat, Polisi tidak boleh sewenang-wenang dalam melakukan penangkapan. Ada aturan-aturan atau prosedur hukum yang harus dilakukan atau dipenuhi lebih dulu sebelum menangkap orang.

Bagi Anda atau siapapun yang akan ditangkap berhak menanyakan apakah prosedur-prosedur penangkapan telah dilakukan/dipenuhi oleh polisi atau belum, jika belum maka Anda berhak menolak untuk ditangkap, karena tidak boleh menangkap orang sewenang-wenang tanpa ada dasar hukum yang jelas.

Berikut akan diuraikan hal-hal prinsip yang semoga bisa menjadi “senjata” anda kalau suatu saat ditangkap polisi:

APA ITU PENANGKAPAN?

Penangkapan adalah tindakan pengekangan tersangka atau terdakwa untuk sementara waktu (lihat Pasal 1 angka 20 Undang-Undang No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)[1]

SYARAT SESEORANG BISA DITANGKAP?

Ada bukti permulaan yang cukup. Di dalam KUHAP tidak diatur indikator bukti permulaan yang cukup. Sehingga tidak jarang dijadikan alat bagi oknum penegak hukum untuk bertindak sewenang-wenang (asal tangkap, asal tahan).

Namun tak usah khawatir, ukuran alat bukti yang bisa digunakan adalah minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat 1 KUHAP, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

Sebab pada akhirnya hakim hanya bisa menjatuhkan pidana bila sekurang-kurangnya terdapat dua alat bukti ditambah keyakinan hakim[2], jadi indikator bukti permulaan mengacu pada Pasal 183 KUHAP saja. Yang penting Anda harus berani membantah dan menolak untuk ditangkap bila penangkapan tersebut dilakukan tanpa ada dasar bukti yang cukup (dua alat bukti), tidak usah takut!!!.

SIAPA YANG BERHAK MENANGKAP?

1. Penyidik, yaitu:

Pejabat polisi Negara RI yang minimal berpangkat Ipda (pangkat balok satu I)

Pejabat pegawai Negeri Sipil yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang yang sekurang-kurangnya berpangkat Pengatur Muda Tingkat I (Golongan II/b atau yang disamakan dengan itu)

2. Penyidik Pembantu, yaitu:

Pejabat polisi Negara RI dengan pangkat minimal Brigadir dua (pangkat seperti < )

Pejabat pegawai Negeri Sipil di lingkungan kepolisian negara RI yang minimal berpangkat Pengatur Muda Tingkat (Golongan II/b atau yang disamakan dengan itu)

3. Penyelidik (setiap pejabat polisi negara RI) atas perintah penyidik

Di luar aparat di atas, TIDAK BERWENANG untuk menangkap!!!

APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA AKAN DITANGKAP?

Minta surat tugas dari polisi yang akan menangkap anda. Jangan mau ditangkap atau diperiksa sebelum polisi bersangkutan menunjukan surat tugasnya.

Minta surat perintah penangkapan. Tidak hanya surat tugas, tapi juga polisi diberikan surat perintah penangkapan jika hendak menangkap orang, maka anda harus minta polisi untuk menunjukan surat perintah penangkapan tersebut.

Baca surat penangkapan tersebut, intinya harus ada, identitas tersangka, alasan penangkapan, uraian singkat kejahatan yang disangkakan dan tempat diperiksa.

Jangan takut untuk menolak penangkapan jika polisi tidak bisa menunjukan surat-surat di atas.

Jangan percaya dengan polisi yang tidak bisa menunjukan surat-surat di atas. Dan jangan mau ikuti instruksi apapun darinya. Biasanya anda akan dibujuk untuk ikut ke kantor polisi dengan mengatakan akan membawa anda ke kantor polisi sebentar saja guna dimintai keterangan. Padahal begitu sampai di kantor polisi, anda langsung ditangkap bahkan ditahan dan tidak diizinkan pulang kembali.

Perlu diingat  prinsipnya segala tindakan polisi harus didasarkan pada perintah tertulis agar bisa diperlihatkan pada masyarakat. Apapun yang disampaikan oleh oknum polisi yang tidak bisa menunjukan surat tugas dan surat perintah penangkapan tidak usah didengarkan dan wajib ditolak.

Menunjukan sura tugas dan surat perintah penangkapan adalah wajib bagi polisi sebagaimana perintah KUHAP dan merupakan asas hukum dalam KUHAP sebagaimana dijelaskan dalam Penjelasan Umum angka 3 huruf b KUHAP: “Penangkapan, panahanan, penggeledahan dan penyitaan hanya dilakukan berdasarkan perintah tertulis oleh pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang dan hanya dalam hal dan dengan cara yang diatur dengan undang-undang”.

Dan Keluarga berhak mendapat tembusan surat penangkapan segera setelah penangkapan dilakukan (Pasal 18 ayat 3 KUHAP).

KAPAN BISA DITANGKAP?

Tertangkap tangan, yaitu tertangkap saat anda sedang atau segera sesudah beberapa saat melakukan tindak pidana. Bila tertangkap tangan maka tidak perlu menanyakan surat perintah penangkapan karena polisi boleh menangkap tanpa surat perintah dalam hal tertangkap tangan. (Pasal 18 ayat 2 KUHAP)

Tertangkap biasa yaitu ditangkap dengan surat penangkapan

HAK ANDA SETELAH DITANGKAP?

Minta untuk menghubungi dan didampingi pengacara. Mendapat bantuan hukum adalah hak anda sebagai warga negara, dan sifatnya wajib. Dan penyidik wajib memberitahukan hak anda tersebut dan menyediakan anda pengacara jika anda tidak memiliki pengacara.

Segera diperiksa oleh penyidik. Tak jarang orang yang ditangkap tapi dibiarkan saja tanpa diproses kasusnya. Sehingga berlarut-larut tanpa kepastian hukum.

Minta untuk dilepaskan jika lewat 1 x 24 jam. Pasal 19 ayat 1 KUHAP menyatakan, Penangkapan dilakukan paling lama untuk satu hari.

Diperiksa tanpa tekanan, ancaman, kekerasan, baik fisik maupun psikis, dan sebagainya. Intinya anda berhak untuk diperiksa secara bebas. Pasal 52 KUHAP: “Dalam pemeriksaan pada tingkat penyidikan dan pengadilan, tersangka atau terdakwa berhak memberikan keterangan secara bebas keapada penyidik atau hakim.”[3]

Apabila penangkapan tidak memenuhi ketentuan di atas, maka penangkapan tersebut tidak sah.

Sekian semoga bermanfaat.

 [1] Pasal 1 angka 20 KUHAP: “Penangkapan adalah suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan atau penuntutan dan atau peradilan dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini”.

[2] Pasal 183 KUHAP: “Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya.”

[3] Penjelasan Pasal 52 KUHAP: “Supaya pemeriksaan dapat mencapai hasil yang tidak menyimpang daripada yang sebenarnya maka tersangka atau terdakwa harus dijauhkan. dari rasa takut. Oleh karena itu wajib dicegah adanya paksaan atau tekanan terhadap tersangka atau terdakwa.”

Dasar Hukum:

Undang-Undang No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.......

KONFIGURASI GERAKAN ISLAM RADIKAL DI INDONESIA

👍👍

KONFIGURASI GERAKAN ISLAM RADIKAL DI INDONESIA

Wawancara yang pernah dilakukan HARIAN BANGSA (HB) dengan KH Dr. Imam Ghazali Said, MA (IGHAS), cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal penting untuk dipublikasikan lagi. Karena saat ini Nahdlatul Ulama sebagai organisasi, mendapat serangan bertubi-tubi dari kelompok Islam radikal, baik yang berpaham wahabi maupun ideologi transnasional lainnya.

Pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo, Surabaya ini memang sangat paham "jeroan" berbagai gerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Ia selain banyak menulis dan mengoleksi leteratur Islam aliran keras juga bertahun-tahun studi di Timur Tengah. Ia mendapat gelar S-1- di Universitas Al-Azhar Mesir, sedangkab S-2 di Hartoum International Institute Sudan. Kemudian ia melanjutkan studi S-3 di Cairo University Mesir. Kini intelektual muslim ini aktif sebagai Rois Syuriah PCNU Surabaya dan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya.

HB: Bisa Anda jelaskan bagaimana sejarah gerakan Islam aliran keras yang belakangan menjadi perhatian para kiai NU?

IGHAS: Sebenarnya kelompok besarnya itu Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada 1928, dua tahun setelah NU berdiri, NU kan berdiri 1926. Pendiri Ikhwanul Muslimin Syaikh Hasan Al-Banna. Menurut saya, pemikiran Syaikh Hasan Al-Banna ini moderat. Dia berusaha mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, merangkul kelompok tradisional yang mungkin perilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. Syaikh Al-Banna menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin itu harkah islamiyah, sunniyah, salafiyah, jadi diakomodasi semua, sehingga ikhwanul muslimin menjadi besar. Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimin yang sangat rahasia. Kader yang berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer betul, doktrinnya pakai kesetiaan seperti tarikat kepada mursyid. Ini dibawah komando langsung Ikhwanul Muslimin. Para militer atau milisi ini menarik kelompok-kelompok sekuler yang ingin belajar tentang disiplin militer. Nasser (Gammal Nasser, red) dan Sadat (Anwar Sadat, red) juga belajar pada Tandhimul Jihad ini.

HB: Apa Nasser dan Sadat yang kemudian jadi presiden Mesir itu bagian dari Ikhwanul Muslimin?

IGHAS: Mereka bagian dari militernya, bukan dari ideologi Ikhwanul Muslimin. Jadi mereka belajar aspek militernya. Ketika pada 1948 Israel mempermaklumkan sebagai negara maka terjadi perang. Nah, Tandhimul Jihad ini ikut perang, dan kelompok ini yang punya prakarsa-prakarsa. Waktu itu Mesir kan masih di bawah kerajaan Raja Faruk dan sistemnya masih perdana menteri, Nugrasi. Tapi akhirnya Arab kalah dan Israel berdiri. Kemudian Tandhimul Jihad balik lagi ke Mesir. Nah, dalam kelompok ini ada Taqiuddin Nabhani yang kemudian mendirikan Hizbut Tahrir. Jadi Taqiuddin itu awalnya bagian dari Ikhwanul Muslimin.

Namun antara Hasan Al-Banna dan Taqiuddin ini kemudian terjadi perbedaan. Hasan Al-Banna berprinsip kita terus melakukan perjuangan dan memperbaiki sumber daya manusia. Sedang Taqiuddin bersikukuh agar terus melakukan perjuangan bersenjata, militer. Taqiuddin berpendapat kekalahan Arab atau Islam karena dijajah oleh sistem politik demokrasi dan nasionalisme. Sedang Hasan Al-Banna berpendapat sebaliknya. Menurut dia, tidak masalah umat Islam menerima sistem demokrasi dan nasionalisme, yang penting kehidupan syariat Islam berjalan dalam suatu negara.

Pada 1949 Hasan Al-Banna meninggal karena ditembak agen pemerintah dan dianggap syahid. Sedang Taqiuddin terus berkampanye di kelompoknya di Syria, Libanon dan Yordania. Kemudian Tandhimul Jihad diambil alih Sayid Qutub, ideolognya Ikhwanul Muslimin. Ia dikenal sebagai sastrawan dan penulis produktif, termasuk tafsir yang banyak dibaca oleh kita di Indonesia. Nah, Sayid Qutub ini mendatangi Taqiuddin agar secara ideologi tetap di Ikhwanul Muslimin. Tapi Taqiuddin tidak mau karena ia beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin sudah masuk lingkaran jahiliyah. Ya, itu menurut Taqiuddin hanya gara-gara Ikhwanul Muslimin menerima nasionalisme. Akhirnya Taqiuddin mendirikan Hizbut Tahrir. Artinya, partai pembebasan. Maksudnya, pembebasan kaum muslimin dari cengkraman Barat dan dalam jangka dekat membebaskan Palestina dari Israel. Itu pada mulanya. Ia mengonsep ideologi khilafah Islamiyah.

HB: Lantas?

IGHAS: Nah, karena ia berideologi khilafah Islamiyah, sementara di negaranya sendiri telah berdiri negara nasional, maka akhirnya berbeda dengan masyarakatnya. Di Lebanon, sudah berdiri negara nasionalis yang multi karena rakyatnya terdiri dari banyak agama, undang-undangnya sesuai jumlah penduduknya, misalnya, presidennya, harus orang Kristen Maronit, Perdana Menterinya harus orang Islam Sunni, ketua parlemennya harus orang Islam Syiah. Di Syiria juga telah menjadi negara sosialis, begitu juga Yordania telah berdiri sebagai negara sesuai kondisi masyarakatnya. Akhirnya Hizbut Tahrir itu menjadi organisasi terlarang (OT) di negara asal berdirinya. Karena ia menganggap nasionalisme itu sebagai jahiliah modern. Namun meski menjadi organisasi terlarang Hizbut Tahrir tetap bekerja dan menyusup ke tentara, ke berbagai organisasi profesi dan masuk juga ke parlemen.

Hizbut Tahrir masuk ke partai politik dengan menyembunyikan identitasnya. Dari situlah kemudian terjadi upaya-upaya untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah yang sah pada jaman Raja Husen. Sehingga sebagian anggota Hizbut Tahrir diajukan ke pengadilan dan dihukum mati. Sampai sekarang Hizbut Tahrir masih jadi organisasi terlarang di Yordania.

HB: Bagaimana sejarahnya sampai ke Indonesia?

IGHAS: Mereka mengembangkan ke sini melalui mahasiswa yang belajar di Mesir. Pola ikhwan dikembangkan, pola Salafy dan pola Hizbut Tahrir dikembangkan. Tapi antara Ikhwan, Salafy dan Hizbut Tahrir secara ideologi bertemu, ada kesamaan. Mereka sama-sama ingin menerapkan formalisasi syariat Islam. Hanya bedanya, kalau Salafy cenderung ke peribadatan, atau dalam bahasa lain mengislamkan orang Islam, karena dianggap belum Islam. Dan target utamanya NU karena dianggap sarangnya bid’ah.ha.ha.ha.. Bisa saja kelompok Salafy, Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin membantah, tapi saya tahu karena saya
telah berkumpul dengan mereka.

HB: Kalau Ikhwanul Muslimin?

IGHAS: Sama. Kelompok Ikhwanul Muslimin, menjadikan NU sebagai target. Mereka bergerak lewat mahasiswanya yang dinamakan usrah (keluarga). Usrah ini minimal 7 orang, dan maksimal 10 orang. Ini ada amirnya dan amir inilah yang bertanggungjawab terhadap kelompok. Bagaimana mengatasi kebutuhan kehidupan sehari-hari terpenuhi, misalnya kalau ada anggota yang kesulitan bayar SPP.

Jadi mereka tak hanya bergerak di bidang politik, tapi juga bidang-bidang lain. Nah, kelompok inilah yang kemudian menamakan diri sebagai Tarbiyah yang bermarkas di kampus-kampus seperti Unesa dan sebagainya. Kelompok Tarbiyah inilah yang menjadi cikal bakal PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Mereka umumnya alumni Mesir, Syiria atau Saudi. Kelompok ini masih agak moderat karena masih mau menerima negara nasional. Tapi substansi perjuangan formalisasi syariat sama dengan Hizbut Tahrir atau Salafy.

HB: Kalau dalam ideologi khilafah Islamiyah?

IGHAS: Hizbut Tahrir ketemu dengan Salafy dan Ikhwanul Muslimin dalam soal formalisasi syariat. Tapi dari segi sistem khilafahnya tidak ketemu. Sebab khilafah Islamiyah itu dianggap utopia. Misalnya bagaimana denganya sistem Syuronya, apakah meniru sistem Turki Utsmani yang diktator atau Umayah, itu masih problem. Tapi bagi Hizbut Tahrir yang penting khilafah Islamiyah.

HB: Apa saja program Hizbut Tahrir?

IGHAS: Mereka sampai kini punya konstitusi yang terdiri dari 187 pasal. Dalam konstitusi ini ada program-program jangka pendek. Yaitu dalam jangka 13 tahun, menurut Taqiuddin, sejak berdiri 1953, Negara Arab itu sudah harus jadi sistem Islam dan sudah ada khalifah. Taqiuddin juga menarget, setelah 30 tahun dunia Islam sudah harus punya khalifah. Tapi kalau kita hitung sejak tahun 1953 sampai sekarang kan tidak teralisir.he..he..he.. Jadi utopia, tapi mereka masih semangat.

HB: Bagaimana sejarah Hizbut Tahrir ke Indonesia?

IGHAS: Itu melalui orang Libanon. Namanya Abdurrahman Al-Baghdadi. Ia bermukim di Jakarta pada tahun 80-an. Kemudian juga dibawa Mustofa bin Abdullah bin Nuh. Inilah yang mendidik tokoh-tokoh HTI di Indonesia seperti Ismail Yusanto, tokoh-tokoh Hizbut Tahrir sekarang. Tapi sebenarnya diantara mereka ada friksi. Karena tokoh-tokoh HTI yang sekarang merasa dilangkahi oleh Ismail Yusanto ini.

HB: Bagaimana gerakan mereka di Indonesia?

IGHAS: Ini anehnya. Di Indonesia mereka terus terang menganggap Pancasila jahiliah. Nasionalisme bagi mereka jahiliah. Tapi reformasi kan memberi angin kepada kelompok-kelompok ini sehingga dibiarkan saja. Dan tidak ada dialog. Akhirnya mereka memanfaatkan institusi (seolah-olah) “mendukung” pemerintah untuk mempengaruhi MUI (Majelis Ulama Indonesia). Tapi mereka taqiah (menyembunyikan agenda perjuangan aslinya), sebab mereka menganggap Indonesia itu sebenarnya jahiliah. Taqiah itu ideologi Syiah tapi dipakai oleh mereka.

HB: Lalu bagaima cara Hizbut Tahrir merealisasikan kepentingan politiknya?

IGHAS: Meski bernama partai, Hibut Tahrir, tak bisa ikut pemilu. Hizbut Tahrir membentuk beberapa tahapan dalam menuju pembentukan khilafah Islamiah. Pertama, taqwin asyakhsyiah islamiah, membentuk kepribadian Islam. Mereka pakai sistem wilayah, karena gerakan mereka internasional. Jadi untuk Indonesia wilayah Indonesia. Tapi sekarang pusatnya tak jelas, karena di negaranya sendiri sangat rahasia. Mereka dikejar-kejar karena Hizbut Tahrir ini organisasi terlarang. Tapi mereka sudah ada di London, Austria, di Jerman dan sebagainya.

HB: Siapa tokoh internasionalnya itu?

IGHAS: Nah itu rahasia. Tapi di sini mereka terbuka karena Indonesia memberi peluang. Ada Ismail Yusanto dan sebagainya, jadi bisa muncul di media massa. Nah, dari taqwin syahsyiah islamiah ini bagaimana bisa mengubah ideologi nasionalis menjadi internasionalis Islam. Mereka agresif, jadi terus menyerang. Karena itu orang-orang NU didatangi, termasuk kiai-kiainya didatangi oleh mereka.

Kedua, attau’iyah, penyadaran.

Ketiga, at-ta’amul ma’al ummah, interaksi dengan masyarakat secara keseluruhan. Mereka membantu kepentingan-kepentingan. Saya dengar di Surabaya, di Unair dan ITS saja, dalam urunan mereka bisa menghasilkan uang Rp 30 juta tiap bulan.

Keempat, harkatut tatsqif, gerakan intelektualisasi. Ini diajari bagaimana menganalisa hubungan internasional, mempelajari kejelekan-kejelekan ideologi kapitalisme. Pokoknya yang ideologi modern itu mereka serang semua. Mereka melontarkan Islam sebagai solusi atau alternatif.

Ini beda dengan Ikhwanul Muslimin dan Tarbiah Islamiah yang kemudian menjelma sebagai PKS. Sebab Ikhwanul Muslimin agak fleksibel. Kasus di Syria, di bawah Mustofa as-Syiba’i, ketika ideologi pemerintahannya sosialisme, mereka ikut sosialis. Ia mencari landasan hukum bahwa sosialisme itu benar menurut Islam. Maka Mustofa as-Syiba’i menulis buku Istiroqiyah Islamiah, jadi sosialisme Islam.

HB: Tapi Hizbut Tahrir di Indonesia kan pendukung PKS?

IGHAS: Kalau dukungan iya, tapi secara formal mereka tidak. Ya, mungkin ada kesamaan dalam perjuangan yang terbatas.

HB: Lalu tahapan apalagi?

IGHAS: Yang terakhir, at-taqwin daulah islamiah, membentuk Negara Islam. Sarananya apa? Biwasailil jihad, dengan sarana jihad. Jadi bagi negara nasional, gerakan mereka, menurut saya, bahaya. Karena gerakan selanjutnya adalah istilamul hukmi, merebut kekuasaan. Meskipun utopia tapi kalau mereka pakai cara-cara kekerasan, kan berat. Karena mereka didoktrin dan pengikutnya muda-muda semua. Misalnya, mahasiswa semester 2 atau 3. Bahkan santri saya datang ke saya, ia bilang diajak Hizbut Tahrir. Saya persilakan. Tapi saya sendiri pernah diprotes oleh Hizbut Tahrir.

HB: Kenapa?

IGHAS: Saya kan pernah bilang, bahwa pendapat ijtihadi Hizbut Tahrir ada yang kontroversial. Misalnya pendapat fiqhnya menyatakan bahwa anggota Hizbut Tahrir itu sebenarnya boleh non-muslim. Ini kan kontroversi. Kemudian, menurut Hizbut Tahrir, perempuan boleh jadi anggota parlemen. Kalau di Arab ini kontroversi. Lalu juga – menurut Hizbut Tahrir – boleh melihat film porno. Kemudian, ini yang menarik, menurut Hizbut Tahrir, boleh mencium perempuan bukan muhrim, baik syahwat maupun tidak syahwat. Begitu juga salaman dengan perempuan, boleh.Tapi mereka (aktivis Hizbut Tahrir) membantah.
Waktu di NU Centre, mereka membantah karena saya menyatakan menurut paham Hizbut Tahrir boleh salaman dengan perempuan bukan muhrim. Mereka tanya, masak Hizbut Tahrir membolehkan ciuman dengan cewek bukan muhrim. Padahal setelah saya lihat dalam buku mereka ini (Imam Ghazali Said menunjukkan buku) memang boleh. Berikutnya, perempuan boleh berpakaian celana yang untuk kawasan Timur Tengah dianggap kontroversi. Juga boleh orang kafir menjadi panglima di Negara Islam, bahkan jadi khalifah sekalipun, asal dia taat pada undang-undang Islam. Kemudian juga boleh umat Islam membayar jizyah (pajak) kepada Negara kafir dalam kondisi umat Islam belum kuat.

HB: Respon mereka?

IGHAS: Lha, ini nggak benar, kata mereka. Kata mereka, yang bicara begini ini harus Hizbut Tahrir. Lalu saya bilang, saya kan punya data autentik. Ini tulisan syaikh Anda sendiri, Taqiuddin Nabhani (pendiri Hizbut Tahrir). Daulah Islamiyah. Saya sebagai guru kan tak boleh bohong. Sekarang mahasiswa tak bisa dibohongi. Mereka bisa akses informasi kemana-mana sehingga kita tak bisa nutup-nutupi. Katanya mereka (aktivis Hizbut Tahrir) mau kesini, mau lihat buku ini. Saya bilang boleh, tapi cukup difoto kopi. Kalau buku ini dibawa jangan, nanti hilang.

HB: Apa kira-kira dasar Hizbut Tahrir membolehkan cium cewek segala itu?

IGHAS: Di sini tak dijelaskan alasannya. Tapi perkiraan saya agar orang Islam dapat dukungan dalam mendirikan khilafah, maka tak boleh terlalu ketat. Tapi menurut saya sampai sekarang belum ada tanda-tanda mereka akan bisa mendirikan khilafah. Karena kalau terlalu ketat mereka tak bisa mendapat dukungan internasional. Padahal mereka orientasinya internasional. Karena itu kampanye mereka sekarang tidak boleh mengkafirkan sesama muslim. Padahal ideologinya mereka kafirkan. Nasionalisme mereka kafirkan.
Bagaimana pandangan mereka soal fiqh?

Ada pemikiran begini. Apakah negara yang pakai sistem jahiliah itu perlu fiqh. Padahal fiqh itu adalah hukum Islam yang harus dilaksanakan dalam pemerintahan yang Islam. Ini terjadi perdebatan antara Sayid Qutub dan Wahba Suhairi. Dr Wahba ini orang Syria yang kitabnya jadi kutub muktabarah di NU.

Dalam ICIS tempo hari Wahba ini datang. Sayid Qutub ini asalnya kan seorang hakim. Tapi, ketika dia masih jadi hakim ia masih menganggap penting sistem khilafah.
Menurut Sayid Qutub dan Taqiuddin Nabhani, fiqh tidak perlu dipelajari atau dipraktikkan sepanjang suatu negara belum melaksanakan sistem Islam. Sedang Wahba Zuhaili menganggap bahwa fiqh adalah suatu keniscayaan. Ini jadi polemik. Menurut Wahba, orang Islam harus belajar fiqh, baik negaranya Islam maupun tidak Islam. Jadi menurut Wahba tidak hanya sistem pemerintahan saja, tapi bagaimana orang nikah, orang salat, muamalah, semua itu kan fiqh yang ngatur. Tapi menurut Sayid Qutub dan Taqiuddin Nabhani tidak perlu itu. Yang penting bagaimana memperjuangkan menegakkan pemerintahan Islam, baru setelah itu fiqh. Karena itu meski buku-buku atau tulisan Sayid Qutub banyak tapi tak ada fiqhnya. Semua buku-buku dia bernuansa politik. Misalnya pertarungan Islam dan kapitalisme dan sebagainya.

HB: Dari penjelasan Anda ini tampak bahwa aktivis HTI sendiri kemungkinan banyak yang belum paham tentang pemikiran Taqiuddin Nabhani sebagai pendirinya?

IGHAS: Begini. Mereka itu ada jubirnya, jadi informasi dan pemikiran yang keluar diatur. Jadi referensi mereka tidak terbuka.

HB: Berarti ada beberapa pemikiran yang disembunyikan bagi pengikutnya?

IGHAS: Ya, padahal kondisi sekarang kan sudah tidak bisa model begitu. Seperti saya kan tidak bisa mengelabuhi mahasiswa saya. Karena mahasiswa saya bisa mengakses literatur primer. Kecuali anggotanya bodoh-bodoh. Kan kasihan kalau anggotanya bodoh-bodoh. Karena itu ketika saya menyampaikan informasi yang benar dari sumber primer lalu dikira keliru oleh mereka. Ya, ndak bisa, wong saya punya sumber primer. Mereka katanya mau melihat sumber primer ini.

HB: Maksudnya sengaja disembunyikan?

IGHAS: Bisa saja dianggap aib dan kalau itu dimunculkan pasarnya bisa tidak laku. Karena itu disembunyikan. Tapi pada era sekarang mana bisa disembunyikan. Lha,wong, di tiga negara, di Libanon, Syria dan Yordan, Hizbut Tahrir itu jadi organisasi terlarang. Di Mesir juga jadi organisasi terlarang karena mau menggulingkan pemerintahan yang sah. Jadi mereka gampang terseret pada aksi kekerasan. Karana itu anak-anak muda NU jangan mudah terprovokasi ikut mereka.

HB: Tapi dalam hal-hal tertentu kan ada juga beberapa kesamaan dengan NU?

IGHAS: Ya, mungkin ada kesamaan. Qur’annya satu, Nabinya satu (Muhammad), karena itu kita tak bisa saling menyesatkan sebab masing-masing punya pandangan keagamaan yang berbeda. Jadi ada hal yang sama dan ada hal yang beda. Artinya, bidang-bidang yang dikerjakan NU ya serahkan kepada NU, sedang bidang-bidang bagian mereka ya serahkan mereka. Ini tidak akan berbenturan. Jadi jangan mencaplok. Sudahlah yang bagian khilafah sampean (Hizbut Tahrir), carilah pengikut tapi jangan di NU. Mestinya orang-orang kafir diupayakan jadi basis pendukung, misalnya.

HB: Kalau kelompok Salafy?

IGHAS: Mereka bergerak dalam bidang pendidikan. Misalnya LPBA (Lembaga Pendidikan Bahasa Arab) yang sekarang menjadi Lembaga Ilmu Keislaman cabang dari Jamiatul Imam Riyadh. Ini dibiayai dari sana sangat besar. Sebenarnya orang-orang seperti Ulil (Ulil Abshar Abdalla, red), Imdad dan sebagainya alumni LPBA ini. Lah, mereka ketemu dengan Rofik Munawar yang dulu ketua PKS Jawa Timur. Anis Matta (sekjen PKS) itu juga teman Ulil di LPBA. Mereka dulu alumni situ. Hanya saja ada yang kemudian terbawa dan larut dalam salafy seperti Anis Mattta, tapi ada yang nggak, ya kayak Ulil itu. Kalau Anis Matta terbawa Salafy tapi pola politiknya ikut Ikhwanul Muslimin. Kelompok Salafy ini sangat puritan. Jadi tahlilan, dibaan, ziarah kubur, mereka sangat tidak mau. Mereka menganggap itu syirik. Nah, disinilah, dalam bidang peribadatan itu, kelompok PKS ketemu dengan Salafy.

Sedang orang-orang seperti Ulil, Imdad dan anak-anak pesantren yang sekolah di LPBA melakukan pemberontakan. Mereka menganggap (paham Salafy) itu tak cocok dengan budaya saya (Ulil cs) yang NU. Akhirnya mereka melanjutkan ke ilmu-ilmu filsafat, sosial dan sebagainya, termasuk belajar ke Frans Magniz Suseno di STF Driyarkara. Kemudian berkomunikasi dengan Nurcholis Madjid, ketika Nurcholis masih ada (hidup). Nah, dalam diri Ulil cs ini kemudian terbentuklah suatu sosok yang berasal dari pola radikal (Salafy), ketemu dengan ilmu-ilmu sosial, ketemu dengan Nurcholis Madjid, ketemu dengan Gus Dur dan sebagainya. Jadi mereka ini meramu dari berbagai unsur itu sehingga jadilah orang seperti Ulil Abshar Abdalla, Hamid Basyaib, Luthfi Syaukani, Abdul Moqsith Ghazali dan sebagainya.

HB: Apa ada kesamaan dalam soal simbol-simbol pakaian di antara mereka?

IGHAS: Ya, memang ada kesamaan, baik kelompok Hizbut Tahrir, Tarbiyah (PKS) maupun Salafy. Misalnya pakai celana cingkrang, berjenggot dan sebagainya. Tapi semua kelompok ini sama menyerang NU.

HB: O, ya bagaima sebenarnya sebenarnya soal pakaian itu menurut Islam?

IGHAS: Menurut mereka, Nabi itu jenggotan. Abdul Aziz, tokoh Salafy, itu menulis tentang membiarkan jenggot. Menurut dia, kalau orang mencukur jenggot dianggap tabi’ul hawa, mengikuti hawa nafsu. Jadi menurut mereka memahami sunnah Rasul itu apa saja diikuti, termasuk cara berpakaian. Tapi kalau NU kan tidak begitu cara memahami sunnah Rasul. Paling tidak, NU terdidik memahami sunnah Rasul itu dalam arti substantif, misalnya soal peribadatan. Tapi kalau soal pakaian kalangan NU yang terdidik menganggap itu sebagai budaya. Misalnya soal sorban. Nabi memang bersorban tapi harus diingat Abu Jahal dulu juga sorbanan.

Begitu juga soal jenggot. Kalangan NU terdidik menganggap itu sebagai budaya. Karena Abu Jahal pun juga jenggotan. Masak orang nggak punya jenggot disuruh memelihara jenggot. Ada orang yang jenggotnya hanya tiga helai atau tiga lembar itu disuruh pelihara..kan lucu.ha.ha.ha.

HB: Kalau soal celana mereka yang cingkrang?

IGHAS: Kan ada dalam hadits Nabi bahwa kalau pakaian orang itu nglembreh ke kakinya dianggap huyala, sombong. Padahal dulu pakaian Abu Bakar juga ngelembreh, panjang ke bawah tapi tidak dianggap sombong. Waktu itu Abu Bakar tanya, apakah saya ini juga dianggap sombong karena pakaian saya ngelembreh. Lalu dijawab, o, tidak, karena Abu Bakar memang tidak sombong, meski pakaiannya nglembreh. Karena tubuh Abu Bakar kurus, jadi sudah wajar kalau pakaiannya dipanjangkan sampai nglembreh.

Karena itu menurut kalangan NU, pakaian itu dianggap sebagai budaya. Masak orang pakai kopyah hitam dianggap bid’ah hanya karena Nabi tak pernah pakai kopyah hitam. Kan waktu itu belum ada perusahaan kopyah Gresik ha.ha.. Nah, disini lalu semua menyerang NU. Jadi mereka semua, Hizbut Tahrir, Tarbiyah dan Salafy itu sama menyerang NU. Menurut mereka, yang dimaksud ahlussunnah itu adalah versi Ibnu Taymiah, bukan paham versi Asy’ari. Dalam buku-buku mereka paham Asy’ari itu dianggap sesat. Padahal NU kan menganut paham Asy’ari.

HB: Ada yang berpendapat, kalau niat mereka untuk dakwah, kenapa mereka kok tidak merekrut komunitas lain yang belum beragama, misalnya. Kalau jamaah NU kan hasil jerih payah para wali songo dan ulama kultural, kenapa mereka tidak cari kreasi sendiri agar tidak menimbulkan konflik sesama umat Islam?

IGHAS: Ya, karena mereka mau mengislamkan orang Islam. Jadi kita yang sudah Islam ini harus diislamkan lagi.ha.ha..

HB: Jadi iman umat Islam masih perlu diadili. Berarti mereka merasa paling Islam?

IGHAS: O, ya, mereka memang merasa paling Islam. Karena itu harus kita pahami itu. Kalau sikap saya tetap harus moderat. Sepanjang mereka tidak menyerang kita ya kita nggak apa-apa. Tapi mereka menyerang kita, ya kita harus melawan. Karena itu di beberapa tempat seperti di NTT, Jember, kita lawan karena mereka sudah menyerang kita. Di Purwokerto misalnya orang NU dianggap sesat. Saya kan kesana, orang NU di sana dianggap dlalal finnar, masuk neraka.ha..ha.. ya kelompok Salafy itu. Jadi, yang menyerang NU dalam peribadatan itu kelompok Salafy, sedang yang menyerang NU dari segi politik kelompok Hizbut Tahrir dan Tarbiyah (PKS). Jadi, orang NU itu harus sadar, bahwa sekarang mereka diserang dari berbagai arah.

HB: Jadi secara paradigmatik maupun aksi memang beda sekali dengan NU?

IGHAS: Sejak Gus Dur mimpin NU kan membuka cakrawala baru di kalangan anak-anak muda NU. Gus Dur mengevaluasi bahwa formalisasi syariat ternyata selalu gagal, karena itu Gus Dur membuka wacana baru Islam sebagai etika soial. Dan ini kemudian menjadi gaung NU sampai sekarang, walau belakangan NU diutik dengan formalisasi syariat. Tapi Pak Hasyim Muzadi dalam berbagai wawancara menyatakan tidak memperjuangkan Islam seperti teksnya tapi yang diperjuangkan adalah ruhnya. Bisa saja KUHP seperti sekarang tapi ruh Islam ada di situ. Nah, dalam hal ini pengaruh Gus Dur sangat besar.

Tapi di struktural NU sekarang kan dilakukan pembersihan terhadap kelompok-kelompok Gus Dur. Di Lakpesdam, Imdad (M Imaduddin Rahmat, red) bilang kepada saya bahwa dia hanya ditaruh sebagai pemimpin redaksi Tashwirul Afkar. Tapi di struktur Lakpesdam ia sudah tak masuk. Tapi untuk membersihkan orang-orang Gus Dur secara total tidak bisa. Karena pengurus NU yang pandai-pandai adalah “didikan” Gus Dur. Paling tidak, secara visi keagamaan sama karena sebelumnya pernah lama berinteraksi dengan Gus Dur. Misalnya Endang Turmudzi, Sekjen PBNU. Dia kan orang LIPI. Kemudian Nazaruddin Umar, Katib Aam Syuriah. Nah, ketika berhubungan dengan dunia internasional, kelompok-kelompok “didikan” Gus Dur inilah yang bisa berkomunikasi. Jadi meski mereka ini dibenci tapi tetap dibutuhkan. Misalnya ada Masdar dan sebagainya. Dan mereka inilah yang mengerti persoalan yang dihadapi NU ke depan dalam menghadapi kelompok-kelompok Islam radikal itu.

HB: Bisa dijelaskan soal NU dalam konteks negara nasional?

IGHAS: NU itu fiqh-mainded. Fiqh siyasi (politik) di NU kurang berkembang. Fiqh yang dikembangkan NU adalah fiqh dalam kontek negara nasional. Ketika Kiai Hasyim Asy’ari (pendiri NU, red) mengeluarkan fatwa resolusi jihad Negara Indonesia dalam kondisi bukan negara agama. Karena saat itu kalimat menjalankan syariat Islam sudah dihapus kemudian Belanda datang lagi akhirnya Kiai Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa jihad. Jadi Negara yang dipertahankan waktu itu negara “sekuler” kan. Jadi NU tak bisa lepas dari negara nasionalis atau sebagai nasionalis. Nah, fatwa jihad Kiai Hasyim itu merupakan fatwa pertama di dunia Islam yang mempertahankan negara nasionalis. Belum ada ketika itu ulama yang berfatwa kewajiban jihad untuk mempertahankan Negara nasionalis. Jadi Kiai Hasyim Asy’ari itu pelopor pertama.

HB: Apa kira-kira dasar pemikirannya?

IGHAS: Mungkin bagi Kiai Hasyim yang terpenting Indonesia merdeka dulu. Apalagi bangsa Indonesia mayoritas umat Islam. Ini yang harus diutamakan. Jadi Kiai Hasyim membuat fatwa untuk mengusir penjajah dan mempertahankan negara nasional. Nah, ini bagi wacana pemikiran internasional seperti orang-orang yang menginginkan sistem kahalifah kontroversi. Perjuangan NU berikutnya, dalam sejarahnya, seluruhnya selalu terkait dengan negara. Soekarno, misalnya, diberi gelar waliyul amri dlaruri bissyaukah. Jadi, pemerintah darurat yang mempunyai kekuatan. Ini asalnya kan diberi oleh konfrensi ulama di Cipanas 1954. Kemudian pada 1956 oleh NU dianggap sah. Ini artinya apa? Karena dikaitkan dengan fiqh? Sebab perempuan yang tidak punya wali dalam pernikahan walinya harus Sulthon. Padahal hadits as-sultonu waliyu man laa waliya lah. Sulthon itu adalah wali bagi orang yang tak punya wali. Kalau Sulthon ini tidak diberi legitimasi sesuai syariat kan tidak sah Sulthon ini. Jadi ini terkait dengan fiqh maka negara walau sekuler harus diakui sah menurut syariah. Nah, cara berpikir ini saya kira cerdas. Kalau nggak gimana. Sulthon itu siapa, padahal kalau orang kawin harus mencatatkan diri ke situ. Nah, itulah NU. Tapi ini kemudian disalahpahami oleh kelompok Islam modernis. Dikira NU itu oportunis pada negara karena memberi legitimasi. Padahal sebenarnya ini terkait dengan fiqh.

HB: Faktor lain?

IGHAS: Faktor kedua memang pada tahun 50-an itu Kartosuwirjo sedang mengadakan pemberontakan. Nah, pemberian gelar waliyul amri dlaruri bissyaukah itu sebagai legitimasi pada Soekarno agar bisa mengatasi gerakan pemberontakan itu. Tapi inti NU itu sebenarnya pada fiqh urusan perkawinan tadi itu, bukan pada fiqh siyasahnya (politik). Selanjutnya perjuangan NU terus berkait dengan negara nasionalisme. Ini yang harus dipahami oleh kelompok-kelompok baru ini seperti Hizbut Tahrir dan sebagainya itu.

HB: Dengan demikian, bisa dijelaskan perbedaan antara NU dan HTI?

IGHAS: Ya. NU berdiri tahun 1926 dalam proses menuju pembentukan negara Indonesia. Sedang Hizbut Tahrir (HT) berdiri ketika nation state di tempat ia berdiri telah terbentuk, yaitu tahun 1953. Dari segi latar belakang waktu yang berbeda ini, dipahami bahwa sejak awal NU memberi saham besar terhadap pembentukan nation state yang kemudian menjadi negara Indonesia merdeka.

Sedangkan HT berhadapan dengan negara yang sudah terbentuk. Maka wajarlah, jika HT menganggap bahwa nasionalisme itu sebagai jahiliyah. Karena mereka anggap menjadi penghalang dari pembentukan internasionalisme Islam, apalagi nasionalisme tersebut tidak memberlakukan syariat Islam dan lebih banyak mengadopsi sistem hukum sekuler Barat.

NU menerima sistem hukum penjajah dalam keadaan darurat. Karena negara tidak boleh kosong dari hukum. Selanjutnya, NU berjuang agar hukum yang berlaku di negara ini bisa menjadikan fikih sebagai salah satu sumber dari hukum nasional kita. Dari situ, NU ikut ambil saham dalam penerapan UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang saat ini berlaku di Indonesia. Tentu HT belum punya saham dalam memperjuangkan hukum Islam di negara nasional ini, sehingga tidak logis jika HT langsung menentang negara nasional ini gara-gara tidak memberlakukan syariah Islam secara kaffah.

Jadi, perjuangan NU dalam menegakkan syariah baik sebagai etika sosial maupun sebagai hukum formal tidak bisa diletakkan di luar NKRI. Karena NKRI ini didapat dengan perjuangan para syuhada yang gugur pada prakemerdekaan maupun pascakemerdekaan. Pendek kata, NU tidak bisa terpisah dari negara
nasional ini.

HB: Mestinya, suatu ormas dapat diakui legal di negara ini harus terdaftar di Depkum HAM. Apakah ini berlaku bagi HTI?

IGHAS: Nah itu masalahnya. Saya tidak tahu. Yang jelas, HTI dapat leluasa melakukan kegiatan pascareformasi. Tapi jika dilihat dari semua kegiatan yang dilakukan, tampaknya HTI belum mengantongi izin sebagai ormas. Karena jika nanti dipelajari tujuan berdirinya ormas ini oleh pemerintah, pasti ormas ini dilarang karena menentang konstitusi negara. Hal seperti itu yang terjadi di Yordan, Syiria, Libanon, Malaysia, dan lain-lain. Jadi, HT di semua negara itu menjadi organisasi bawah tanah.Indikator ini tampaknya ada di Indonesia. Buktinya, tidak jelas siapa Amirnya. Yang tampak itu Ismail Yusanto sebagai juru bicara. Atau di Jawa Timur itu siapa Amirnya? Yang kelihatan dr Usman sebagai humas atau jubirnya. Jabatan ketua DPD I, DPD II HTI, itu sebenarnya kamuflase untuk mengelabui agar diakui sebagai ormas yang legal.Kalau tujuannya menentang konstitusi negara, bagaimana mungkin bisa diakui? Tapi saya tidak tahu. Barangkali sudah mengantongi izin. Ini yang perlu dijelaskan oleh HTI dan pemerintah. Realitanya, sistem sel seperti yang terjadi di Yordan, Mesir, Sudan, dan lain-lain juga berlaku di sini. Di sini mestinya pemerintah cermat. Namun saya yakin, BIN sudah tahu masalah ini, tapi sengaja dibiarkan. Semua yang saya jelaskan itu berdasarkan sumber-sumber primer tulisan pendiri dan aktifis HT di Yordan, Palestina, Syiria, Libanon dan Mesir. Di antaranya Al Daulah al Islamiyah karya Taqiyuddin Nabhani, Kaifa Huddimat al Khilafah karya Abdul Qodim Zallum, dan lain-lain yang semuanya ada di Perpustakaan An-Nuur.

HB: Harapan Anda pada HTI dan NU?

IGHAS: Antara NU dan HTI itu memang ada perbedaan prinsip, tapi ada juga kesamaan. Keinginan untuk melaksanakan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan itu sama antara keduanya. Hanya perbedaannya, adalah bagaimana cara merealisasikannya. NU lebih realistis, sedangkan HTI utopis. Lah, kapan khalifah seperti yang dicita-citakan itu akan muncul? Wong prediksinya – yang katanya 30 tahun dari berdirinya HTI, sistem khalifah akan terbentuk di seluruh dunia Islam. Buktinya mana? Di Yordan saja masih jauh, apalagi di Indonesia.

Karena itu, hal-hal yang sama mestinya bergerak secara koordinatif. Obyek dakwah yang sudah menjadi kaplingan NU, jangan diganggu. Apalagi itu jelas-jelas masjidnya NU, lembaga pendidikan NU, dan lain-lain. NU sendiri mestinya mampu merumuskan tujuan idealnya di negeri ini. Sekaligus merumuskan langkah-langkah realistis untuk mencapai tujuan itu. Dalam hal ini, kita bisa berguru pada HTI dengan empat marhalah perjuangan HT yang populer itu. (takwin syakhsiyah islamiyah – pembentukan pribadi islami, taw’iyah – penyadaran keislaman, tatsqif (intelekktualisasi), dan takwinud daulah – pembentukan negara khilafah atau populer juga dengan istilah taslimul hukm – merebut kekuasaan). Ke depan, saya mengharap, HTI berhenti dan tidak mengganggu obyek-obyek dakwah NU. Jika tidak, NU akan melawan.

HB: Kalau begitu, HT tidak boleh mempunyai aset?

IGHAS: Ya pasti. Karena di Indonesia baru berkembang dan legalitasnya masih dipertanyakan. Mungkin karena faktor inilah aktivis-aktivis HT memanfaatkan toleransi warga NU sehingga masjid-masjidnya banyak dikuasai oleh HT. Remaja Masjid Surabaya, misalnya, sudah dikuasai mereka.