Ngopi Neng Warung

22 pasangan calon nonmuslim yang diusung Partai Islam

Berikut 22 pasangan calon nonmuslim yang diusung Partai Islam.

1. Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara

PKS berkoalisi dengan PDI Perjuangan, PAN, Nasdem dan PKB mengusung pasangan Hj Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk yang merupakan kombinasi pasangan muslimah-Kristen.

Pasangan ini hampir pasti memenangkan pilkada di Kabupaten Bolaang Mongondow dengan perolehan 64,88 persen. Calon yang diusung koalisi partai Islam-Nasionalis ini mengalahkan pasangan yang diusung koalisi Demokrat-Gerindra-Golkar yang hanya memperoleh 35,12 persen suara.

Berdasarkan data Form C1 yang sudah 100 persen, partisipasi pemilih terlihat mencapai 81 persen dari total 171.213 pemilih di kabupaten ini.

2. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur

PPP turut dalam barisan koalisi partai pendukung pasangan Jefirstson Riwu Kore-Hermanus Man dalam pemilihan wali kota Kupang 2017. Jefirstson merupakan politisi Partai Demokrat beragama Kristen, sedangkan Hermanus Man yang beragama Katolik menjabat wakil wali kota periode sebelumnya, 2012-2017.

Pasangan ini didukung koalisi Demokrat, PAN, PPP dan Gerindra. Berdasarkan data sementara Form C1 di situs KPU yang sudah masuk 100 persen, pasangan Jefirstson-Hermanus hampir bisa dipastikan memenangi pilkada tahun ini, dengan perolehan 52,86 persen suara.

Pasangan itu mengalahkan petahana, Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus, wali kota petahana yang diusung PDIP, Nasdem, Hanura, PKPI, Golkar dan PKB.

TIngkat partisipasi pemilih di Kota Kupang mencapai 70,1 persen dari total 238.711 pemilih.

3. Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku

Pasangan Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwaly untuk sementara memimpin perolehan suara pada pemilihan pemilihan bupati Maluku Tenggara Barat 2017.

Berdasarkan data penghitungan tingkat TPS (Form C1) yang sudah terdata 100 persen, pasangan Petrus-Agustinus yang menempati nomor urut 1 memperoleh dukungan suara sementara 39,99 persen mengungguli dua pasangan lain. Pesaingnya, pasangan nomor 2 dan 3 memperoleh dukungan 24,42 persen serta 35,59 persen. Partisipasi pemilih di Maluku Tenggara Barat mencapai 73,6 persen dari total 71.145 orang pemilih.

Petrus Fatlolon yang memimpin DPRD Kota Sorong periode 2014-2019 itu maju dalam pemilihan bupati Maluku Tenggara Barat dengan dukungan dari PKS, Nasdem, Demokrat, Gerindra, Hanura, PKB dan PKPI.

Meski berlatar belakang Katolik, Petrus selama ini akrab dengan kehidupan keagamaan Islam. Ia bahkan berkuliah S1 di Universitas Al-Amin Sorong pada 2006, dan sempat mengajar di Universitas Muhammadiyah Sorong pada 2013.

4. Kota Ambon, Maluku

Koalisi partai PPP, Golkar dan Nasdem mengusung pasangan Richard Louhenapessy-Syarif Hadler dalam pemilihan wali kota Ambon 2017.

Richard merupakan wali kota Ambon periode 2011-2016, dan maju untuk periode kedua menggandeng pengurus DPW PPP Syarif Hadler pada pemilihan kali ini.

Pasangan toleransi Kristen-Islam ini ternyata hampir bisa dipastikan memenangkan pilkada kali ini dengan memperoleh dukungan 54,65 persen suara.

Sementara itu, pasangan toleransi lainnya, Paulus Kastanya-Muhamad Aryn S Latuconsina yang diusung koalisi PKS, PBB, Demokrat, PDIP, Gerindra, Hanura, PKB dan PAN hanya mendapat 45,35 persen.

Berdasarkan data di situs KPU yang sudah mencakup 100 persen, partisipasi pemilih sebanyak 65,1 persen dari total 240.499 pemilih.

5. Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah

Di wilayah ini PPP mendukung pasangan H. Irianto Malingong-Hesmon Firatoni VL Pandili untuk pemilihan bupati. Pasangan kombinasi Islam-Protestan ini selain didukung PPP juga diusung partai lain yaitu Golkar, PAN dan Nasdem.

Namun, dari penghitungan tingkat TPS yang sudah mencapai 100 persen, pasangan Irianto-Hesmon hanya memperoleh 32,88 persen suara. Irianto-Hesmon hanya menempati urutan kedua dalam perolehan suara terbanyak di bawah pasangan Zainal Mus-Rais Adam. Pasangan Zainal-Rais yang diusung PKS, Demokrat, PBB dan Hanura mengumpulkan 39,34 persen suara dari total 80.145 pemilih. Tingat partisipasi pemilih di Pilkada Banggai Kepulauan mencapai 85,3 persen.

6. Kabupaten Lembata, NTT

Di kabupaten ini, PKS dan Gerindra mengusung pasangan nonmuslim Herman Yosef Loli Wutun-Yohanes Viany K Burin.

Namun pasangan nomor urut 1 itu harus rela berada di urutan kedua peraih suara terbanyak, karena pasangan nomor 5 Eliaser Yentji Sunur-Thomas Ola meraih suara terbanyak dengan 38,31 persen.

Dengan data masuk sudah 100 persen, pasangan Eliaser-Thomas yang diusung Hanura, Nasdem dan Golkar ini hampir bisa dipastikan menjadi kepala daerah di Lembata untuk periode lima tahun ke depan.

7. Kabupaten Flores Timur, NTT

PPP dan Partai Golkar mengusung pasangan Yoseph Lagadoni Herin-Marius Payong Paty yang keduanya beragama Katolik. Yoseph yang saat ini menjabat Bupati Flores Timur berniat untuk melanjutkan kepemimpinan di periode kedua lewat Pilkada 2017.

Pasangan ini harus bersaing melawan lima pasangan calon lain di pemilihan bupati Flores Timur. Namun, perolehan suara pasangan Yoseph-Marius tercecer di urutan empat.

Mereka harus mengakui keunggulan pasangan nomor 6, Antonius Hubertus Gege-Agustinus Payong Boli. Antonius-Agustinus yang diusung PDIP, Gerindradan PAN ini memperoleh suara terbanyak 27,06 persen.

8. Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku

Di kabupaten ini, PKS dan PDIP mengusung pasangan Samson Richargo Atapary dan Mohamad Suhfi Majid. Pasangan berlatar belakang Protestan dan Muslim ini beradu dengan tiga pasangan calon lainnya.

Berdasarkan data di KPU yang mencapai 88,19 persen, pasangan Samson-Suhfi yang diusung PKS ini baru memperoleh 28,0 persen.

Suara mereka tertinggal di urutan kedua, kalah banyak dari pasangan toleransi yang diusung Hanura dan Nasdem, yaitu pasangan Moh Yasin Payapo-Timotius Akerina. Pasangan Yasin-Timotius sementara memimpin dengan perolehan 38,00 persen suara.

Partisipasi pemilih mencapai 75,3 persen dari total pemilih sebanyak 131.443 orang.

9. Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara

Dua partai Islam yaitu PKS dan PPP bersama-sama PAN mengusung pasangan calon yang sama, yaitu Ali Sangaji dan Pdt Yulce Makasarat untuk pemilihan bupati Pulau Morotai di Maluku Utara.

Pasangan Ali-Pendeta Yulce memperoleh cukup banyak suara, 34,49 persen. Namun suara mereka masih belum mencukupi untuk memenangkan pemilihan bupati di wilayah itu, karena kalah besar dari pasangan Benny Laos-Asrun Padoma.

Pasangan Benny-Asrun yang diusung koalisi PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB dan Nasdem unggul dengan perolehan 49,74 persen suara.

Dari data yang sudah mencapai 100 persen, jumlah partisipasi pemilih di Pulau Morotai mencapai 78,9 persen dari total 48.869 pemilih. Tingkat partisipasi itu melampaui target KPU pusat sebesar 77,5 persen.

Selain di wilayah itu, partai-partai Islam juga mengusung pasangan nonmuslim di 10 kabupaten kota di Papua. Namun, hingga Sabtu (18/2/2017) dinihari belum ada rekaman data penghitungan TPS (Form C1) yang terekam di situs resmi KPU.

10. Kabupaten Mappi, Papua

Di Kabupaten Mappi, PKS mengusung pasangan muslim-nonmuslim, yaitu Stefanus Kaisma-Mustafa Salam, bersama dengan Partai Golkar. Sedangkan, Partai Bulan Bintang PBB, Gerindra dan PAN mengusung Edoardus Anoyeng-Andi Amar.

Partai lainnya, PPP mengusung Yohanes Agawemu-Jaya Ibnu Suud bersama dengan PKB, Hanura dan PDIP.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Mappi di situs KPU.

11. Kabupaten Lanny Jaya, Papua

Dua partai Islam yaitu PKS dan PPP mendukung pasangan Befa Yigibalom-Yemis Kogoya dalam koalisi partai bersama-sama partai Demokrat, PDIP, Nasdem, Hanura dan PKPI.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Lanny Jaya di situs KPU.

12. Kabupaten Yapen, Papua

Dua partai Islam, yaitu PPP dan PBB mengusung pasangan Benyamin Arisoy-Nathan Bonay dalam pilkada 2017 di Kabupaten Yapen. Pasangan ini bersaing memperebutkan suara dengan empat pasangan calon lain.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Yapen di situs KPU.

13. Kabupaten Nduga, Papua

PKS bersama Golkar, Demokrat, PAN dan PKPI mengusung pasangan calon Yairus Gwijangge-Wentius Nimiangge dalam Pilkada 2017. 
Pasangan ini menghadapi dua pasangan calon lain, termasuk menghadapi pasangan Daniel Lokbere-Las Nirigi yang diusung PBB, Gerindra dan PKB.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Nduga di situs KPU.

14. Kabupaten Sarmi, Papua

Dua partai Islam, yaitu PPP dan PBB mengusung pasangan calon yang berbeda yang juga berlatar belakang nonmuslim.

PPP bersama Demokrat dan Nasdem mengusung calon bupati Demianus Kyeuw dengan wakilnya Kyeuw. Sedangkan PBB turut mendukung pasangan nonmuslim dari PDIP dan Hanura, yaitu Albertus Suripno-Adrian Roi Senis.

Berdasarkan penghitungan tingkat TPS (Form C1) yang terekam di situs resmi KPU, pasangan Demianus-Kyeuw yang diusung PPP memperoleh 15,86 persen suara. Sedangkan pasangan Albertus-Adrian memperoleh 28,76 persen. Namun perolehan suara terbanyak sementara dipegang pasangan Eduard Fonataba-Yosina Insyaf dengan perolehan 32,10 persen. Hasil itu masih sementara karena data penghitungan yang masuk baru 18,27 persen. 

15. Kabupaten Tolikara, Papua

Di wilayah ini PKS bersama PAN mengusung pasangan calon Amos Yikwa-Robeka Enembe. Sedangkan partai Islam lain, yaitu PPP mengusung calon John Tabo-Barnabas Weya bersama-sama dengan PDIP, Golkar dan Hanura.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Tolikara di situs KPU.

16. Kabupaten Puncak Jaya, Papua

Dua partai Islam yaitu PKS dan PPP mengusung calon berbeda. PKS berada dalam barisan koalisi pendukung pasangan Yuni Wonda-Deinas Geley bersama PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, Gerindra dan PAN.

Sedangkan, PPP dan PBB berada dalam koalisi pendukung pasangan Yustus Wonda-Kirenius Telenggen bersama sejumlah partai lain seperti PKB dan PKPI.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Puncak Jaya di situs KPU.

17. Kabupaten Jayapura, Papua

Partai Keadilan Sejahtera mendukung pasangan Protestan-Islam, yaitu Jansen Monim yang berpasangan dengan Abdul Rahman Sulaiman. Pasangan ini juga didukung Golkar dan PDIP.

Jansen-Sulaiman bersaing melawan empat pasangan calon lain, termasuk dua pasangan calon perseorangan.

Berdasarkan penghitungan Form C1 (hasil hitung TPS) yang terekam di situs KPU, pasangan Jansen-Sulaiman berada di urutan ketiga dalam perolehan suara terbanyak, yaitu 15,63 persen. Mereka kalah dari pasangan nomor 2, Mathius Awoitauw-Giri Wijayantoro yang memperoleh dukungan 56,47 persensuara. Namun perolehan suara masih sementara, karena data yang terekam di KPU baru mencapai 20,11 persen.

18. Kabupaten Intan Jaya, Papua

Dua partai Islam, yaitu PKS dan PPP juga mengusung pasangan berbeda berlatar belakang non-Islam. PKS masuk koalisi partai pendukung pasangan Bartolomius Mirip-Deny Miagoni, bersama Golkar dan PKPI.

Sedangkan PPP masuk koalisi bersama Demokrat, Hanura dan PAN, mengusung pasangan Natalis Tabuni-Yann Robert Kobogoyauw.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari Kabupaten Intan Jaya di situs KPU.

19. Kabupaten Dogiyai, Papua

Pilkada di kabupaten ini diikuti enam pasangan calon, dimana PKS sendirian mengusung pasangan nonmuslim Anthon Iyowauw-Yanuarius Tigi.

PPP bersama Demokrat dan PKPI mengusung pasangan Apedius Mote-Frenny Anou. Sedangkan PBB masuk koalisi pengusung Herman Auwe-Stefanus Wakey, bersama Golkar, Hanura dan PKPI.

Belum ada hasil sementara dari penghitungan suara dari wilayah ini situs KPU.

20. Pemilihan Gubernur Provinsi Papua Barat

Dua partai Islam, yaitu PKS dan PPP sama-sama mengusung satu pasangan calon Islam dan non-Islam, yaitu Irene Manibuy-Abdullah Manaray. Pasangan ini didukung PKS, PPP, PKB dan Hanura.

Hingga Sabtu (18/2/2017) dinihari, data yang masuk dan ditampilkan di situs resmi KPU sudah mencapai 79,66 persen.

Untuk sementara pasangan nomor urut 2, Irene-Abdullah memperoleh 15,58 persen suara atau di nomor buncit dari tiga peserta.

Untuk Papua Barat, perolehan suara sementara dipimpin pasangan Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani yang diusung PDIP, PAN dan Nasdem, dengan 54,3 persen suara.

21. Kabupaten Maybrat, Papua Barat

PKS masuk barisan koalisi bersama PDIP, Golkar dan Nasdem yang mengusung pasangan Bernard Sagrim-Paskalis Kocu.

Data masuk penghitungan suara tingkat TPS (Form C1) yang terekam di situs KPU mencapai 22,31 persen. Dari data itu, pasangan Bernard-Paskalis unggul dengan 58,02 persen suara.

22. Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Di daerah ini Pilkada 2017 hanya diikuti calon tunggal, yaitu pasangan Gabriel Asem-Mesak Metusala Yekwam. Pasangan ini diusung delapan partai yaitu PKS, PDIP, Nasdem, Golkar, Demokrat, Gerindra, PKB dan Hanura.

Dengan data penghitungan Form C1 yang masuk sebanyak 32,26 persen, pasangan Gabriel-Mesak unggul dengan perolehan 58,02 persen suara. Sedangkan kotak kosong atau yang tidak setuju memilih Gabriel-Mesak, sebanyak 41,98 persen suara. Tingkat partisipasi pemilih sementara ini sebesar 96,9 persen dari 5.957 pemilih.

Filosofi orang Jawa yang bisa bikin kaya

Filosofi Hidup Orang Jawa yang Bisa Bikin Kamu Kaya




Orang Jawa terkenal memiliki karakter sabar, tekun dan ulet. Orang Jawa juga dikenal memiliki kekayaan berupa filosofi hidup yang sangat bermanfaat untuk dipelajari. Tak heran suku terbesar di Indonesia ini banyak melahirkan orang sukses.

Tidak hanya seputar ketenangan batin dan lingkungan, filosofi Jawa juga merentang hingga urusan hidup lain seperti bisnis, karier bahkan pengelolaan harta. Berikut 5 filosofi orang jawa yang bisa bikin kamu kaya:

Filosofi satu ini biasanya dikaitkan masyarakat awam dengan keselamatan. Padahal, makna sebenarnya dari alon-alon waton klakon sangat dalam dan luas. Filosofi ini bahkan dapat direalisasikan untuk urusan mencari kekayaan, hingga menapak karier.

Dengan kesabaran, keuletan dan ketelitian maka kamu bisa selamat dalam perjalanan hidup mencari peruntungan, apapun bentuknya. Hingga di akhir kamu bisa mendapatkan kekayaan yang cukup.

Kalimat satu ini memiliki arti dalam. Nerimo ing pandum berarti kamu harus menunjukkan kejujuran, ringan tangan dalam bekerja, ikhlas dan anti-korupsi. Kalau kamu bisa melakukan hal ini baik saat bekerja maupun berbisnis, maka kamu akan selamat dari kecerobohan yang bisa saja menjatuhkanmu.

Dengan giat bekerja, jujur dan ikhlas kamu akan menjalani pekerjaan dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik pula. Selain itu sifat anti-korupsi bakal memagarimu dari risiko bangkrut mendadak karena harus terjerat masalah hukum.

Filosofi ini mengungkapkan fleksibilitas orang Jawa dalam hidup. Ini menunjukkan keluwesan bergaul, kemampuan beradaptasi di berbagai level dan situasi membuat orang Jawa kerap menuai kesuksesan hidup.

Apalagi dalam bisnis, fleksibilitas sangatlah diperlukan karena kamu perlu menyesuaikan diri dengan kondisi pasar agar dapat beradaptasi dan memenuhi kebutuhan pasar dengan baik. Kalau kamu mampu fleksibel, maka bisnismu akan sukses dan menuai kekayaan.

Arti dari filosofi satu ini adalah kamu tidak boleh mudah heran, menyesal, terkejut dan manja terhadap keadaan. Kalau kamu berhasil memaknai, meresapi, dan melakukannya maka kamu akan menjadi pribadi yang tahan banting dan siap menghadapi kegagalan sebagai proses meraih kesuksesan hidup.

Maksud filosofi Urip iki urup adalah kamu harus membuat hidupmu menyala dan dapat bermanfaat untuk orang lain. Apabila diaplikasikan dalam kehidupan bisnis, maka filosofi ini dapat membantu bisnismu bertumbuh lebih cepat dan bisa mendatangkan kekayaan.

Dengan memiliki produk yang bermanfaat, dibutuhkan, dan sesuai keinginan pasar, maka produk bisnismu sangat berpotensi untuk laku di masyarakat. Kalau bisnis sudah berjalan dengan baik dan memiliki perputaran modal yang besar, mimpi jadi kaya akan jadi kenyataan. 


 Sumber:https://economy.okezone.com/read/2017/01/13/320/1590884/filosofi-hidup-orang-jawa-yang-bisa-bikin-kamu-kaya

Memahami Pembangunan Infrastruktur

Memahami Infrastruktur Jokowi ...
Ditulis : Anton DH Nugrahanto.
Untuk apa jalan tol dibangun?, untuk apa Bandara di bangun?, untuk apa Pelabuhan Pelabuhan Laut di bangun?, untuk apa Listrik digenjot sampai 35 ribu Megawatt, untuk apa jaringan listrik terintegrasi dibangun jaringannya dari Sabang sampai Merauke tanpa putus?, untuk apa persiapan persiapan wilayah baru pemukiman dibangun...
Apakah ini untuk orang kaya saja?, apakah ini untuk kaum berduit saja?.
Konektivitas adalah kunci penting dalam pembangunan perekonomian sebuah negara. Amerika Serikat membangun konektivitas itu sejak pertengahan abad 19, sejak jaman koboy-koboy masih berlagak di sepajang wilayah western (penyebutan western dalam konteks Amerika adalah wilayah barat Amerika, sehingga Koboy kerap disebut sebagai budaya 'Western'). Itulah kenapa film-film Koboy yang marak di abad 20 selalu bercerita soal rebutan tanah yang akan dibangun perusahaan kereta api.
Setelah selesainya Perang Sipil Amerika Serikat 1865, jaringan kereta api dibuka besar-besaran dibawah bendera Pacific Railroad. Pemikiran Amerika Serikat ini adalah pemikiran jangka panjang, yaitu menyatukan dan memperkuat arus barang di seluruh wilayah Amerika dan membuka pusat pusat kota baru di wilayah Barat Amerika sepanjang pesisir Pasifik dan pedalaman wilayah tengah (Midwestern), pertimbangannya adalah Amerika harus menguasai dunia lewat arus barang yang lancar dan persebaran penduduk.
Ini berhasil dilakukan dan dalam tempo 15 tahun Amerika setelah perang sipil usai, menjadi kekuatan ekonomi baru mengalahkan Inggris. Pada awal abad 20, Amerika Serikat memiliki kekuatan terbesar di dunia, sementara wilayah Eropa mulai saling berkelahi rebutan wilayah wilayah koloni, nun jauh disana para ekonom Washington sudah menyusun konsepsi bahwa kekuatan ekonomi bukan lagi diletakkan penguasaan wilayah atau koloni tapi pada penumpukan modal yang bisa membangun wilayah pengaruh berdasarkan modal (Kapitalis-Imperialis).
Semua negara negara maju, awalnya mempersiapkan infrastruktur untuk mempercepat arus barang, apalagi kondisi negara luas wilayahnya seperti Indonesia ini, banyak sumber sumber alam terbarukan yang bisa didayagunakan rakyat dikapitalisir menjadi sebuah bentuk ekonomi komunitas yang baru, sementara persebaran penduduk juga harus dilakukan dengan cepat.
Di masa Pak Harto dulu, satu satunya jalan mengontrol kekuasaan adalah melakukan pola sentralisir, ini gaya politik Sultan Agung Hanyokrokusumo dalam mengelola kekuasaan, semua penguasa ditaruh di Kotagede, Mataram yang bertempat tinggal di wilayah wilayah hanya perwakilannya saja (representatif legitimasi), konsepsi kekuasaan ala Mataraman ini sudah jauh ditinggalkan, bahkan yang memecahkan persoalan ini justru Van Heutz, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang menggabungkan seluruh wilayah Hindia Belanda dengan jaringan pelabuhan dan maskapai maskapai kapal laut, di masa Hindia Belanda penyampaian barang bahkan terjadwal sangat rapi. Bung Karno sendiri dalam pembuangannya di Ende, Flores tahun 1930-an punya jadwal pengambilan koran koran terbitan Jawa di Pelabuhan Flores dengan tertib. Bila Van Heutz di tahun 1910 menyatukan kekuatan kekuatan potensi Nusantara dengan membangun infrastruktur yang kuat dan penghasilan itu dibawa ke Belanda, maka Bung Karno semasa menjadi Presiden RI membangun infrastruktur untuk kekuatan negara dan kekuatan pembangunan ekonomi politik di tingkat ekonomi rakyat.
Konsepsi Penyatuan Infrastruktur Nusantara ini, setelah jaman kemerdekaan dibangun lagi oleh Presiden Sukarno dalam konsepsi Pembangunan Semesta Berencana-nya sebagai "Untaian Ratna Mutu Manikam" sepanjang wilayah Nusantara. Bung Karno meletakkan perencanaan pembangunan Jalan Tol di sepanjang Sumatera-Jawa untuk pembuka wilayah wilayah perekonomian baru, pembangunan pelabuhan baja di cilegon sampai dengan membangun jalan jalan tol di tengah kota seperti di Semanggi dan By Pass Jakarta Timur, saat itu Bung Karno bisa menjelaskan "Djakarta ini masih sepi, perlu di djalan tol seperti California" Bung Karno melihat masa depan, terbukti Jalan Tol Djakarta yang sepi itu, sekarang padat dan jadi pusat keekonomian kota Jakarta. di Palangkaraya Bung Karno membangun sebuah Kota Baru yang bermula dari Pasar Kahayan, lalu dibangun jalan jalan besar di tengah hutan yang bisa didarati Pesawat MIG-21 untuk menjadikan Palangkaraya pusat kekuatan militer udara di seluruh Asia Tenggara, lalu Bung Karno merebut Irian Barat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara terkuat di Asia Pasifik, Inilah bung yang disebut visi, kemampuan melihat masa depan...
Dan ini pula yang dilakukan Jokowi sekarang, banyak yang menertawakan "Lihatlah Papua masih sepi, Jokowi buang buang duit bangun Jalan Tol". Anda pernah membaca Geopolitik, anda paham bagaimana dialektika dan dinamika jaman bekerja, wilayah mana yang akan menjadi pusat ekonomi dunia..."Pasifik Bung...".
Pasifik kelak akan jadi pusat perdagangan dunia, sementara wilayah Papua, Sulawesi Utara dan Maluku (Utara dan Selatan) berada dalam lintasan pelabuhan-pelabuhan besar arus dagang, disanalah kemudian hari akan jadi pusat kesibukan perdagangan dunia. Jokowi sudah mengantisipasi itu.
Jokowi membangun masa depan, bukan membangun persoalan sekarang karena itulah tugas negarawan, inilah kenapa banyak orang tak paham Jokowi teriak-teriak soal teknologi digital, konten digital, fintech dan soal soal lain yang kurang dimengerti orang segenerasinya, Jokowi sudah bicara soal mata uang kripto, Jokowi sudah bicara Artificial Intelligence saat lawan politiknya mengangkat isu soal becak atau isu isu yang sudah ketinggalan jaman.
Indonesia kita yang sekarang, berada dalam pusaran jaman yang menderu, mungkin sebagian besar dari kita hidup dalam alam Orde Baru yang sudah mendidik kita puluhan tahun, konsep konsep berpikir dan cara berpolitik kita masih dalam kerangkeng Orde Baru, walaupun mungkin dari kita dulu melawan Orde Baru, tapi keberhasilan Orde Baru yang terbesar adalah membentuk manusia menjadi binaan warga di desa Potempkin ala Desa Sukamaju Si Unyil.
Jokowi membawa logika logika itu jauh ke depan, mendobrak kerangka beku itu, menghantam semua logika Orde Baru, mulai dari sentralistis pembangunan sampai pada dinamika bagi jalan hidup anak mudanya, bila di masa Orde Baru kerangka kerja anak muda masih pada bagaimana menjadi PNS atau menjadi pengusaha berorientasi proyek proyek negara, maka Jokowi mengenalkan bagaimana anak anak muda mengenalkan sesuatu, menjadi kreatif bukan menjadi penghamba atas proyek proyek berbasis anggaran negara. Karena satu satunya jalan bagi Indonesia ke depan adalah mencetak enterpreneur sebanyak mungkin yang tidak bergantung pada proyek berbasis anggaran negara tapi bergantung pada pertumbuhan ekonomi dunia, dan ekonomi bisa berkembang cepat bila ada pergerakan dinamis arus barang...
Dan yang seperti ini mungkin hanya dipahami kaum muda millenial... jadi sangat disayangkan bila generasi millenial tak paham hal paling mendasar soal pembangunan infrastruktur di Papua...
Sangat disayangkan...
(Catatan Pagi Jakarta, 8 Februari 2018)

NU, Islam Modern dan Kontekstual

Dahulu muhammadiyah dikenal sebagai organisasi (gerakan) Islam yang lebih modern ketimbang NU yang disebut2 organisasi Islam Tradisional. Ini sering dijadikan premis yang [kadangkala] dimanfaatkan oleh teman2 Muhammadiyah untuk memperlihatkan bahwa kelompoknya lebih baik (baca : lebih maju/modern). Kenapa ? Karena Muhammadiyah merasa lebih menggunakan pemahaman terbaru dalam hal pemikiran keagamaan [Islam] yang tidak condong ke mazhab tertentu (Entah kenapa sikap netral ini dahulu menjadi dianggap pilihan orang2 modern) dan lebih membuka pintu ijtihad (peran akal) di dalam fatwa2 keagamaannya. Lalu NU, kesan dominasi para Kiai (teokrat ?) dan optimalnya penggunaan kitab kuning (warisan ulama masa lalu) membuat kelompok ini wajar dimasukkan ke kelompok tradisional waktu itu.

Lalu apakah dikotomi seperti ini sekarang masih relavan ?

Ketika istilah Islam kontekstual diperkenalkan, dikotomi seperti ini mulai mencair. Fakta dan sejumlah kajian justru memperlihatkan bahwa Islam model NU jauh lebih kontekstual dibanding Islam model Muhammadiyah, yang justru bisa saja disebut lebih literal. Lalu ketika aliran kontekstual dikait2kan dengan suatu pemahaman yang modern dan literal dianggap sebagai pemahaman yang sifatnya ketertinggalan (kuno), maka dikotomi di atas menjadi berbalik. Muhammadiyah menjadi tradisional dan NU justru yang modern. Fenomena keterbalikan skor ini menjadi bertambah tajam ketika orang2 NU mengaku bahwa Islamnya adalah Islam substantif dan yang lain [kbanyakan] Islamnya masih Islam simbolik. Akibatnya bertambahlah “kecongkaan“ atas “pengakuan” ke-modern-an si NU. Ini wajar karena akibat dari julukan kekolotan (tradisional) sebelumnya membuat keterperanjatan mereka atas “titel baru“ modern itu membentuk sinyal “impuls“.

Selanjutnya ketika aliran dengan klasifikasi modern dianggap sebagai sesuatu yang lebih baik, maka sejumlah anak2 muda masa kini mulai mengalihkan perhatiannya ke Islam model NU. Istilah mereka Islam yang lebih meng-Indonesia dan tidak sok kearab-araban. Kelompok anak2 muda dari NU sendiri akhirnya membentuk grup (karena ternyata sebagian kiai NU merasa terusik dengan gebrakan mreka) yang [tentu saja] demi optimalnya gerakan pemahaman mereka lalu mempopulerkan istilah : Islam Liberal. Secara struktural, gerakan ini berlabel : JIL. Teman2 lain ada yang mem-plesetkan ini dengan kepanjangan : Jaringan IblisLiberal. Ada benarnya sih, karena akibat dangkalnya kedalaman akal2 an sebagian dari mereka, iblis pun menjadi lebih mudah memainkan perannya. Yah…, dari sini jadi ketauan nih aliran pemikiran saya. Tapi kenapa ? Berikut alasannya.

Kontekstual vs Literal

Netral ternyata tak mesti dikaitkan dengan kebaikan apalagi pilihan modern. Bukankah prilaku “Bunglon” dan “Netral” seringkali memperlihatkan hasil yang sama, yaitu : fenomena “cari aman”.

Begini,

Ada dua kelompok ekstrim dalam hal ini. Ada yang ekstrim kontekstual dan ada yang ekstrim literal. Gerakan Islam Liberal adalah representasi dari ekstrim kontekstual, lalu teman2 yang menyebut dirinya dengan pengikut Salafy adalah representasi dari Islam literal. Biasanya para pendukung Islam liberal protes bahwa tidak semua mereka dominan (murni) di gerakan kontekstual, sebaliknya justru jarang sekali teman2 Salafy yang protes tentang tuduhan terhadap ke-literal-an mereka. Kenapa ? Karena pada umumnya mereka tidak mau tau dengan istilah literal tersebut, apalagi [mnurut mereka] tidak ada rujukannya dari ulama2 masa lalu (as-salaf) yang mereka “kultuskan”.

Mengacu ke hipotesis tersebut di atas, kedua kelompok ini pun [dihipotesa] suatu ketika akan “keluar” dari pemahaman ekstrimnya masing2, lalu mencapai satu titik “syar’i” bersama, yaitu terjadinya : konvergensi antara metoda kontekstual dan literal.

194 Cabang NU di Luar Negeri ( PCNU)

Berikut daftar Cabang NU di berbagai negara dan semua telah terdaftar resmi dan punya kekuatan legalitas di negara masing masing.
.
.
1 Afghanistan
2 Afrika Selatan ( Republic of South Africa )
3 Republik Afrika Tengah ( Central African Republic )
4 Albania ( Republic of Albania )
5 Aljazair ( Algeria )
6 Amerika Serikat ( United Stetes of America ) http://www.nu/ -
usacanada.org/
7 Andorra ( Principality of Andorra )
8 Angola ( Republic of Angola )
9 Antigua dan Barbuda ( Antigua and Barbuda )
10 Arab Saudi ( Kingdom of Saudi Arabia )
11 Argentina ( Argentine Republic )
12 Armenia ( Republic of Armenia )
13 Australia ( Commonwealth of Australia )
14 Austria ( Republic of Austria )
15 Azerbaijan ( Republic of Azerbaijan )
16 Bahama ( Commonwealth of the Bahamas )
17 Bahrain ( Kindom of Bahrain )
18 Bangladesh ( People’s Republic of Bangladesh )
19 Barbados
20 Belanda ( Netherlands )
21 Belarus ( Republic of Belarus )
22 Belgia ( Kingdom of Belgium )
23 Belize
24 Benin ( Republic of Benin )
25 Bhutan ( Kingdom of Bhutan )
26 Bolivia ( Plurinational state of Bolivia )
27 Bosnia dan Herzegovina ( Bosnia and Herzegovina )
28 Botswana ( Republic of Botswana )
29 Brasil ( Federative Republic of Brazil )
30 Inggris ( United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland )
31 Brunei Darussalam ( Nation of Brunei, Abode of Peace )
32 Bulgaria ( Republic of Bulgaria )
33 Burkina Faso
34 Burundi ( Republic of Burundi )
35 Ceko ( Czechoslovakia )
36 Chad ( Republic of Chad )
37 Chile ( Republic of Chile )
38 Denmark ( Kingdom of Denmark )
39 Djibouti ( Republic of Djibouti )
40 Dominika ( Commonwealth of Dominica )
41 Dominika Republik ( Republic of Dominica )
42 Ekuador ( Republic of Ecuador )
43 El Savador
44 Eritrea ( State of Eritrea )
45 Estonia ( Republic of Estonia )
46 Ethiopia ( Federal Democratic Republic of Ethiopia )
47 Fiji ( Republic of Fiji )
48 Filipina ( Republic of the Philippines )
49 Finlandia ( Republic of Finland )
50 Gabon ( Gabonese Republic )
51 Gambia ( Republic of Gambia )
52 Georgia
53 Ghana ( Republic of Ghana )
54 Grenada
55 Guatemala ( Republic of Guatemala )
56 Guinea ( Republic of Guinea )
57 Guinea Bissau ( Republic of Guinea Bissau )
58 Guinea Equator ( Republic of Equatorial Guinea )
59 Guyana ( Co-operative Republic of Guyana )
60 Haiti ( Republic of Haiti )
61 Honduras ( republic of Honduras )
62 Hungaria ( Hungary )
63 India ( Republic of India )
64 Indonesia NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia )
65 Irak ( Republic of Iraq )
66 Iran ( Islamic Republic of Iran )
67 Irlandia ( Republic of Ireland )
68 Islandia ( Iceland )
69 Israel ( State of Israel )
70 Italia ( Italy / Italian Republic )
71 Jamaika ( Jamaica )
72 Jepang ( Japan ) http://www.nu-jepang.org/
73 Jerman ( Federal Republic of Germany ) http://
www.nujerman.de/
74 Kamboja ( Kingdom of Cambodia )
75 Kamerun ( Republic of Cameroon )
76 Kanada ( Canada ) http://www.nu-usacanada.org/
77 Kazakhstan ( Republic of Kazakhstan )
78 Kenya ( Republic of Kenya )
79 Kirgiztan ( Kyrgyzstan / Kyrgyz Republic )
80 Kiribati ( Republic of Kiribati )
81 Kolombia ( Republic of Colombia )
82 Komoro ( Union of the Comoros )
83 Kongo ( Republic of the Congo )
84 Kongo Demokratik ( Democratic Republic of the Congo )
85 Korea Selatan ( South Korea / Republic of Korea ) http://
nahdlatul.ulama.kr/
86 Korea Utara ( North Korea )
87 Kosta Rika ( Republic of Costa Rica )
88 Kroasia ( Republic of Croatia )
89 Kuba ( Republic of Cuba )
90 Kuwait ( State of Kuwait )
91 Laos ( Lao Peoples Democratic Republic )
92 Latvia ( Republic of Latvia )
93 Lebanon ( Lebanese Republic ) http://www.nulebanon.co
m/
94 Lesotho ( Kingdom of Lesotho )
95 Liberia ( Republic of Liberia )
96 Libia ( State of Libya )
97 Liechtenstein ( Principality of Liechtenstein )
98 Lithuania ( Republic of Lithuania )
99 Luksemburg ( Grand Duchy of Luxembourg )
100 Madagaskar ( Republic of Madagascar )
101 Makedonia ( Republic of Macedonia )
102 Maladewa ( Republic of Maldives )
103 Malawi ( Republic of Malawi )
104 Malaysia
105 Mali ( Republic of Mali )
106 Malta ( Republic of Malta )
107 Maroko ( Kingdom of Morocco ) http://
pcinumaroko.blogspot.com/
108 Marshall Island ( Republic of the Marshall Island )
109 Mauritania ( Islamic Republic of Mauritania )
110 Mauritius ( Republic of Mauritius )
111 Meksiko ( United Mexican States )
112 Mesir ( Arab Republic of Egypt ) http://www.numesir.net/
113 Mikronesia ( Federated States of Micronesia )
114 Moldova ( Republic of Moldova )
115 Monako ( Principality of Monaco )
116 Mongolia
117 Montenegro
118 Mozambik ( Republic of Mozambique )
119 Myanmar ( Burma / Republic of the Union of Myanmar )
120 Namibia ( Republic of Namibia )
121 Nauru ( Republic of Nauru )
122 Nepal ( Federal Democratic Republic of Nepal )
123 Niger ( Republic of Niger )
123 Nigeria ( Federal Republic of Nigeria )
125 Nikaragua ( Republic of Nicaragua )
126 Norwegia ( Kingdom of Norway )
127 Oman ( Sultanate of Oman )
128 Pakistan ( Islamic Republic of Pakistan )
129 Palau ( Republic of Palau )
130 Panama ( Republic of Panama )
131 Pantai Gading ( Ivory Coast / Republic of Cote d’Ivoire )
132 Papua Nugini ( Independent State of Papua New Guinea )
133 Paraguay ( Republic of Paraguay )
134 Prancis ( Frence Republic ) http://pcinuprancis.wor
dpress.com/
135 Peru ( Republic of Peru )
136 Polandia ( Republic of Poland )
137 Portugal ( Portuguese Republic )
138 Qatar ( State of Qatar )
139 Republik Rakyat Cina ( RRC / People’s Republic of China )
140 Romania
141 Russia ( Russian Federation )
142 Rwanda ( Republic of Rwanda )
143 Saint Kitts dan Nevis ( Federation of Saint Kitts and Nevis )
144 Saint Lucia
145 Saint Vincent and Grenadines
146 Samoa ( Independent State of Samoa )
147 San Marino ( Most Serene Republic of San Marino )
148 Sao Tome and Principe
149 Selandia Baru ( New Zealand )
150 Senegal ( Republic of Senegal )
151 Serbia ( Republic of Serbia )
152 Seychelles ( Republic of Seychelles )
153 Sierra Leone ( Republic of Sierra Leone )
154 Suriah ( Syrian Arab Republic )
155 Siprus ( Republic of Cyprus )
156 Slovakia ( Slovak Republic )
157 Slovenia ( Republic of Slovenia )
158 Solomon Island ( Kepulauan Solomon )
159 Somalia ( Federal Republic of Somalia )
160 Spanyol ( Kingdom of Spain )
161 Sri Lanka ( Democratic Socialist Republic of Sri Lanka )
162 Sudan ( Republic of the Sudan ) http://
pcinusudan.wordpress.com/
163 Sudan Selatan ( Republic of South Sudan )
164 Singapura ( Singapore )
165 Suriname ( Republic of Suriname )
166 Swaziland ( Kingdom of Swaziland )
167 Swedia ( Kingdom of Sweden )
168 Swiss ( Switzerland / Swiss Confederation )
169 Tajikistan ( Republic of Tajikistan )
170 Tanjung Verde ( Republic of Cape Verde )
171 Tanzania ( United Republic of Tanzania )
172 Thailand ( Muangthai / Kingdom of Thailand )
173 Timor Leste ( Democratic Republic of Timor Leste )
174 Togo ( Togolese Republic)
175 Tonga ( Kingdom of Tonga )
176 Trinidad dan Tobago ( Republic Trinidad and Tobago )
177 Tunisia ( Republic of Tunisia )
178 Turki ( Republic of Turkey ) http://www.pcinuturki.com/
179 Turkmenistan
180 Tuvalu
181 Uganda ( Republic of Uganda )
182 Ukraina ( Ukraine )
183 Uni Emirat Arab ( United Arab Emirates )
184 Uruguay ( Oriental Republic of Uruguay )
185 Uzbekistan ( Republic of Uzbekistan )
186 Vanuatu ( Republic of Vanuatu )
187 Vatikan ( Civitas Vaticana / Vatican City )
188 Venezuela ( Bolivarian Republic of Venezuela )
189 Vietnam ( Socialist Republic of Vietnam )
190 Yaman ( Republic of Yemen ) http://www.nuyaman.com/
191 Yordania ( Hashemite Kingdom of Jordan )
192 Yunani ( Greece / Hellenic Republic )
193 Zambia ( Republic of Zambia )
194 Zimbabwe ( Republic of Zimbabwe )
.
Dari beberapa sumber dan laporan kedutaan di negara masing masing jumlah total cabang NU hingga saat ini ada 194 negara !!.

Nasionalisme dan Islam

TGB; Nasionalisme dan Islam

Oleh : Zainurrofieq

“Panggung” TGB M Zainul Majdi awal februari di Cirebon kemrin betul-betul menjadi spirit kebangsaan yang telah meng”install”kan ruh kebaikan bagi bangsa terutama kaum muda. Para santri dan Mahasiswa disuguhi logika nasionalisme TGB yang sangat brilian.
Dipesantren Bina Insan Mulia misalnya, TGB menyampaikan bahwa fenomena yang seolah-olah ada pertentangan antara Islam dan Nasionalisme, itu sama sekali tidak benar. Bahkan lebih cerdas lagi TGB mengatakan kenapa fenomena itu ada? Perlu dilihat cara pandang secara sejarah yang berbeda terutama dalam fenomena bangsa-bangsa yang banyak menginspirasi pergerakan Indonesia seperti Bangsa-bangsa Arab.
Perlu disadari ada resistensi masalah Nasionalisme di tatanan bangsa Arab, karena Nation state, yang dibentuk di Arab adalah merupakan proses pembagian secara paksa atau dikasihkan dari bangsa-bangsa penjajah, yang padahal bangsa Arab memiliki ketertarika sistem kenegaraan dalam sejarahnya dengan sistem khilafah. Maka wajar jika kemudian muncul resistensi tersebut.
Namun dalam sejarah Indonesia, kita bisa lihat dan rasakan bahwa Nation state yang kita rasakan bukan merupakan pembagian dikasih dari penjajah, tetapi  merupakan hasil kerja keras para pendiri bangsa dan juga merupakan proses penyatuan secara rela dari raja-raja kecil nusantara untuk membentuk persatuan yang lebih luas. Di negri Indonesia bisa kita rasakan bagaimana raja-raja di jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan lain nya menyerahkan kekuasaan kerajaannya hanya karna ingin lebih bersatu membangun kekuatan nasionalisme yang lebih luas yaitu Indonesia.
Lalu kemudian untuk mengaitkan Nasionalisme dengan Islam, perlu kita merujuk pada sumber-sumber primer yaitu al Quran dan hadits serta bentangan sejarah kaum muslimin. Bukan pada buku-buku yang memang ditulis dari pengalaman kolektif mereka yang tidak sama dengan kita.
Bisa kita simpulkan lebih jelas bahwa sebenarnya Islam menyerap seluruh kebaikan dalam fenomena kemanusiaan dalam kehidupannya. Tidak ada benturan langsung antara Islam dan Nasionalisme.
Dalam Islam, Pandangan tentang qowmiyyah (nation state) yang  ditawarkan Al Quran bukanlah teori konflik  (nadzoriat assidam watadlod) tapi merupakan pandangan dunia yang komplementatif (nahjul ittisaq).  Konsep-konsep nasionalisme dalam Islam tidak membuat bertentangan satu samalain, tapi sebaliknya mempertahankan kebersamaan dan keindahan yang beragam. Maka tak ayal bila ada turunan teori qowaid dengan istilah “ al aadah muhakkamah”.
Menarik sekali ketika TGB mengambil satu  Tafsiran Ibnulqoyyim aljauziah dalam kitab zaadulmaad misal,  tafsiran surat annur dalam kalimat “nurun ala nur”(cahaya diatas cahaya) adalah “nur sar’i ala nur fitroti wal aqli” cahaya syariat dalam cahaya fitrah dan akal. Cahaya sariat Islam tidak datang ke ruang hampa, Tapi datang untuk memandu dan mengkonfirmasi kondisi kemanusiaan. Maka hubbulwaton (cinta tanah air) yang merupakan cahaya fitrah dan cahaya akal ini jelas mendapatkan posisi yang tinggi dalam Islam.
Namun jika kemudian ada yang sengaja mengkotak-kotakkan dengan membenturkan kaum nasionalis yang jauh dari agama dan kaum agamawan yang tidak nasionalis, Ini yang kemudian merupakan awal dari benturan di negri kita ini.
Dalam menyikapi fenomena ini, justru TGB  menyuguhkan sudut pandang yang futuristic dengan mengajak bangsa ini mengalihkan energinya pada mutiara yang terkandung di sejarah negri kita ini.  Dalam implementasi islam dan nasionalisme di Indonesia, Justru sebenarnya kita harus mengangkat keinginan para ulama pendahulu kita yang sebenarnya ingin mengkampanyekan sistim pengelolaan Negri di Nusantara ini menjadikan pelajaran justru bagi bangsa-bangsa di dunia yang lain, baik di bangsa Arab atau pun Eropa dan negri lainnya.
Seperti diskursus dari ulama-ulama kita tentang  Islam Nusantara misalkan, merupakan mutiara yang dapat kita angkat untuk menjadi pelajaran bagi bangsa lain agar juga berkaca tentang pengejawantahan Nation state dari bangsa kita Indonesia. Bukan malah sebaliknya, kita menjiplak teori nasionalisme dan islam dari bangsa lain kemudian menjadi pandangan yang memecah belah negri kita sendiri. Berkali kali TGB menyatakan, Islam tidak turun dalam ruang yang kosong, Islam dan sejarah pembuatnya satu yaitu Allah Swt.
Dipenghujung narasi kebangsaannya, kemudian TGB mewanti-wanti agar bangsa kita jangan salah langkah dengan selalu merujuk pada teori teori dari tulisan-tulisan yang sebenarnya lahir pada situasi ketika ulamanya saat disiksa dalam penjara yang diperlakukan sangat tidak wajar. Beliau menulis kan tentang kebencian dan perlawanan yang heroic memang wajar. Sangat wajar jika tulisannya penuh dengan kemarahan dan cacimaki yang sangat keras. Namun tidak wajar jika kita mengambil mentah-mentah dari tulisan tersebut. Jika demikian, yang salah adalah kita yang tidak bijaksana.
Kembalilah pada sudut pandang yang integral nan penuh optimistis kekitaan, bahkan kita perlu pelopori keyakinan bahwa sebenarnya negri kita Indonesia dengan sekian perhelatan sejarahnya, memiliki rujukan pengalaman kenegaran dan keislaman yang sangat indah dan kaya, dan hal itu kiranya perlu mulai kita narasikan kepada dunia.
Wallahualam…..

Tulisan ini mencerahkan sejalan Islam Nusantara dan Nahdlatul Ulama

Toko Buku Langka Jogja

DAFTAR BUKU PROMO 2018
Tb. Langka Jogja

085754428475 wa/sms
Temukan kami di
Fb/bukalapak/tokopedia/shopee
"Buku Langka Jogja"
Terima cetak buku/ebook



1. GUS DUR - Tuhan Tidak Perlu Dibela
2. GUS DUR - Pergulatan Negara Agama
3. GUS DUR - Prisma Pemikiran Gusdur
4. GUS DUR - Islam Kosmopolitan
5. GUS DUR - Menggerakkan Tradisi
6. GUS DUR - Muslim Ditengan Pergumulan
7. GUS DUR - Islam Ku, Islam Anda, Islam Kita
8. CAK NUN - Arus Bawah
9. CAK NUN - 99 Surat
10. CAK NUN - Anggukan Ritmis
11. CAK NUN - Gelandangan Kampung
12. CAK NUN - Secangkir Kopi
13. CAK NUN - La Raiba Fih
14. CAK NUN - Kiyai Bejo
15. CAK NUN - Tuhan Pun Cemburu
16. CAK NUN - Tuhan Pun Berpuasa
17. KUNTOWIJOYO - Khotbah Diatas Bukit
18. KUNTOWIJOYO - Paradigma Islam
19. KUNTOWIJOYO - Identitas Politik Umat Islam
20. KUNTOWIJOYO - Radikalisasi Petani
21. KUNTOWIJOYO - Petani Priyai
22. KUNTOWIJOYO - Pasar
23. SUJIWO TEJO - Tuhan Maha Asyik
24. SUJIWO TEJO - Rahvayana 1
25. SUJIWO TEJO - Rahvayana 2
26. SUJIWO TEJO - Balada Gata Gatuk
27. SUJIWO TEJO - Republik Jancukers
28. ALI SARIATI - Ideologi Kaum Intelektual
29. ALI SARIATI - Islam Agama Protes
30. ALI SARIATI - Paradigma Kaum Tertindas
31. ALI SARIATI - Kritik Atas Marxisme
32. ALI SARIATI - Membangun Masa Depan Islam
33. ALI SARIATI - Kemulyaan Mati Syahid
34. ALI SYARIATI - Syahadah, Bangkit & Beraksi
35. SOEKARNO - Islam Sontoloyo
36. SOEKARNO - Indonesia Menggugat
37. SOEKARNO - Mencapai Indonesia Merdeka
38. SOEKARNO - Nasionalisme, Marxisme, Islamisme
39. SOEKARNO - Hari-Hari Terakhir Soekarno
40. SOEKARNO - Soekarno Muda
41. SOEKARNO - Serpihan Sejarah
42. SOEKARNO - Marhaenisme Soekarno
43. SOEKARNO - Paradoks Revolusi
44. SOEKARNO - Ekonomi Berdikari
45. SOEKARNO - Soekarno Marxisme & Leninisme
46. MOH HATTA - Alam Pemikiran Yunani
47. MOH HATTA - Mendayung di Antara Dua Karang
48. MOH HATTA - Demokrasi Kita
49. ‎MOH HATTA - Hati Nurani Bangsa
50. DN AIDIT - Kobarkan Semangat Muda
51. DN AIDIT - Sastra & Seni
52. DN AIDIT - Sebuah Biografi Ringkas
53. DN AIDIT - Kaum Tani Mengayang Setan-Setan Desa
54. DN AIDIT - Hajo, Ringkus & Ganjang Kontra Revolusi
55. M NATSIR - Islam Sebagai Dasar Negara
56. M NATSIR - Islam Akal Merdeka
57. M NATSIR - Revolusi Indonesia
58. SOE HOK GIE - Catatan Sang Demonstran
59. SOE HOK GIE - Orang-Orang di Persimpangan Kiri
60. SOE HOK GIE - Zaman Peralihan
61. SOE HOK GIE - Di Bawah Lentera Merah
62. TAN MALAKA - Gerpolek
63. TAN MALAKA - Aksi Massa
64. TAN MALAKA - 100% Merdeka
65. TAN MALAKA - Semangat Muda
66. TAN MALAKA - Muslihat Politik
67. TAN MALAKA - Madilog
68. KARL MARX - Asal Usul Kapitalisme
69. KARL MARX - Keluarga Suci
70. KARL MARX - Menifesto Komunis
71. KARL MARX - Marxisme & Evolusi Manusia
72. KARL MARX - Kapitalisme & Penindasan Terhadap Perempuan
73. KARL MARX - Mana Tradisi Marxis Yang Sejati
74. M FOUCOULT - Bengkel Individu
75. M FOUCOULT - Seks Dan Kekuasaan
76. M FOUCOULT - Power Knowledge
77. M FOUCOULT - Kegilaan Peradaban
78. M FOUCOULT - Metode Pengetahuan
79. M NIETZCHE - Lahirnya Tragedi
80. M NIETZCHE - Zaratustra
81. M NIETZCHE - Senjakala Berhala
82. TAN MALAKA - Pacar Merah Indonesia
83. TAN MALAKA - Thesis.
84. NICCOLO MACHIAVELLI - Politik Kekuasaan.
85. NICCOLO MACHIAVELLI - Sang Penguasa.
86. NICCOLO MACHIAVELLI - Il Principe sang pengeran.
87. CHE GUEVARA - Paulo Freire Dan Politik Harapan
88. REVOLISI CHE GUEVARA - sisi kehidupan sang Nasionalisme sejati.
89. CHE GUEVARA - Catatan Harian Che Guevara The Motorcycle Diaries Perjalanan Kelilinh Amerika Selatan.
90. JEAN PAUL SARTRE - Filsafat Eksitensialisme
91. FAMINISME DAN SOLIALISME - Partai Solialis
92. KUNTOWIJOYO - Islam Sebagai Ilmu
93. HENRI ARVON - Estetika Marxis
94. ACHMAD JAINURI - Radikalisme Dan Terorisme
95. NORMAN JOSHUA - Soelias, Pesindo
96. HASHEM - Marxisme DAN Agama
97. MOCHTAR LUBIS -Kuli Kontrak
98. KARL MARX DAN FREDERICK ENGELS - Ideologi Jerman.
99. MU'ARIF - Wacana Pendidikan Kritis
100. KARL MARX - Ekonomi Politik dan Aksi Revolusi.
101. PRAMOEDYA ANANTA TOER - Korupsi
102. PRAMOEDYA ANANTA TOER - Hoakiau Di Indonesia.
103. KI HADJAR DEWANTARA - Menuju Manusia Merdeka.
104. FRANCIS WHEEN - Das Kapital Kisah Sebuah Buku Yang Mengubah Dunia
105. SHAWNI - Iblis Menggugat Tuhan
106. SALIM HAJI SAID - Gestapu 65.
107. IWAN SIMATUPANG - Ziarah Sebuah Novel.
108. GABRIEL GARCIA MARQUEZ - Selamat Jalan Tuan Presiden.
109. ARIF RAHMAN - Das Kapital For Beginners.
110. EKO PRASETYO - Lenin Revolusi Oktober 1917.
111. JALALUDDIN RAKHMAT - Rekayasa Sosial
112. Basic Training panduan untuk kader HMI
113. SOLICHIN - Candradimuka mahasiswa
114. DRZ AZHARI AKMAL TARIGAN - Islam Mazhab HMI.
115. AHMAD SYAFII SAFINUDDIN - HMI dan wacana Revolusi Sosial
116. M. ALFAN ALFIAN - HMI 1963-1966
117. NURCHOLISH MADJID - Islam Agama Peradaban.
118. NURCHOLISH MADJID - Islam Kemodernan Dan Keindonesiaan.
119. NURCHOLISH MADJID - Agama & Dialog Peradaban
120. GEONAWAN MOHAMAD - Tuhan Dan hal-hal yang tak selesai.
121. CARL G. JUNG - Spikologi Dan Agama.
122. JALALUDDIN RUMI - Masnawi.
123. MURTADHA MUTHAHHARI - Falsafah Agama Dan Kemanusiaan.
124. AHMAD SYAFII MAARIF - Islam Dan Pancasila Dasar Negara.
125. SEYYED HOSSEIN NASR - Antara Tuhan, Manusia Dan Alam.
126. HAIDAR BAGIR - Islam Tuhan Islam Manusia
127. HAIDAR BAGIR - Epistemologi Tasawuf
128. AHMAD DASNAWI - Sejarah Para Filsuf Dunia
129. BUNGA RAMPAI - Islam Nusantara
130. MAO TSE TUNG - Empat Karya Filsafat
131. SAPARDI DJOKO  - Hujan Bulan Juni
132. HAN KUNG - Ateisme Sigmund Freud
133. SIGMUND FREUD - Moses & Monotheism
134. Aktivis PMII - Citra Diri PMII
135. A MALIK HARAMAIN - PMII Disimpang Jalan
136. FRANZ MAGNIS SUSENO - Kuasa & Moral
137. VLADIMIR ILLYICH - Komunisme Sayap Kiri
138. MOH HATTA - Indonesia Merdeka
139. SITI MURTININGSIH - Pendidikan Alat Perlawanan
140. KH SHOLEH DARAT - Al Hikam
141. REOBEN O - Marxisme Vs Psikoanalisis
142. PAULO FREIRE - Pendidikan Yang Membebaskan
143. DAUD RASYID - Melawan Sekularisme
144. BOY CHANDRA - Sebuah Usaha Melukan
145. BOY CHANDRA - Senja, Hujan & Cerita Yang Telah Usai
146. M Epistemology Kiri
147. M Magzab Pendidikan Kritis
148. LENNIN - Negara dan Revolusi
149. ALEXANDER - Lekra vs Manikebo
150. AHMAD WAHIB - Pergolakan Pemikiran Islam
151. ERICH FROMM - Seni Mencintai
152. MAO TZE TUNG - Kompilasi Pemikiran
153. PAULO FREIRE - Pendidikan Kaum Tertindas
154. ‎PAULO FREIRE - Sekolah Kapitalisme Yang Licik.
155. FRANZ MAGNIS - Dalam Bayangan Lennin
156. FRANZ MAGNIS -  Pemikiran Karl Marx
157. RUPERT WOODIN - Marx Untuk Pemula
158. Dr. H ROESLAN - Sosialisme Indonesia
159. MILAN KUNDERA - Kitab Lupa
160. FEDERICK ENGEL - Tentang Das Capital
161. GERARD DUMENIL - Analisa Marx atas Produksi Kapitalisme
162. FRANCIS FUKUYAMA - Memperkuat Negara
163. MUHIDIN M - Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur
164. MUHIDIN M - Adam Hawa
165. Wiji THUKUL - Aku Ingin Jadi Peluru
166. WIJI THUKUL - Nyanyian Akar Rumput
167. NOAM CHOMSKY - Politik Kuasa Media
168. SIGMUND FREUD - Memperkenalkan Psikoanalisa
169. MANSUR Al HALLAJ - Kitab Al Tawasin
170. JOHN MOLYNEUX - Aku Bukan Marx
171. CHAIRIL ANWAR - Deru Campur Debu
172. MUH ALI FAKIH - Biografi Lengkap Karl Marx
173. ABDUL WAHAB KASYFUL - Satu Tuhan Seribu Jalan
174. SABRINA MAHARANI - Filsafat Cinta
175. MURTHADA MUTHAHHARI - Hijab
176. Seni Menipu Ala Sun Tzu
177. Seni Mencintai Sun Tzu
178. YUSUF QARDHAWI - Islam Jalan Tengah
179. KRIS BUDIMAN - Feminis Laki-Laki
180. JALALUDDIN RAKHMAT - Islam Aktual
181. YB MANGUNWIJAYA - Rumah Bambu
182. KAUKAB SIDDIQUE - Menggugat Tuhan Yang Maskulin
183. Sejarah Ideologi Dunia
184. MARTIN SURYAJAYA - Kiat Sukses Hancur Lebur.
185. N JOSHUA SOELIAS - Pemuda Sosialis Indonesia
186. ZAINUL M - Berebut Kiri
187. MUH YUNUS - Bank Kaum Miskin
188. YASRAF AMIR P- Sebuah Dunia Yang Dilipat
189. COKROAMINOTO – Islam dan Sosialisme
190. BEN ANDERSON - di Bawah Tiga Bendera
191. EKO PRASETYO - Kitab Pembebasan
192. EKO PRASETYO - Orang Miskin Dilarang Sakit
193. EKO PRASETYO - Orang Miskin Dilarang Sekolah
194. PRAMOEDYA - Percikan Subuh
195. PRAMOEDYA - Perburuan
196. PRAMOEDYA - Midah
197. PRAMOEDYA - Keluarga Gerilya
198. PRAMOEDYA - Gadis Pantai
199. PRAMOEDYA - Mangir
200. PRAMOEDYA - Calon Arang
201. PRAMOEDYA - Sekali Peristiwa di Banten Selatan
202. PRAMOEDYA - Gulat di Jakarta
203. PRAMOEDYA - Hoakiau di Indonesia
204. PRAMOEDYA - Digul
205. W.S RENDRA - Puisi-Puisi Cinta
206. W.S RENDRA - Stansa Blues
207. W.S RENDRA - Kenang-Kenangan Pemalu
208. W.S RENDRA - Pacar Seniman
209. JOSSTIN GARDEN - The Orange Girl
210. JOSSTIN GARDEN - The Magic Library
211. ‎HERMAWAN SULISTYO - Palu Arit Di Ladang Tebu
212. ‎JOHN ROOSA - Dalih Pembunuhan Masal
213. ‎NUR CHOLISH MADJID - Islam Kemodernan
214. ‎NUR CHOLISH MADJID - Tradisi Islam
215. NUR CHOLISH MADJID - Bilik-Bilik Pesantren
216. ‎MOHAMMAD ASSAD - Islam Di Simpang Jalan
217. ‎MIKHAIL BAKUNIN - Tuhan & Negara
218. ‎KAZUO SHIMOGAKI - Kiri Islam
219. MURTHADA MUTHAHHARI - Mengenal Epistemologi
220. MURTHADA MUTHAHHARI - Semangat Pemikiran Islam
221. ‎ABDUL SOMAD - 37 Masalah Populer
222. ‎BAQIR SHADR - Falsafatuna
223. SYAIKH NIZAMI - Layla Majnun
224. JALALUDDIN RUMI - Nyanyian Seruling
225. IMAM Al-GHAZALI - Tahafut Al-Falasifah
226. EKA KURNIAWAN - O
227. EKA KURNIAWAN - Lelaki Harimau
228. EKA KURNIAWAN - Cantik Itu Luka
229. EKA KURNIAWAN - Corat Coret Di Toilet
230. EKA KURNIAWAN - Seperti Dendam Rindu Harus di Bayar Tuntas
231. EKA KURNIAWAN - Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
232. TERE LIYE - Sepotong Hati yang Baru
233. TERE LIYE - Rembulan Tenggelam di Wajahmu
234. TERE LIYE - Hujan
235. TERE LIYE - Bulan
236. TERE LIYE - Matahari
237. TERE LIYE - Negeri di Ujung Tanduk
238. TERE LIYE - Daun Jatuh tak Pernah Membenci Angin
239. SAPARDI DJOKO D - Perahu Kertas
240. SAPARDI DJOKO D - Duka Mu Abadi

Temukan kami di Fb/Bukalapak/Tokopedia/Shopee/Instagram
 BUKU LANGKA JOGJA
085754428475 wa/sms

APA YANG MEMBATASI KESUKSESAN ANDA??

 APA YANG MEMBATASI KESUKSESAN ANDA??


Harap baca pelan-pelan ya. Ini bukan tentang apa yang membuat anda sukses atau tidak, tapi tentang mengapa sukses yang anda raih itu jadi terbatas, padahal sukses itu bisa Unlimited atau tanpa batas.

Jadi bab ini adalah tentang cara agar kesuksesan anda bisa menembus batasan yang sama sekali anda tak duga.

Sukses itu tidak lagi linear atau residual tapi saat ini bisa eksponensial. Sumber penghasilan dan pendapatan anda tidak harus satu, bahkan bisa puluhan, ratusan, ribuan dan seterusnya...terserah anda.

Lalu apa yang membatasi anda sehingga belum mencapai itu semua?


*1. NIAT*
Coba cek lagi dan jawab dengan jujur. Apakah anda pernah niat untuk kaya raya dan berkelimpahan? Kalau ditanya, pasti banyak orang masih ditahap 'mau' atau 'ingin' saja belum sampai level 'butuh'.

Jika anda sudah butuh sukses sama seperti butuh oksigen, tidur, makan dan minum, maka anda telah memiliki niat yang kuat. Tapi banyak diantara kita yang tertipu oleh realitas, terhipnotis oleh kondisi sehingga alih-alih memikirkan sukses, kita sibuk untuk mengejar kebutuhan sehari-hari saja selama ini.

Seandainya sudah punya niat pun, apakah niat anda untuk sukses sudah mewujud menjadi gambaran dalam benak anda? Apakah anda tau detail tentang apa yang anda ingin wujudkan? Atau masih sebatas andai-andai?

Ada 7 aspek yang harus terpenuhi untuk menjadi orang yang sukses tanpa batas. Yaitu, spiritual, sosial, material, karir, skill, fisikal, pleasure, Apakah anda sudah  punya detail tentang itu semua?

Kemudian, apakah yang mendasari niat anda ini? Fokus untuk diri sendiri atau sudah bergeser menjadi fasilitas untuk melayani orang lain?

Lalu bagaimana cirinya punya niat??

Ya sama seperti ketika anda puasa, sholat dan ibadah lainnya ada niatnya dan nggak asal-asalan, sesuai rukun dan aturan yang ada. Sukses juga demikian. Niatin, ikutin aturan mainnya dan fokus.

Kabar baiknya, sangat sedikit orang yang benar-benar niat untuk sukses. Di muka bumi ini baru 1 % saja sementara di Indonesia baru 5 %. Peluang masih lebar untuk anda.

Jangan anggap sepele masalah niat ini. Kayaknya buku-buku barat nggak pernah bahas tentang niat deh. Padahal segala sesuatu tergantung dari niatnya.

Mengapa ada orang yang malas, menunda-nunda, banyak alesan, selalu cari pembenaran serta melakukan hal-hal yang tidak positif??? Jawabnya anda sudah tahu! Karena nggak niat sukses!


*2. MINDSET*

Baik...saya anggap anda sudah punya niat sukses. Ada hal yang paling penting sebagai fondasi kesuksesan yakni MINDSET.

Besar kecilnya ukuran kesuksesan tergantung mindsetnya. Kaya atau pas-pasan itu tergantung mindset. Saya berani mengatakan bahwa mindsetlah yang menentukan nasib anda.

Mindset adalah sekumpulan ide dan informasi yang tersimpan dalam pikiran bawah sadar seseorang sebagai pusat pengambilan keputusan.

Anda begini saat ini ya karena mindset anda yang anda miliki. Jika anda kehilangan mindset anda saat ini lalu ditukar dengan mindsetnya Jeff Bezos, maka meskipun anda tak punya apapun saat ini maka dalam waktu setahun anda akan menjadi orang terkaya di planet ini. Btw, per kamis kemarin Jeff Bezos sebagai pemilik Amazin.com sudah mengalahkan Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia.

Kita sekolah hingga kuliah, belajar berbagai macam, membaca banyak buku serta berguru kepada siapapun dalam rangka menginstall, membentuk dan mengubah mindset anda.

Anda tentu sudah familiar dengan kalimat "Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum atau seseorang jika kaum tersebut tidak mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri" maka mindset itulah yang diubah.

Tugas anda selanjutnya adalah investasikan diri anda baik waktu, biaya, emosi, tenaga untuk hal-hal yang meninggikan mindset anda dan mendukung untuk mencapai kesuksesan. Tulisan ini hanya salah satunya. Jika anda sudah meyakini bahwa mindset itu yang terpenting, maka sukses hanya persoalan waktu.

Mindsetlah yang menjadi cangkang anda. Mindset adalah wadah rezeki anda, mindset juga yang menentukan langkah anda selanjutnya.
‬: Mari kita lanjutkan..


*3. SOMBONG*

Sombong sengaja saya masukkan disini sebagai salah satu penyebab mengapa orang tidak bisa sukses.

Sombong ini bukan saja merasa lebih dibandingkan yang lain, tetapi juga karena dia sudah berani menjadi pesaing Tuhan. Apakah Tuhan mengizinkan di muka bumi ini ada pesaing-Nya? Maka yang akan menghancurkan dengan amat tragis adalah kesombongan.

Aaah...ini seperti buku agama saja? Atau tentang budi pekerti? Bukan....bukan konteks itu yang saya maksudkan. Tapi ada aspek kesombongan lain yang selama ini gagal dipahami kebanyakan orang.

Sombong dalam konsep Unlimited Success adalah sombong negatif dan sombong positif.

Contoh sombong negatif adalah sebuah bentuk kesengajaan atau ketidaksengajaan berpikir yang membuat Allah menjadi kecil, lemah, tak mampu dan tak berdaya baginya. Semua kekuasaan Allah jadi tidak tampak karena lebih mengedepankan kekurangannya.

Contoh:
- Jika anda tidak yakin bahwa anda bisa jadi miliarder, itu sudah meremehkan kemampuan Tuhan. Anda sudah sombong bahwa miliaran itu lebih besar daripada kesanggupan Tuhan.
- Jika anda berprinsip bahwa anda nggak mampu pergi umroh atau  haji karena masalah biaya, artinya anda menganggap remeh bahwa Tuhan tak bisa menjamin anda.
- Jika anda mengeluh tentang biaya, peluang, kesempatan, persaingan, penyakit, kelemahan atau keluhan lainnya, maka itu bentuk kesombongan. Seolah-olah itu semua lebih besar dibanding kekuasaan Tuhan. Anda lebih membesar-besarkan kendala dan rintangan dibandingkan solusi dari Tuhan.

Dunia ini bergerak berdasarkan persepsi anda. Dan prasangka anda terhadap (kemampuan) Tuhan adalah bentuk do'a yang terus menerus anda panjatkan tanpa henti.

Itu baru sombong negatif. Anda menyembah kebodohan, kelemahan, ketidakberdayaan diri anda sendiri dan selalu mengalah bukan mengalahkan. Selalu menunduk bukan menundukkan itu semua.

Berikutnya adalah sombong positif.

Yakni sebuah bentuk kesengajaan atau ketidaksengajaan berpikir yang membuat Allah lebih kecil dibandingkan segala kelebihan yang ada baik pada diri sendiri maupun orang lain. Segala bentuk kekuasaan Allah menjadi tak tampak karena lebih mengedepankan kelebihan dirinya atau orang lain.

Contohnya,
- Jika anda meyakini bahwa ikhtiar anda yang membuahkan hasil, itu sudah sombong.
- Jika anda menyangka bahwa pengetahuan dan ilmu anda yang membuat anda sukses, itu sudah sombong.
- Jika anda percaya bahwa relasi anda yang bisa membantu anda sukses, itu termasuk sombong.
- Jika anda berpikir bahwa fisik rupawan, tenaga yang kuat, tubuh yang bagus yang mampu mendatangkan klien dan order maka itupun salah satu bentuk kesombongan.

Dan masih banyak lagi bentuk kesombongan lain yang akan menghambat, membatasi serta mampu menghancurkan kesuksesan anda.

Dampaknya adalah jika anda berhadapan dengan yang lebih rajin, cerdas, tampan, cantik, kaya, sukses, tinggi jabatannya serta apapun yang lebih dari anda akan mampu membuat anda mengalami tiga hal, membencinya, minder dan merasa rendah diri atau kagum berlebihan.

Itulah Sombong positif yakni menyikapi sudut pandang anda terhadap orang lain atau atau diri sendiri seolah menjadi 'penguasa' atas segala sesuatu selain Allah.

Padahal esensi dari UNLIMITED SUCCESS adalah Fearless & Happiness. Tidak ada halangan apapun yang menghalangi, mengganggu dan menghambat anda karena keyakinan bahwa tiada daya, energi, kekuatan atau kesuksesan apapun tanpa seizin-Nya.

Pastikan anda bermindset seperti ini dan ajukan dalam do'a anda..

"YA ALLAH, BERIKAN AKU KEYAKINAN YANG BULAT SEBAGAIMANA PARA KEKASIHMU, BAHWA TAK ADA YANG LEBIH HEBAT DIHADAPANKU SELAIN ENGKAU, TAK ADA YANG LEBIH KUAT DIHADAPANKU SELAIN ENGKAU, TAK ADA YANG LEBIH MULIA DIHADAPANKU SELAIN ENGKAU!"


*4. ILMU*

Setelah mental block tadi sudah diatasi, baik perkara niat, pembetulan mindset dan kesombongan, maka selanjutnya adalah aspek yang menjadi wadah kesuksesan anda.

Wadah kesuksesan adalah sesuatu yang anda siapkan untuk menerima sukses sesuai dengan batas dan ukuran wadah tersebut. Wadah ini pula yang membatasi seberapa luas kesuksesan anda. Maka tugas ki
‬: Kita adalah terus menerus secara konsisten memperluas batasan dari wadah kesuksesan kita.

Ilmu adalah salah satu media untuk mewadahi kesuksesan dan anugrah dari Allah. Tanpa ilmu, seseorang tidak akan memiliki kemampuan untuk menerima sukses lebih banyak lagi.

Segala sesuatu di alam raya ini ada ilmunya. Maka semakin luas ilmu seseorang, semakin besar kapasitas wadah kesuksesannya. Kuasai banyak ilmu yang berkaitan dengan bagaimana meraih kesuksesan dunia akhirat.


*5. PERGAULAN*

Dengan siapa anda bergaul akan menentukan nasib anda. Bahkan 5 orang yang paling dekat dengan anda saat ini menentukan tingkat penghasilan anda.

Pergaulan anda menentukan pola pikir, wawasan, bahasa sehari-hari serta strategi percepatan kesuksesan anda. Maka perbaiki kualitas pergaulan anda. Berkumpulah dengan mereka yang sudah menjadi bagian dari rencana sukses anda.

Masih ada beberapa lagi yang menjadi barriers atau hambatan kita untuk mencapai UNLIMITED SUCCESS....

Pandangan simpatik dan pandangan benci

وعين الرضا عن كل عيب كليلة * كما أن عين السخط تبدى المساويا.

"Pandangan simpatik akan menutup segala cela, sebagaimana pandangan benci akan memperlihatkan segala cacat.

Kunci Perpecahan dan Persatuan

Kunci Perpecahan dan Persatuan

Ada 2 orang,  dikasih agama yang sama,  maka output  nya akan berbeda..

Hindari sifat merasa paling benar atau mulia,  karena akan cenderung mengkoreksi kesalahan orang.  Meski belum tentu dia salah

Jika sudah masuk koreksi kesalahan orang atau intervensi keyakinan orang,  disitu sumber perpecahan

Orang merasa benar,  cenderung boleh melakukan apa saja kepada orang yg dianggap salah..

Suatu ajaran yg disebarkan secara damai,  akan bertahan lama..
Jika dengan kekerasan,  teror,  intimidasi,  akan cepat pudar..  Karena habis energi..

Menteri Termiskin

🇮🇳 Menteri termiskin

- Tak semua orang saat menjadi pejabat memanfaatkan semua fasiltitas, kekuasaan, dan kesempatan untuk memperkaya diri sendiri.

Salah satunya adalah menteri utama negara bagian Tripura, Manik Sarkar yang dianggap sebagai pejabat termiskin di India.

Jabatan menteri utama jika di Indonesia bisa disejajarkan dengan gubernur.

Meski sudah berkuasa sejak 1998, politisi berusia 69 tahun ini nyaris tak punya kekayaan bahkan di rekening banknya hanya terdapat uang sebesar 2.410 rupee atau setara Rp 507.000!



Jumlah uang dalam rekening bank ini dilampirkan anggota Partai Komunis Marxis India (CPI-M) dalam surat pernyataan saat mendaftarkan diri untuk pemilihan setempat.

Selain uang yang tak seberapa, Manik juga melaporkan tanah miliknya seluas 48 meter persegi di pinggiran ibu kota Agartala.

Tanah yang tak seberapa luas ini adalah milik pribadi Manik dan kakak perempuannya.

Manik juga tak memiliki mobil pribadi, investasi atau aset. Dia bahkan tak memiliki telepon genggam, alamat email, dan tidak aktif di media sosial.

"Manik menyumbangkan seluruh gajinya sebagai menetri utama sebesar 26.315 rupee (Rp 5,5 juta) untuk kas partai. Sebagai imbalan partai memberinya tunjangan bulanan sebesar 9.700 rupee (Rp 2 juta) per bulan," kata Ketua CPI-M Haripada Das.

"Kami meneladani hidup sederhana Manik. Istrinya, Panchali Bhattacharjee, tak pernah menggunakan mobil dinas. Dia bepergian menggunakan becak atau transportasi umum," tambah Das.

Menurut surat pernyataan Manik, sang istri yang pensiunan pegawai pemerintah pusat masih mendapatkan penghasilan sekitar Rp 4 juta sebulan dan memiliki tabungan sekitar Rp 256 juta di bank.

Bhattacharjee juga mewarisi aset tak bergerak berupa bangunan dan 20 gram perhiasan emas. Di Tripura pasangan yang tak memiliki anak ini tinggal di rumah dinas yang disediakan negara.



Gaya hidup sederhana Manik Sarkar ini tak hanya dikagumi kawan-kawannya. Para lawan politiknya juga tak segan memberi pujian.

Di antara para politisi sayap kiri di India, Manik Sarkar merupakan salah seorang tokoh politik papan atas di negara bagian Tripura.

Negara bagian ini diperintah politisi sayap kiri sejak 1978, kecuali pada 1988-1993, ketika Partai Kongres dan sekutunya Partai Tripura Upajati Juba Samity berkuasa.

10 PEMIKIRAN CAK NUN YANG REVOLUSIONER

10 PEMIKIRAN CAK NUN YANG REVOLUSIONER

1.Negara Hukum Itu Rendah.

Hukum itu paling rendah. Di atas hukum itu ada akhlak, di atas akhlak ada taqwa, karomah, kemuliaan dan seterusnya. Jangan pernah sebuah negara jadi negara hukum. Harus kalau bisa jadi negara akhlak atau moral. Kalau negara hukum, ada orang mati di jalan, anda lewati (tidak menolong), tidak masalah menurut hukum, tapi salah menurut akhlak.

Ada orang kecelakaan anda tidak tolong, tidak masalah menurut hukum. Ada orang lapar tidak anda kasih makan, tidak masalah menurut hukum, tapi salah menurut akhlak. Maka negara hukum itu rendah. Hukum itu hanya jalan kalau ada aparatnya. Sialnya banyak aparat yang malah suka mengancam : “Wani piro !?”

Rakyat sekarang tidak punya parameter berpikir yang benar. Rakyat dgn bodoh menyelesaikan semua urusan pada negara. Baik dan buruk diserahkan pada hukum, itu bodoh! Hukum itu tidak mampu mengurusi kebaikan dan kebenaran sampai tingkat yang diperlukan manusia. Hukum itu tahunya satu level kecil, orang nyopet yang dilihat nyopetnya, dia tidak pernah bertanya kenapa nyopet.

Kewajiban negara menghukum secara hukum (yuridis), masyarakat menghukum secara kebudayaan dan moral. Tapi sekarang hukuman kebudayaan dan moral ini sudah tidak dipegang oleh rakyat. Ingat penyanyi cowok yang terlibat kasus penyebaran video cabul dirinya dengan sejumlah artis, setelah keluar penjara malah dielu-elukan, dicium tangannya, jadi bintang besar.

2. Surga Itu Nggak Penting

Kalau orang cari surga mungkin akan dapat surga, tapi surganya tidak seindah kalau tujuannya Tuhan. Sebab kalau dia cari Tuhan pasti dapat surga. Tauhid itu menyatukan diri dengan Tuhan, bukan dengan surga. Surga itu efek akibat, pelengkap penderita dari penyatuan kita dengan Tuhan.

“Surga nggak penting”, itu cuman ungkapan, tidak ada maksud meremehkan surga. Surga tetap penting. Cak Nun tidak anti surga. Itu ungkapan orang yang level imannya di atas rata-rata. Ibadahnya dalam rangka bersyukur (merdeka), bukan karena minta imbalan dan takut neraka. Bukan seperti kita yang Shalat Dhuha berharap jadi PNS, naik haji berharap dagangannya laris, sedekah Avanza berharap dapat kembalian Alphard, Tuhan diperlakukan sebagai mitra bisnis.

3. Hak Asasi Manusia Itu Menipu

Hanya Tuhan yang punya hak, manusia punyanya hanya kewajiban. Satu-satunya hak manusia adalah memilih pemimpin saat Pemilu. Seseorang punya hak di masyarakat atau negara karena punya ‘saham’. Orang yang tidak bayar pajak, tidak punya andil di masyarakat, dia tidak punya hak apa pun di masyarakat. Jadi yang benar itu bukan Hak Asasi Manusia tapi Wajib Asasi Manusia.

Hak Asasi Manusia adalah ideologi yang Anti Tuhan. Atas nama Hak Asasi, orang boleh menikah dengan sesama jenis, bahkan dengan hewan. Manusia begitu menyanjung kebebasan. Padahal kebebasan adalah jalan menuju batasan. Kalau manusia tidak tahu batasannya, mereka akan jadi binatang, bahkan lebih rendah.

Jadi, kita nggak butuh ideologi HAM yang diadopsi dari Barat itu. Kita punya Hukum Negara maupun Hukum Adat untuk mengatasi pelanggaran hukum apa pun.

4. Kita Semua Sesat

Kalau ada orang yang ngakunya paling benar dan lurus itu berarti dia sombong. Lha wong semua Nabi saja ngakunya dzalim kok. Walau dijamin surga, semua Nabi tidak pernah menyombongkan ilmu dan imannya.

Kalau kamu sudah merasa sudah benar dan lurus, jangan mendatangi pengajian. Pengajian itu tempatnya orang yang merasa salah, merasa masih sesat, merasa rapuh imannya, merasa sedikit ilmunya. Penganjian itu bukan mengajari, tapi kumpulan manusia yang bersama-sama mencari derajat yang lebih tinggi di hadapan Allah.

Tiap hari seorang muslim diwajibkan selalu membaca doa dalam Shalat, “ihdinas siratal mustaqim” (tunjukan kami jalan yang lurus). Artinya, walaupun sudah shalat, puasa, zakat dan haji, tetap kita masih butuh petunjuk ke jalan yang lurus.

Kebenaran (sejati) itu tidak ada, yang bisa dilakukan manusia itu sebisa mungkin menuju kebenaran. Kebenaran itu ada 3 : benarnya diri sendiri, benarnya orang banyak dan kebenaran sejati. Dan yang bikin kita bentrok itu karena seseorang atau umat ngotot dengan benarnya sendiri.

Jadi nggak usah sombong dengan madzhabmu, sektemu, aliranmu. Islamnya NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, dan lain-lainnya itu tidak ada yang betul-betul benar, semua dalam rangka mencari Islamnya Rasulullah.

5. Tidak Ada Tafsir yang Betul-betul Benar

Suara kokok ayam versi orang Madura itu “kukurunuk”, orang Sunda “kongkorongkong, orang Jawa “kukuruyuk”. Yang benar yang mana? semuanya salah. Yang benar adalah taruh ayamnya di tengah ketiga orang tadi dan sama-sama mendengar suara kokok ayamnya.

Jarak antara kokok ayam dengan kita menirukan suara kokoknya itu namanya tafsir. Tafsir itu melahirkan madzhab dan pengelompokan-pengelompokan. Itu karena pendengaran tiap orang berbeda terhadap suara kokok ayam.

Kita harus saling menyadari bahwa yang benar itu ayamnya bukan kokoknya. Antara tafsir ‘kukuruyuk’, ‘kukurunuk’ dan ‘kongkorongkong’ harus saling menyadari kelemahan masing-masing sehingga tercipta toleransi. Kalau nganggap benarnya sendiri, egois atau egosentris dengan tafsirnya sendiri maka akan terjadi bentrok.

Jadi, tidak ada tafsir yang betul betul benar. Anda boleh menafsirkan menurut pikiranmu yang penting itu membuatmu menjadi lebih dekat, lebih cinta pada agama dan Tuhanmu. Dan tentu saja tidak menimbulkan kemudharatan umat.

Sebenarnya menafsirkan Al Qur’an itu hanya bisa dilakukan oleh ahli tasfir, kita sebagai orang awam bisanya hanya tadabbur, mencari manfaat dari pergaulan kita dengan nilai-nilai Islam (terutama Al Qur’an). Parameter keberhasilannya adalah yang penting kita menjadi lebih baik sebagai manusia.

Paham atau nggak paham itu bukan parameter. Benar atau tidak benar pemahamanmu itu juga bukan parameter. Parameternya adalah setelah kamu baca dan mencintai Al Quran kamu menjadi lebih dekat pada Allah apa tidak, lebih beriman apa tidak, kamu lebih baik menjadi manusia apa tidak.

6. Ucapan Ulama Itu Bukan Kebenaran

Ucapan Ulama, Kyai atau Ustadz itu bukan kebenaran, tapi tafsir. Saya sudah bahas tadi bahwa tidak ada tafsir yang betul-betul benar. Jadi ucapan ulama kayak apa pun itu tidak mutlak benar. Yang pasti benar itu Al Quran, bukan tafsir yang diucapkan Ulama atau siapa pun.

“Yang saya omongkan tidak harus anda anut. karena anda berdaulat atas diri anda sendiri, anda bertanggung jawab atas diri anda sendiri di hadapan Allah. Jadi setiap keputusan, langkah, pikiran dan sikap anda harus berasal dari anda sendiri karena nanti tanggung jawabnya juga anda sendiri. Saya bukan makelar umat! ” Kata Cak Nun.

“Saya tidak bisa mempertanggungjawabkan kelakuan anda. Saya bukan Nabi Muhammad. Kalau Muhammad harus ditaati, karena bisa menolong kita. Sedangkan saya tidak bisa menolong anda. Tugas Ulama itu mempopulerkan Rasulullah, jangan sampai lebih populer dari Rasulullah, ” lanjutnya.

Apakah Kyai, Ulama, Ustadz bisa menyelamatkan kamu? tidak bisa. Begitu juga dengan pemuka agama yang lain, tidak bisa menyelamatkan kita. Hanya kamu yang bisa menyelamatkan kamu sendiri di hadapan Allah. Maka kalau kamu beribadah pada Allah jangan ada siapa-siapa (antara kamu dan Allah).
Jadi jangan taat pada Ulama, Kyai, Ustadzmu. Bahkan pada orang tua sendiri pun nggak harus taat kok. Pada orang tua kita hanya diwajibkan berbuat baik. Walau wujud berbuat baik itu adalah taat, tapi hakikatnya taat itu hanya pada Allah.

—“Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu. Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu. Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu. Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu. Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri.…..” (Kahlil Gibran)–-

“Jangan pernah punya keputusan yang tidak otentik pada diri anda. Artinya kalau shalatmu itu ya shalat kamu dan Allah, itu otentik. Bukan kamu plus Cak Nun, plus Kyai, plus Ustadz, plus Ulama dan Allah, ” kata Cak Nun.

“Jangan mau ditipu oleh siapapun yang menghadir-hadirkan Tuhan kepadamu. Yang menghalang-halangi hubunganmu dengan Allah. Jangan percaya kepada Cak Nun, Kyai, Ustadz atau siapapun. Itu hak pribadimu untuk menemukan Tuhanmu dengan gayamu dan caramu, ” kata Cak Nun lagi.

7. Kemuliaan Itu Melakukan Kewajiban yang Tidak Disukai

Kita selalu menjawab “Suka!” saat ditanya, “kamu suka puasa Ramadhan nggak?” Padahal tidak ada seorang pun yang suka puasa. Orang melakukan puasa itu karena perintah wajib. Tuhan sengaja mewajibkan puasa karena manusia tidak suka. Kalau manusia sudah suka, ngapain diwajibkan.

Justru baik kalau orang yang tidak suka puasa tapi tetep puasa. Apa hebatnya melakukan puasa kalau sudah suka puasa. Yang gemblung itu yang puasa tapi mencari jalan bagaimana caranya agar tidak merasa lapar. Dengan cara minum suplemen atau cara lain. Lha wong puasa itu agar kita merasa lapar, mencicipi penderitaan orang miskin. Cuman mencicipi, nggak merasakan benar susahnya jadi orang kere yang paginya sahur sorenya nggak pasti berbuka.

Nggak cuman puasa, sepertinya semua ibadah wajib nggak ada yang kita suka. Cobalah untuk jujur pada diri kamu sendiri. Nggak papa nggak suka, asal tetap ikhlas melakukan ibadah tersebut dengan baik. Itu lah kemuliaan. Letak kemuliaan itu melakukan hal yang tidak disukai tapi tetap ikhlas melakukannya, karena tahu kewajiban dari Tuhan itu pasti baik dan bermanfaat.

Jadi, jujurlah kalau sebenarnya kamu tidak suka menjalankan kewajiban ibadah.

8. Melayani Umat Bukan Dagang

Allah ‘membeli’ sembahyang, pelayanan dan cinta kita padaNya. Ongkosnya adalah segala macam rahmat dan berkah alam semesta yang dihamparkan pada kita. Jadi Allah sangat menjual murah rahmatNya itu hanya agar kita shalat, puasa dan lainya. Tapi Allah tidak menjual martabat (harga diri) Nya.

Kehancuran manusia sekarang itu karena di setiap bidang tidak diurai mana hal yang boleh dijual dan mana yang tidak boleh dijual. Guru mengajar itu bukan jualan ilmu. Dia menerima gaji karena waktu, energi yang dipakai si guru saat mengajar, bukan karena ilmu dan martabatnya. Martabat tidak boleh dijual.

Dokter menyembuhkan orang sakit itu bukan peristiwa dagang. Pasien membayar dokter itu yang dibayar obatnya, waktu dan energi si dokter, juga ikut urunan alat dan sarana yang dibeli dokter untuk menyembuhkan pasien.

Ustadz, Motivator dan sejenisnya, jangan pasang tarif. Pekerjaan memotivasi, mengajari, menyemangati, mencerahkan, mencerdaskan orang itu melayani umat, bukan jualan ilmu dan martabat. Kalau kita membayar Ustadz, itu karena kita menghargai waktu dan energi si Ustadz saat menyampaikan ilmunya.

Kalau mengajar, mengajarlah yang baik. Kalau menulis, menulislah yang beneran, nggak usah mikir tarif. Bahkan jualan nasi pun, nggak perlu dipikir labanya tapi bagaimana caranya bikin nasi yang baik dan sehat, jualan yang sopan, bertanggung jawab pada pembeli, pasti akan dapat rejeki.

9. Belajarlah Memilih Pemimpin, Bukan Dipilih

Pemimpin yang baik itu yang diajukan rakyat, yang didorong-dorong agar maju jadi pemimpin, bukan mereka yang mencalonkan diri. Seperti juga Imam Shalat, Imam yang baik itu yang diajukan oleh makmum, bukan diri sendiri yang mengajukan dirinya jadi imam. Sampeyan iku sopo mas?

Di Al Qur’an tidak ada perintah untuk menjadi pemimpin (yang ada hanya kriteria pemimpin). Yang disuruh Allah belajar adalah memilih pemimpin. Jadi urusannya adalah memilih, bukan dipilih. Kalau ada debat “Bagaimana supaya dipilih jadi pemimpin” itu berarti menyalahi Al Qur’an.

Manusia itu harusnya bisa rumangsa, bukan rumangsa bisa. Kita itu hamba Tuhan, kita punya muka, punya malu, punya martabat. Tapi kita sudah terlanjur mempermalukan diri dengan proses yang ada selama ini. Seharusnya sejak awal pemimpin itu sudah tumbuh secara natural, sosial, kultural.

“Rumus saya : barang siapa yang masih mencalonkan diri (jadi pemimpin), saya sudah tidak percaya lagi pada dia. Kalau negeri ini masih hidup dengan orang yang mencalonkan diri, negeri ini bakalan hancur, ” kata Cak Nun.

10. Jangan Sampai Diperalat Sekolah

Belajar boleh pada apa dan siapapun. Nggak masalah mempelajari Fir’aun, Hitler, Che Guevara, Fidel Castro. Semua yang ada di dunia ini adalah cahaya ilmu. Selama kita dewasa, kita nggak akan gampang ‘masuk angin’ oleh kalimat kayak apapun. Yang penting nggak mudah terseret untuk menyalahkan atau membenarkan. Ambil saja makna dan manfaatnya. Simpan yang baik, tendang jauh-jauh yang mblendes.

Kalau kita cermati saat bayi baru lahir. Kok si bayi ini menggerak-gerakan mulutnya, bisa tahu tempat dan caranya menyusui. Kok bisa anak kucing yang masih merah bisa tahu puting susu induknya. Maka sebenarnya pendidikan itu jangan ge-er, guru itu tidak bisa mengajari orang, guru itu bisanya menemani. Agar murid punya bahan dalam rangka meneliti dirinya sendiri. Kalau kita tidak tahu diri kita ini siapa, bagaimana kita tahu kemampuan kita.

Kalau nggak tahu kita ini kiper apa penyerang, maka saat di lapangan sepakbola, kita bakalan kebingungan, aku iki lapo nang kene? Kalau kucing jangan diajari menggongong. Kalau kambing jangan diajari terbang. Maka kenali dirimu, barang siapa mengenali dirinya sesungguhnya ia mengenali Tuhannya.

Kalau kamu bernama Paimo. Apa kamu itu memang Paimo? Itu khan nama yang diberikan bapakmu. Kalau kamu menamai dirimu sendiri, pasti bukan Paimo. Jadi dirimu itu bukan Paimo, bukan Markeso, bukan semua itu. Dirimu dijadikan tertutup. Begitu kamu punya orang tua, begitu masuk sekolah TK sampai kuliah, kamu ditutupi. Tugas sekolah adalah membuka tabir siapa dirimu, memberikan alat supaya mengenal dirimu. Tapi, sekolah malah menutup-nutupi dan malah ditambahi sarjana anu, ditambah doktor, ditambah kepala dinas, dsb.

“Kamu itu harus jadi tuan, sekolah itu alat anda, jangan sampai diperalat sekolah. Andai kamu perlu ijazah, oke no problem, ikutilah aturan sampai mendapatkan ijazah. Tapi tidak ada hubungannya dengan cari ilmu. Kalau cari ilmu ya banyak tempatnya, tidak hanya di sekolah. Kuliah itu mencari ijazah untuk membahagiakan orang tuamu. ” kata Cak Nun yang pendidikannya hanya sampai semester satu Fakultas Ekonomi UGM tapi otaknya nggak kalah dengan Profesor yang paling top.

Jadi jangan salah niat. Kalau niatnya mencari ilmu, goblok! Kita bersekolah itu biar punya sertifikat buat mencari pekerjaan. Sekolah itu tidak mengenal Tuhan. Tuhan tidak diakui secara akademis. Karena Tuhan tidak bisa diteliti, didata, dianalisis dan disimpulkan. Segala sesuatu yang tidak memenuhi persyaratan akademis (nggak ilmiah) itu tidak diterima. Jadi semua universitas itu sebenarnya atheis!

Jangan terjajah oleh dunia pendidikan. Penting mana anda sekolah atau belajar? Anda ‘diperalat’ sekolah atau anda ‘memperalat’ sekolah? Anda bergantung pada sekolah ataukah sekolah yang tergantung pada anda? Terhadap pendidikan, jadikan anda subyek dari sekolah, bukan obyek sekolah.

Menarik bukan ?

Penasaran, ingin tahu dan mengenal lebih jauh tentang organisme (bukan organisasi) Maiyah yang banyak mengubah cakrawala dan mindset ber-sikap Anda, agar ringan ber-PRAKTEK menjadi manusia yang beradab, memiliki wawasan kebangsaan yang ber-karakter dan pastinya menjadi hamba Tuhan yang menjadi rahmat (jalan keselamatan) bagi seluruh isi semesta alam.

Datanglah ‘Maiyah-an’ dengan agenda yang mencerdaskan tiap-tiap bulannya (waktu tertentu) di lokasi berikut;

1. Rumah Maiyah, Jalan Garuda No. 47 Bandung Kanan, LLG Barat II PIC. Budi, 0812 7111 1099 (Bahasa Indonesia dan Jawa)
2. Ponpes Mafaza, Jalan Kalianda, Megang (Bukit Sulap), LLG Selatan II PIC. Ust Ferry, 0821 1514 8174 (Bahasa Indonesia, Linggau, Col dan Musi)

GRATIS, Tanpa dipungut biaya! Tidak jualan barang dan jasa! Bukan MLM! Tidak ada seragamisasi! Tidak ada pendaftaran! Untuk semua kalangan! Untuk semua agama, keyakinan, mazhab dan aliran!